jenis-jenis plafon rumah

Jenis-jenis Plafon Rumah Terpopuler 2021

Apa yang Dimaksud Dengan Plafon?

Plafon atau yang biasa kita sebut dengan nama “Langit-langit“, merupakan bagian material untuk menutupi rangka rumah. Dengan menggunakan plafon, maka tampilan rangka dan kabel-kabel yang ada diatasnya akan tertutupi sehingga terlihat lebih rapi.

Terdapat berbagai jenis bahan plafon yang tersedia dipasaran, yang mana masing-masingnya memiliki ciri khas tersendiri. Begitu pun dengan harganya, dimana setiap jenis plafon akan dijual dengan harga yang berbeda-beda juga.

Nah, untuk mengetahui jenis-jenis plafon yang biasa digunakan untuk rumah, mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Jenis-jenis Plafon Terbaik Untuk Hunian Rumah

1. Plafon Kayu (Lambersering)

plafon kayu

Untuk mendapatkan hunian dengan suasana yang lebih berbeda dari biasanya, maka penggunaan plafon kayu ini merupakan pilihan paling tepat. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat plafon kayu atau lambersering ini dapat menghadirkan nuansa yang elegan, mewah, natural, dan hangat pada sebuah hunian.

Akan tetapi, produk plafon kayu itu sendiri terbagi kedalam beberapa jenis berbeda seperti berikut :

  • Plafon Kayu Merbau

Pada umumnya kayu merbau sering dimnfaatkan untuk dijadikan bahan baku pembuatan lantai kayu indoor dan outdoor karena ukurannya yang cukup tebal. Meski demikian, ternyata kayu merbau juga bisa digunakan untuk bahan baku plafon kayu yang ketebalannya dibuat lebih tipis lagi. 

Karakteristik jenis kayu merbau memang terkenal dengan teksturnya yang begitu keras dan kokoh, sehingga tingkat keawetannya setara dengan kayu jati. Menariknya lagi, tampilan kayu yang satu ini mengusung warna merah kecoklatan dengan pola serat lurus.

  • Plafon Kayu Kumea

Dinilai dari tingkat kekuatan dan kekerasannya, kayu kumea termasuk kedalam kategori kelas menengah karena teksturnya yang cengderung agak halus. Sedangkan pada tampilannya, kayu kumea mengusung warna cokelat muda dengan pola serat lurus sehingga cocok dijadikan untuk plafon kayu. 

  • Plafon Kayu Agathis 

Kayu agathis alias kayu damar ini juga kerap digunakan untuk bahan baku plafon kayu, karena memiliki tekstur halus. Meski bertekstur halus, namun tingkat kekuatan dan keawetan jenis kayu yang satu ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Tak Cuma itu, bahkan bobotnya pun lebih ringan dari jenis kayu lainnya. 

  • Plafon Kayu Momala

Kayu momala banyak dihasilkan di daerah Sulawesi yang memang terkenal sebagai salah satu jenis kayu terbaik di Indonesia. Hal itu terbukti, yang mana karakteristik kayu momal sudah memenuhi standarisasi industri perkayuan, termasuk untuk produk plafon kayu. 

Bukan hanya itu saja, bahkan plafon kayu momala juga sudah terbukti tahan terhadap air lho. Dengan demikian, maka tak heran juga jika kayu momala selalu menjadi primadona bagi para pengrajin maupun para produsen kayu. 

  • Plafon Kayu Keruing

Menurut para produsen lambersering, menyebutkan bahwa plafon kayu keruing adalah yang paling laris diantara jenis plafon kayu lainnya. Ya, selain kriterianya yang cocok untuk plafon kayu, kayu keruing juga memiliki bobot yang jauh lebih ringan. 

Meski bobotnya lebih ringan, namun tingkat kekuatan dan tingkat keawetan yang dimilikinya bukanlah “kaleng-kaleng” lho. Hal itu terbukti, yang mana plafon kayu keruing dapat digunakan hingga puluhan tahun lamanya. 

Menariknya lagi, harga plafon keruing ini lebih murah dari plafon kayu merbau. Apalagi tampilannya yang begitu indah dilihat, sehingga penggunaan plafon kayu keruing ini akan mempermanis tampilan rumahmu.  

