Kupas Tuntas Seputar Tanean Lanjhang (Rumah Adat Madura)

Tanean Lanjhang

Rumah adat madura – Meski letak Madura berada terpisah dari pulau Jawa, namun Madura masih termasuk bagian dari Provinsi Jawa Timur.

Terlebih saat ini sudah dibangun jembatan Suramadu, sehingga dapat memudahkan masyarakatnya untuk melintasi Jawa Timur ke Madura begitu pun sebaliknya.

Berbicara soal Madura, tentunya kita sudah tak asing lagi dengan sate khas Madura yang terkenal lezat dan empuk. Selain sate, Madura juga memiliki rumah adat yang terkenal bernama Tanean Lanjhang.

Nah, buat kamu yang ingin mengenal lebih jauh lagi seputar rumah adat Madura, yuk kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Sekilas Tentang Tanean Lanjhang

Tanean Lanjhang merupakan sebuah hunian tradisional Madura yang menggambarkan kehidupan social di daerah sekitarnya.

Istilah Lanjhang Tanean itu sendiri diambil dari bahasa Madura yang artinya “Halaman Panjang”. Hal tersebut dikarenakan pada umumnya rumah adat suku Madura memiliki pola bangunan yang memanjang.

Kabarnya, asal usul rumah Tanean Lanjhang ini karena masyarakat Madura mempunyai ikatan keluarga yang sangat kuat sehingga mereka membangun permukiman untuk dijadikan tempat tinggal bersama-sama.

Berbagai Fakta Unik Rumah Adat Madura

1. Makna Tanean Lanjhang

Rumah Tanean Lanjhang tidak dirancang berderet begitu saja, melainkan tersimpan makna atau filosopi yang terkandung didalamnya.

Penyusunan rumah yang dibuat memanjang dari arah timur ke barat, memiliki arti tentang tingkatan keluarga dari yang tua hingga muda.  

 Makna Tanean Lanjhang
foto@Rumah.com

Sedangkan penempatan langgar, dapur, dan kandang hewan ternak yang diatur sedemikian rupa. Dapur dan kandang hewan biasanya akan ditempatkan di sebelah timur, sementara langgar berada di bagian barat.

Hal tersebut menunjukkan bahwa area spiritual seperti langgar yang bersifat religius, memiliki tempat lebih baik dibandingkan dengan ruangan lainnya yang bersifat materialistik.

Baca juga: Ingin Buat Desain Rumah Joglo? Ini Dia Rekomendasinya

2. Simple Namun Mampu Menarik Wisatawan

Meski terkesan sederhana, namun bangunan rumah Tanean Lanjhang disusun sangat rapi dan terorganisir. Hal itu terbukti, yang mana bangunannya berderet sehingga tampak lebih presisi dan terukur.

wisatawan mengunjungi Tanean Lanjhang
foto@Bangsaonline.com

Berkat keunikan bangunan Tanean Lanjhang, secara otomatis mampu menyita perhatian para wisatawan lokal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Bahkan, tak sedikit pula wisatawan asing yang terpikat dengan keunikan bangunan rumah Tanean Lanjhang.

3. Bahan Bangunan yang Digunakan

Pada awalnya, masyarakat Madura masih menggunakan material batu alam sebagai bahan utama dalam membangun rumah Tanean Lanjhang.

Bahan Bangunan yang Digunakan

Lantainya pun hanya beralaskan tanah dan plester semen saja. Seiring dengan perkembangan zaman, kini masyarakat Madura sudah mulai menggunakan material modern seperti keramik, granit, marmer, hingga lantai kayu.  

Untuk bagian kerangka rumah biasanya mengggunakan material kayu serta dinding yang di rancang menggunakan papan.

Beralih ke bagian atapnya, yang mana genteng Tanean Lanjhang akan menyesuaikan dengan kondisi keuangan si pemilik rumah.

Kendati demikian, genteng pada Tanean Lanjhang terdiri dari tiga desain seperti berikut:

  • Pacenan: Atap rumah yang bentuknya mirip dengan tanduk atau ekor
  • Jadrih: Atap rumah yang mempunyai dua puncak atap
  • Trompesan: Atap rumah dengan tiga patahan yang disesuaikan dengan ukuran lebar rumah.

