Jenis ukuran amplas – Pada umumnya amplas digunakan untuk menghaluskan permukaan pada suatu material, seperti kayu, besi, dan lain sebagainya. Adapun cara kerjanya dengan menggosokkan amplas ke permukaan material yang terasa kasar.
Namun, ternyata amplas juga bisa digunakan dengan fungsi yang sebaliknya lho. Ya, tak hanya untuk menghaluskan, bahkan amplas bisa digunakan untuk membuat permukaan material menjadi kasar. Menurut informasi yang didapat, amplas terdiri kedalam berbagai jenis ukuran dengan fungsinya yang berbeda-beda.
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai jenis-jenis amplas, yuk kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.
Berbagai Ukuran Amplas
1. Ukuran Amplas P40 – P60

Biasanya amplas ukuran P4 dan P60 kerap digunakan untuk menghaluskan tekstur permukaan material kayu yang kasar. Tak hanya itu, jenis amplas ini juga bisa dipergunakan untuk menghilangkan cat yang masih menempel pada material kayu.
Baca juga: Ternyata Ini Fungsi Impra Melamine System Untuk Material Kayu
2. Ukuran Amplas P80

Berbeda dengan amplas ukuran P80 yang sering digunakan untuk jenis kayu keras. Bahkan yang lebih menariknya lagi, amplas P80 juga memiliki fungsi yang dapat memperbaiki tekstur serta menghaluskan permukaan kayu yang tergores.
Contohnya seperti tergores oleh gergaji, paku, dan benda-benda tajam lainnya. Namun, apabila goresannya terlalu dalam, maka cara memperbaikinya harus dengan di dempul.
3. Ukuran Amplas P100 – P120

Pada amplas yang berukuran P100 – P120 biasa digunakan proses penghalusan permukaan material setelah diamplas dengan menggunakan amplas P80. Dengan menggunakan amplas P100 – P120, itu artinya material kayu sudah siap untuk diberi lapisan cat.
4. Ukuran Amplas P180

Seandainya kamu masih merasa bahwa material kayu tersebut belum terlalu halus untuk dicat, maka harus diamplas lagi dengan amplas berukuran P180. Ya, jadi penggunaan ampas ini bertujuan untuk lebih menghaluskan material agar nantinya bisa dilakukan pengecatan.
Menariknya lagi, bahkan amplas ukuran P180 juga bisa kamu gunakan untuk menghaluskan permukaan meterial kayu dengan serat-serat kecil yang keluar dari permukaannya. Apabila ukuran material kayunya sudah pas dan tidak butuh banyak perubahan, kamu kamu hanya tinggal melakukan sedikit finishing saja.
5. Ukuran Amplas P240

Amplas dengan ukuran P240 ini sangat ideal digunakan untuk tahap finishing yang lebih halus, agar nantinya tidak perlu lagi dilakukan pengecatan untuk menutup serat kayunya. Dengan menggunakan amplas P240, maka tekstur permukaan material kayu akan lebih halus tanpa adanya corak dan serat.
Setelah material kayu diamplas dengan P240, itu artinya kamu dapat langsung mengaplikaskan lapisan pelindung dengan menggunakan oil finishing. Hasilnya, material kayu akan tampak terlihat lebih padat dan jelas.
Artikel serupa: Mengenal Finishing Cat Duco & Jenis Finishing Kayu Lainnya
6. Ukuran Amplas P320

Setelah menggunakan amplas P240, selanjutnya kamu bisa menggunakan amplas yang berukuran P320 untuk lebih menghaluskan tekstur permukaannya. Hal itu bukan tanpa sebab, karena sebagian kayu dan sebagian pengerjaan dibutuhkan tahap penghalusan kayu yang lebih lagi agar dapat mendapatkan hasil sempurna.
Adapun mengenai jenis bahan finishing yang biasa digunakan setelah selesai diamplas, yakni berupa minyak atau vernis. Pasalnya, kedua bahan finishing tersebut memang memiliki tekstur dan fungsi yang sama.
7. Ukuran Amplas P400

