Bengkirai dan keruing termasuk kedalam tipe kayu keras, karena keduanya memiliki struktur serat yang begitu rapat dan padat.
Lantas, mana yang lebih bagus diantara kayu bengkirai dan kayu keruing?
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi seputar perbandingan kayu bengkirai dan kayu keruing, mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.
Mengenal Pohon Kayu Bengkirai
Pohon bengkirai umunya tumbuh subur di kawasan hutan tropis seperti Kalimantan dan Sulawesi. Namun, pohon bengkirai juga terdapat di negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina.

Menurut kabar yang beredar, pohon begkirai dapat tumbuh dengan ketinggian hingga 40 meter. Sedangkan ukuran diameternya mencapai 120 cm, serta memiliki tampilan warna kuning kecoklatan.
Mengingat akan hal itu, maka tak heran juga jika kayu bengkirai sering disebut dengan istilah “yellow balau”.
Kayu bengkirai mempunyai tekstur padat, dan biasanya dapat kering dalam waktu mulai dari 12 hari hingga 1 bulan pada suhu normal, yang nantinya akan diolah lagi menjadi berbagai kebutuhan properti.
Dari segi bobotnya, kayu bengkirai ini memang lebih berat dibanding kayu jati. Tak hanya itu, tekstur kayu bengkirai juga terasa agak kasar saat diraba dengan tangan.
Karakteristik Kayu Bengkirai

1. Kayu Bengkirai Mudah Diolah
Meski bobotnya lebih berat dibandung kayu jati, namun kayu bengkirai ini mudah diolah untuk berbagai kebutuhan produk furniture atau property.
Menariknya lagi, ternyata kayu bengkirai juga bisa di ukir, diserut, dan dipotong dengan mudah sehingga kerap diandalkan oleh para pengrajin kayu.
Kayu bengkirai biasanya diaplikasiikan untuk kebutuhan outdoor, seperti pagar, fasad bangunan, hingga decking (lantai kayu outdoor).
Artikel Terkait: Spesifikasi Decking Bengkirai
2. Kayu Bengkirai Sangat Kuat dan Tahan Lama
Menurut Departemen Kehutanan, kayu bengkirai memiliki tingkat kekuatan kelas l dan ll sehingga kualitasnya hampir setara dengan kayu jati lho.
Mengingat durabilitasnya yang tinggi, maka tak heran juga jika kayu bengkirai sangat cocok digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan produk eksterior rumah.
3. Tahan Terhadap Perubahan Cuaca Ekstrim
Disamping tingkat kekuatannya yang mumpuni, ternyata jenis kayu yang satu ini juga sudah terbukti tahan terhadap perubahan cuaca ekstrim.
Itu sebabnya, mengapa kayu bengkirai lebih cocok digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan property outdoor seperti decking, meja, kursi, jembatan, dan lain sebagainya.
Bahkan kayu ini juga kerap dilibatkan untuk berbagai kebutuhan konstruksi, seperti jembatan, bantalan rel kereta, dermaga, dan sebagainya.
4. Dapat Menghadirkan Nilai Estetika yang Tinggi
Dikarenakan kayu bengkirai tampil dengan warna kuning kecoklatan, tentunya ia dapat memberikan kesan yang lebih natural, elegan, dan tidak berlebihan.
Kendati demikian, furniture yang berbahan kayu bengkirai ini juga menghasilkan warna yang lebih cantik jika ditimpa lagi dengan menggunakan berbagai warna cat.
Itu sebabnya, mengapa kayu bengkirai selalu menjadi andalan bagi para pengusaha lantai parket.
5. Mempunyai Tekstur Serat yang Indah
Inilah yang menjadi alasan, mengapa kayu bengkirai menjadi pilihan utama para pengrajin maupun pengusaha property kayu.
Ya, sebab jenis kayu yang satu ini memiliki tekstur serat yang begitu sedap dipandang. Saking indahnya, bahkan property berbahan kayu bengkirai tidak perlu lagi dilapisi dengan warna lain.
Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat warna alami yang dimilikinya sudah terlihat indah, mewah, elegan, dan natural.
6. Potensi Kelengkungan Kayu Bengkirai Sangat Minim
Keunggulan terakhir dari kayu bengkirai yang tidak dimiliki oleh jenis kayu lainnya, yakni tingkat kelengkungannya yang begitu minim. Mengapa bisa demikian?
Pasalnya, hal itu dikarenakan tekstur kayu bengkirai yang begitu keras sehingga membuatnya tahan terhadap air dan tidak mudah bergeser.
Dengan demikian, maka tak heran jika kayu bengkirai sangat cocok dijadikan untuk pembuatan decking maupun property outdoor lainnya.
Mengenal Pohon Kayu Keruing (Kruing)
Pohon keruing atau kruing tampil dengan ukuran yang tinggi dan besar, dimana batang pohonnya kerap digunakan untuk berbagai kebutuhan industri perkayuan dan konstruksi bangunan.
Kualitas kayu keruing dari Indonesia memang sudah tersohor di bidang perkayuan internasional, sehingga harga yang ditawarkannya pun tergolong cukup mahal.