Untuk info pemesanan plafon kayu atau lambersering, silahkan hubungi marketing kami di nomor (022) 6078 505 / 0811 203 900

Artikel Populer Lainnya : Kelebihan Plafon Kayu

2. Plafon Triplek

Jika dilihat dengan mata telanjang, sekilas plafon triplek ini memang tampak seperti jenis plafon kayu. Ya, terang saja demikian, sebab material triplek terbuat dari bahan kau yang dikupas dan bukan jenis papan solid (kayu utuh).

Dengan demikian, maka tak heran jika plafon triplek selalu dijadikan alternatif pengganti plafon kayu yang harganya jauh lebih mahal. Meski sama-sama berbahan kayu, namun tingkat keindahan dan tingkat kekuatan plafon triplek tentunya jauh dibawah plafon kayu. 

Kelebihan

  • Memiliki bobot ringan yang dapat memudahkan proses pengangkatan dan pemasangan
  • Menawarkan harga yang relatif murah
  • Mudah dijumpai dipasaran
  • Ukuran ketebalan triplek tersedia kedalam banyak pilihan

Kekurangan

  • Tidak tahan terhadap air dan kelembapan
  • Rawan terhadap seragan rayap dan jamur
  • Hasil pemasangan yang rapi sangat sulit didapat
  • Membutuhkan perawatan yang rutin

3. Plafon Kalsiboard

plafon kalsiboard

Kalsiboard adalah sebuah material berupa kalsium yang diolah sedemikian rupa, sehingga terbentuklah lembaran-lembaran plafon yang cukup kuat. Tak hanya cukup kuat, bahkan harga yang ditawarkan pada produk plafon kalsiboard ini cenderung terjangkau.

Kelebihan

  • Kokoh dan tahan lama
  • Proses pemasangan yang cukup mudah
  • Tahan terhadap api dan air
  • Harga yang cukup bersahabat

Kekurangan

  • Sulit untuk medapatkan hasil yang rapi
  • Bagian sambungannya masih terlihat, sehingga dibutuhkan plesteran

4. Plafon PVC

plafon pvc

Istilah PVC adalah singkatan dari Polyvynil Chloride, yang berupa material thermoplastic dengan tekstur fleksibel. Biasanya bahan PVC sering digunakan sebagai bahan baku untuk produk pipa air atau paralon. Meski bahan PVC ini bersifat fleksibel alias lentur, namun ia sudah terbukti kuat dan tidak mudah pecah. 

Baca Juga : Alternatif Pengganti Lantai Keramik

Bahkan yang lebih hebatnya lagi, plafon PVC juga tahan terhadap korosi maupun serangan rayap lho. Apalagi dengan bobotnya yang jauh lebih ringan, sehingga akan memudahkan saat proses pemasangan.   

Kelebihan

  • Bobotnya lebih ringan sehingga mudah diangkat dan dipasang
  • Tidak membutuhkan perawatan khusus
  • Kokoh dan tahan lama
  • Tersedia dalam varian yang sudah difinishing

Kekurangan

  • Proses penyambungan yang cukup sulit
  • Jika terjadi kerusakan pada satu panel, maka harus diganti dengan yang baru
  • Sulit untuk melakukan finishing ulang karena tidak bisa dikerjakan pada satu area saja
  • Harga terbilang cukup mahal

5. Plafon Gypsum

plafon gypsum

Jenis plafon terpopuler untuk rumah berikutnya yang akan dibahas, yakni bernama plafon gypsum (ada juga yang menyebutnya gypsun). Ya, terang saja demikian, sebab harga plafon gypsum ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga plafon kayu. 

Salah satu daya tarik pada plafon gypsum yang tidak dimiliki oleh jenis plafon lain, yakni mengusung tekstur halus dan benar-benar rata. Adapun mengenai keunggulan dan kekurangan plafon gypsum seperti berikut :

Kelebihan

  • Proses pemasangan yang sangat mudah
  • Pengerjaan yang lebih rapi, halus, dan tidak membutuhkan nat (sambungan)
  • Bentuk plafon gypsum bisa disesuaikan dengan beragam desain dan warna
  • Mudah dijumpai dipasaran

Kekurangan

  • Plafon gypsum tidak akan tahan terhadap kelembapan 
  • Plafon gypsum juga mudah rusak saat terkena air
  • Daya tahan plafon gypsum terbilang pendek, yakni sekitar 3 – 5 tahun

Nah, itulah beberapa jenis plafon yang biasa digunakan untuk hunian rumah, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan referensi saat hendak membangun atau merenovasi rumah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top