Pada dasarnya, amplas dengan ukuran P400 memang jarang digunakan. Ya, hal tersebut dikarenakan level kehalusannya setingkat lebih halus daripada amplas P320.
Dengan kata lain, kebanyakan para pengrajin kayu hanya perlu menggunakan amplas P320 saja untuk menyelesaikan kebutuhan pengerjaannya. Oleh karena itu, jenis amplas P400 hanya digunakan untuk menghaluskan lapisa poliuretan.
Lantas, apa yang dimaksud dengan poliuretan? Perlu diketahui, poliuretan merupakan zat polymeric materia yang memiliki kandungan urethane, dimana ia dihasilkan dari reaksi polyol dengan isocyanate yang berupa cairan.
8. Ukuran Amplas P800

Jenis ukuran amplas berikutnya yang akan dibahas, yakni bernama P800. Ukuran amplas yang satu ini lebih cocok digunakan untuk finishing terakhir terhadap material kayu yang rentan mengalami kerusakan atau patah.
Jadi, kayu yang berukuran kecil dan tipis bisa dihaluskan dengan menggunakan amplas P800 ini. Namun, cara peng-amplasannya harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak struktur kayu.
Tips Menggunakan Amplas Sesuai Kebutuhan
Setelah mengetahui jenis ukuran amplas, mari kita lanjutkan ke pembahasan berikutnya mengenai tata cara menggunakan amplas yang sesuai dengan kebutuhan. Adapun mengenai langkah-langkahnya seperti di bawah ini:
– Tips pertama
Gunakan balok kayu jika kamu akan melakukan peng-amplasan terhadap bidang top table, atau bagian kayu yang memerlukan tingkat kerataan tinggi. Ya, penggunaan balok kayu tersebut bertujuan untuk menghindari terjadinya ekukan terhadap permukaan kayu ketika kamu menggunakan jari untuk mengamplas.
Pasalnya, hal ini dikarenakan adanya tekanan dari jari sehingga akan membuat hasil finishingnya tidak merata.
– Tips kedua
Gunakan sponge yang berbentuk silinder ketika kamu akan mengamplas permukaan kayu yang berlekuk, seperti ukiran atau siku furniture. Ya, sponge ini akan membantu proses pengamplasan agar bisa mengikuti lekukan dari material kayu, sehingga nanti hasilnya akan lebih halus secara merata.
– Tips ketiga
Gunakanlah pisau palet (untuk dempul), kemudian balutkan pisau amplasnya pada palet dan amplas bagian yang sulit dijangkau, seperti siku bagian dalam atau siku yang mempunyai bekas lem.
Dengan begitu, maka tekanan dari ujung pisau palet tersebut akan membuat lapisan lem serta pada bagian sikunya menjadi semakin halus.
– Tips Keempat
Bagi kamu yang hendak mengamplas objek yang lebih luas, sebaiknya gunakan mesin sander untuk menghilangkan lapisan coating. Ya, mesin ini nantinya akan bekerja dengan cepat yang dapat mengikis permukaan kayu yang tidak rata.
Tak hanya itu, penggunaan mesin sander juga dapat membuat tekstur material kayu menjadi lebih halus dalam waktu yang singkat.
– Tips Kelima
Jika tekstur permukaan kayu sudah terasa halus, segera hentikan pengamplasan. Lalu, bagaimanakah cara meengetahui bahwa tekstur permukaan kayunya sudah halus?
Dalam hal ini, kamu bisa mengetahuinya dengan cara mera kayu menggunakan tangan kosong. Pasalnya, para pengrajin kayu juga kerap melakukan cara tersebut untuk mengetahui tingkat kehalusan pada material kayu.
Demikianlah ulasan singkat mengenai jenis-jenis ukuran amplas beserta tips penggunannya, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan penambah wawasan.