Mengingat permintaan kayu kruing terus mengalami peningkatan pada setiap tahunnya, maka tak heran jika keberadaannya mulai terancam.
Selain di Indonesia, pohon keruing juga tumbuh subur di beberapa kawasan Asia lainnya seperti Myanmar, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, Filipina, hingga Cina.
Untuk keberadaannya di Indonesia, pohon keruing ini bisa kita jumpai di beberapa daerah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Lombok, Sumbawa, dan Bali.
Karakteristik Pohon Keruing
- Ukuran pohonnya tinggi besar dan mampu tumbuh hingga mencapai ketinggian 65 meter
- Batang pohonnya berbentuk lurus, bulat giling dan gemanya berukuran sekitar 150 cm – 260 cm
- Batang dan ranting pohonnya akan mengeluarkan resin saat disayat
- Ranting pohonnya memiliki rambut bertekstur halus dan kasar
- Daun pohon keruing menyirip lurus dan tampak berurat di bagian bawahnya
- Pohon keruing berdaun tunggal dengan ukuran besar, serta memiliki 5 kelopak
- Buah dari pohon keruing terbungkus oleh kelopak dan berukuran besar, yang dinamai buah geluk
Pohon keruing itu sendiri umumnya tumbuh subur di hutan primer yang memiliki sifat musim perbungaan raya.
Sehingga ia kerap berbunga dan berbuah dalam jumlah banyak pada musim tertentu. Adapun mengenai beragam pemanfaatan pohon keruing seperti berikut :
Pemanfaatan Kayu Keruing

1. Sebagai Bahan Konstruksi Bangunan
Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa kayu keruing sering digunakan untuk kebutuhan konstruksi bangunan, entah itu konstruksi bangunan kelas menengah hingga konstruksi kelas berat.
Ya, seperti pembangunan rumah, gedung, pelabuhan, dan lain sebagainya.
Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat kayu keruing sudah terbukti kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca ekstrim.
2. Pembuatan Mebel / Furniture
Tak hanya diandalkan dalam bidang konstruksi, kayu keruing pun memiliki peranan penting dalam memenuhi bidang mebel atau furniture.
Tentu saja hal itu pun tidak lepas dari sifat kayu keruing yang kuat, kokoh, dan tahan terhadap perubahan cuaca.
Itu sebabnya, mengapa kayu keruing tak hanya dijadikan untuk furniture indoor saja, melainkan juga untuk property outdoor seperti decking.
Baca juga: Review Perbandingan Kayu Keruing dan Ulin
3. Manfaat Pohon Keruing Lainnya
- Bahan baku pembuatan kertas
- Minyak keruing sebagai pelumas
- Sebagai bahan pembuatan obat-obatan tertentu
- Bahan pembuatan kosmetik
- Pewarna industri keramik
- Dijadikan bahan bakar arang
Demikianlah penjelasan singkat mengenai perbandingan kayu bengkirai dan keruing, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan penambah wawasan.
