Jenis batako – Saat hendak membangun sebuah hunian, tentu saja bata menjadi salah satu jenis material yang wajib ada.
Pasalnya, bata memiliki peranan penting untuk pembuatan pondasi dinding bangunan. Namun, kebanyakan masyarakat kita lebih suka menggunakan bata merah ketimbang jenis bata lainnya.
Hal itu bukan tanpa alasan, karena harga bata merah memang lebih murah serta bisa dibeli secara eceran. Kendati demikian, tak sedikit juga dari mereka yang memilih batako sebagai pengganti bata merah.
Nah, secara kebetulan juga pada ulasan kali ini akan membahas seluk beluk seputar batako. Maka dari itu, simaklah baik-baik ulasannya berikut.
Batako Terbuat Dari Apa?
Menurut informasi yang didapat, batako terbuat dari berbagai campuran material, seperti semen, kapur, kericak, dan pasir.
Namun, batako di Indonesia sering juga disebut dengan istilah bataton atau bata beton karena tampilannya yang mirip dengan paving block.
Batako yang tersedia dipasaran terdiri dari beragam jenis dengan ciri khasnya tersendiri. Adapun mengenai jenis-jenis batako yang akan dibahas seperti berikut:
3 Jenis Batako Paling Umum
1. Batako Trass

Batako Trass atau yang lebih populer dengan bata kapur terbuat dari campuran trass, batu kapur, dan air. Lantas, apa yang dimaksud dengan trass?
Perlu diketahui, trass merupakan jenis tanah berwarna putih atau putih kecoklatan yang diambil dari lapukan bebatuan gunung berapi.
Kabarnya, cara pembuatan Batako Trass hampir mirip dengan bata merah, yakni dibakar hingga teksturnya menjadi kering dan keras.
Dikarenakan tampilannya yang berwarna putih, batako juga tak jarang disebut dengan istilah bata hebel. Padahal, batako dan bata hebel merupakan dua jenis bata yang berbeda lho.
Artikel Terkait: Sebelum Membeli Bata Hebel, Ketahui Dulu Plus Minusnya
2. Batako Beton (Bataton)

Biasanya Batako Beton terbuat dari campuran semen PC (portland), pasir, dan material pendukung lainnya.
Pada proses pembuatannya, semua adonan tersebut akan dicetak sedemikian rupa sampai bentuk dan teksturnya telah memenuhi syarat agar bisa digunakan pada pondasi dinding bangunan.
Adapun mengenai dua teknik pembuatan Batako Beton, yakni dengan cara manual dan menggunakan mesin canggih.
3. Batako Semen

Kemudian ada jenis Batako Semen atau yang sering disebut dengan bata press. Sesuai dengan namanya, jenis batako ini terbuat dari campuran semen dan pasir.
Selain itu, Batako Semen memiliki ciri khas lainnya yang berupa luas penampang lubang lebih dari seperempat dari isi batanya.
Pada umumnya, Batako Semen memiliki dua sampai tiga lubang di bagian sisinya untuk diisi dengan adukan pengikat atau spesi.
Baca juga: Berikut Jenis-jenis Semen yang Biasa Digunakan Pada Konstruksi Bangunan
Ukuran Dimensi Batako
Sebenarnya ukuran batako yang tersedia dipasaran cukup bervariasi, karena akan dibedakan berdasarkan kebutuhan konsumen.
Untuk jenis batako trass, biasanya ia memiliki ukuran panjang sekitar 20-30 cm, tebal 8-10 cm dan tinggi 14-18 cm.
Sementara batako semen memiliki ukuran panjang berkisar 36-40 cm, tinggi 18-20 cm, dan ketebalannya yang mencapai 8-10 cm.
Harga Batako Berdasarkan Jenisnya
- Batako: Rp 2.450 per pcs
- Batako Press Lock: Rp 2.100 per pcs
- Batako Putih: Rp 3.600 per pcs
- Batako Murni: Rp 2.900 per pcs
- Batako Hebel: Rp 745.000 per kubik
- Batako Hitam Pres: Rp 1.600 per pcs
- Batako Pres 3 Lubang: Rp 1.050 per pcs
- Batako Reguler 2 Lubang: Rp 3.900 per pcs
- Batako Reguler 3 Lubang: Rp 3.700 per pcs
- Batako Conblock Murni: Rp 4.500 per pcs
Baca juga: Bata Merah Vs Bata Hebel, Mana yang Terbaik?
Keunggulan Batako:
- Memiliki ukuran yang lebih besar dibanding bata merah, sehingga tidak membuatnya boros dalam pemakaian batako maupun material perekat
- Ukurannya yang relatif sama dan cetakannya lebih rapi ketimbang bata merah
- Dikarekanakan ukurannya yang lebih besar, secara otomatis dapat menghemat waktu serta tenaga saat proses pemasangan
- Batako lebih mudah dipotong secara rapi
- Batako memiliki sifat kedap air sehingga dapat mengurangi risiko perembesan air hujan
- Bobot batako lebih ringan dari bata merah karena ada rongga di bagian tengahnya.
Kekurangan Batako:
- Batako mudah mengalami keretakan
- Tak hanya mudah retak, batako juga mudah pecah karena teksturnya yang tidak terlalu padat
- Batako akan menyerap panas sehingga membuat suhu didalam ruangan menjadi panas.
Tata Cara Memasang Batako:

- Tempatkan adukan semen ke bagian yang hendak dipasang batako (cukup satu batako saja dulu)
- Setelah itu, letakan batako dibagian atas adonan semen secara perlahan dengan ujungnya yang sedikit mendorong adonan
- Kemudian sesuaikan posisi batako dengan cara menggesernya (bukan di angkat)
- Ulangi cara tersebut pada setiap pemasangan batakonya sampai selesai satu baris
- Supaya hasil pemasangannya lebih lurus dan rapi, maka gunakan tali untuk mengukur kelurusan dengan cara mengikat talinya ke bagian ujung dua tembok
- Semua siar vertikal, siar antar dinding, serta kolom atau blok harus terisi penuh
- Selanjutnya sesuaikan ketebalan adukan siar pada kisaran 1 cm dengan variasi 3 mm
- Apabila pemasangan batako pada dindingnya selesai, segera tutupi dindingnya dengan menggunakan terpal atau penutup lainnya agar tidak terkena terik matahari maupun air hujan
- Untuk tahap selanjutnya, beri percikan air setiap harinya selama 1-2 harian
- Proses terakhir, lindungi dinding dari faktor cuaca dengan memplester area dinding menggunakan adonan semen.
Nah, seperti itulah penjelasan singkat mengenai seluk beluk batako, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum menggunakannya.