Baca juga: Review Atap Fiber Transparan Mulai Dari Jenis, Harga, Hingga Plus Minusnya

4. Karakteristik Rumah Adat Madura

Pada dasarnya Tanean Lanjhang bukanlah rumah yang terdiri dari satu rumah saja, melainkan sebuah kawasan yang terdiri dari beberapa rumah.

Itu sebabnya, mengapa permukiman Tanean Lanjhang selalu hidup berdampingan antara satu rumah ke rumah lainnya.

Karakteristik Rumah Adat Madura
foto@Rumah123.com

Berdasarkan cerita masyarakat setempat, Tanean Lanjhang diawali dari sebuah rumah induk yang disebut dengan Tonguh.

Nah, rumah Tonguh tersebutlah yang menjadi pelopor lahirnya rumah adat suku Madura atau sebagai leluhur keluarga.

Dengan lahirnya sebuah kawasan yang membentuk Tanean Lanjhang, karena setiap orang tua yang menikahkan anaknya (khususnya anak perempuan) diwajibkan membangun satu rumah yang ditempatkan di sebelah timur rumah tonguh.

5. Komponen Rumah Tanean Lanjhang

Komponen Rumah Tanean Lanjhang
foto@Lenteramata

Ada beberapa komponen yang biasanya terdapat pada Tanean Lanjhang seperti berikut:

* Komponen Pertama

Rumah Tanean Lanjhang tampak bederderet ke samping serta mengusung bentuk persegi panjang. Untuk ukurannya, hal ini tergantung keinginan si pemilik rumah. Namun, kebanyakan rumah Tanean Lanjhang memiliki ukuran sekitar 6,6 x 11 m.

Baca juga: Inspirasi Desain Bangunan Rumah Khas Eropa

* Komponen Kedua

Pada komponen kedua ini berupa “Langgar”, sehingga menjadi simbol bahwa masyarakat Madura adaah orang yang religius dan taat dalam beribadah. Lantas, apa yang dimaksud dengan Langgar?

Sebenarnya Langgar ini merupakan perlengkapan Sholat, seperti sejadah, mukena, kopiah, tikar, hingga pengeras suara untuk mengumandangkan adzan.

* Komponen Ketiga

Adapun komponen ketiga pada Tanean Lanjhang yang berupa ruang dapur. Dilihat dari segi desainnya, dapur rumah Tanean Lanjhang ini tidak berbeda jauh dengan desain dapur pada umumnya.

Akan tetapi, terdapat factor yang membedakan dapur Tanean Lanjhang dengan dapur rumah biasa. Ya, perbedaan tersebut terletak pada posisinya. Biasanya dapur Tanean Lanjhang berada di luar atau terpisah dari bagian rumah.

* Komponen Keempat

Komponen keempat pada rumah Tanean Lanjhang ini berupa sebuah kandang yang digunakan untuk memelihara hewan ternak, seperti ayam, kerbau, sapi, kambing, dan sebagainya.

Namun, masyarakatnya tidak diwajibkan untuk memelihara hewan ternak. Dengan kata lain, masyarakatnya diperbolehkan untuk memilih profesi yang akan dijalaninya.

Selain itu, tidak ada ciri khas dari kandang tersebut, entah dari segi bentuk maupun materialnya. Sehingga si pemilik rumah dapat membangun kandangnya sesuai selera.

* Komponen Kelima

Untuk komponen kelima ini bernama tanean yang berupa halaman untuk berbagai kegiatan, seperti menjemur pakaian, menjemur hasil pertanian – perkebunan, dijadikan tempat pernikahan, hingga area bermain untuk anak-anak.

Biasanya, luas halaman tersebut akan disesuaikan dengan jumlah rumah yang dibangun pada area Tanean Lanjhang.

Demikianlah ulasan singkat mengenai seluk beluk seputar rumah adat Madura, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan penambah wawasan.

Scroll to Top