Sesuai namanya, Wall gypsum merupakan material yang dirancang untuk kebutuhan dekorasi dinding.
Namun, biasanya panel dinding gypsum diaplikasikan untuk di dalam ruangan saja dan bukan untuk outdoor.
Nah, secara kebetulan juga pada ulasan kali ini akan membahas seputar kelebihan dan kekurangan wall gypsum.
Tanpa banyak panjang lebar lagi, yuk simak langsung ulasan berikut.
Kelebihan Wall Gypsum
1. Tekstur Permukaan yang Rapi
Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa salah satu keunggulan panel dinding gypsum terdapat pada tekstur permukaannya yang halus dan rata.
Berkat permukaannya yang halus dan rata, membuatnya menjadi lebih mudah difinishing ketimbang beberapa material panel dinding lain.

Setelah sambungan antar panelnya dirapikan dengan kompon dan amplas, maka permukaan gypsum bisa langsung dilapisi cat dengan warna sesuai selera.
Tak hanya cat, Wall Gypsum juga bisa dikombinasikan dengan wallpaper, wall moulding, panel dekoratif, atau pencahayaan tersembunyi.
Karakteristik ini tentunya dapat memberi keleluasan untuk menciptakan beragam konsep interior, entah itu gaya minimalis, modern, klasik, dan industrial.
Disisi lain, proses pemasangan wall gypsum relatif singkat karena menggunakan sistem rangka baja ringan maupun galvanis.
2. Memiliki Bobot yang Ringan
Jika dibandingkan dengan beberapa jenis material panel dinding lain, wall gypsum memang memiliki bobot yang lebih ringan.
Dengan bobotnya yang ringan, tentu dapat memberi keuntungan untuk mengurangi beban struktur bangunan.

Itu sebabnya, mengapa wall gypsum kerap diaplikasikan pada Gedung bertingkat, apartemen, perkantoran, hingga hunian modern.
Selain memudahkan proses pengangkatan dan pemasangan, material ini juga mudah dipotong dengan alat sederhana untuk menyesuaikan ukuran.
Instalasi kabel listrik, pipa berukuran kecil, hingga sistem pencahayaan juga bisa disembunyikan pada balik panel tanpa harus membongkar dinding utama.
Baca juga: Panel Dinding SPC: Untuk Mempercantik Interior Rumah
Kekurangan Wall Gypsum
1. Tidak Terlalu Tahan Terhadap Air
Inilah yang menjadi salah satu alasan, mengapa Wall Gypsum tidak cocok digunakan untuk area outdoor.
Ketika ia terpapar air dalam jangka panjang, maka permukaannya akan berjamur, bercak hitam, mengembang, melengkung, hingga mengalami kerusakan serius.

Dengan kata lain, Wall Gypsum hanya cocok digunakan untuk kebutuhan indoor saja.
Pada ruangan dengan tingkat kelembapan tinggi seperti kamar mandi atau dapur, sebaiknya pilih jenis gypsum yang tahan lembab.
Meski lebih tahan lembab, namun jenis gypsum tersebut tetap harus diberi perlindungan tambahan untuk meminimalisir risiko kerusakan.
Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Gypsum
2. Rentan Retak dan Pecah
Dari segi struktur, material gypsum memang tidak sekeras dan sekuat beton maupun bata.
Sehingga benturan keras dari furniture, benda tajam atau aktivitas tertentu bisa membuat permukaan gypsum menjadi penyok, retak, serta pecah.

Meski demikian, kerusakan ringan pada permukaan panel gypsum masih bisa diperbaiki dengan menggunakan kompon khusus dan pengecatan ulang.
Untuk membuatnya lebih awet, maka pemasangannya harus menggunakan rangka yang kokoh dan mengikuti standar instalasi.
Disisi lain, hindari penempatan beban berat secara langsung pada panel dinding gypsum tanpa menggunakan penguat atau sistem penggantung khusus.
Tak hanya itu, penting juga untuk memperhatikan kondisi kelembapan dan perlindungan dari risiko benturan keras.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai kelebihan dan kekurangan wall gypsum.
Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangannya, tentu membantu anda untuk menentukan apakah wall gypsum cocok digunakan atau tidak.
