Saat hendak membangun sebuah hunian rumah, tentu saja ada banyak sekali jenis material yang harus tersedia. Ya, salah satunya adalah keramik yang kerap digunakan sebagai alas lantai.
Dengan penggunaan lantai keramik, tentu saja tampilan rumah kita akan tampak terlihat lebih indah. Tak hanya digunakan untuk alas lantai, keramik juga kerap digunakan untuk melapisi dinding.
Ada berbagai keunggulan dari keramik yang tidak dimiliki oleh jenis lantai lainnya.
Terlebih dari segi harga, dimana harga lantai keramik merupakan yang paling murah dibanding dengan jenis lantai lain.
Berbicara soal lantai keramik, pada kesempatan kali ini juga akan membahas seputar daftar harga keramik di Bandung terbaru.
Tanpa banyak panjang lebar lagi, mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.
Harga Keramik di Bandung
| Jenis Produk | Ukuran | Harga |
| Keramik Roman Golongan A | 20 x 20 | Rp 87.000 |
| Keramik Roman Golongan B | 20 x 20 | Rp 90.000 |
| Keramik Roman Golongan D | 20 x 20 | Rp 100.000 |
| Keramik Roman Golongan B | 30 x 30 | Rp 87.000 |
| Keramik Roman Golongan C | 30 x 30 | Rp 91.000 |
| Keramik Roman Golongan A | 40 x 40 | Rp 97.000 |
Baca juga: Harga Lantai Parket Kayu 2026
Tips Memasang Lantai Keramik Sendiri
Sejatinya semua pekerjaan yang dilakukan oleh ahlinya akan membuat hasil pekerjaan menjadi lebih cepat dan akurat.
Begitu juga dalam pemasangan lantai keramik, yang mana akan lebih cepat jika dilakukan oleh tukangnya.
Namun, tidak ada salahnya juga jika kamu ingin mencoba memasang lantai keramik seorang diri.
Nah, berikut di bawah ini ada beberapa tips memasang lantai keramik sendiri tanpa bantuan ahlinya.
1. Mempersiapkan Peralatan dan Bahan

Sebelum memulai proses pemasangan lantai keramik, maka ada beberapa alat dan bahan-bahan yang harus kamu sediakan.
Adapun mengenai peralatan dan bahan-bahan yang harus disiapkan seperti berikut :
- Semen khusus ubin
- Papan aplikator
- Meteran
- Nat keramik
- Tile spacer
- Benang tebal
- Sarung tangan
- Pensil
2. Ukurlah Luas Lantai Ruangan

Jika semua peralatan dan bahan-bahannya tersedia, ukurlah luas lantai ruangan rumahmu dengan menggunakan meteran.
Dalam hal ini, ukur uas lantai di antara kedua sisinya dengan cara menarik meteran dari arah kiri ke kanan dan atas ke bawah.
Setelah itu, beri tanda garis dengan menggunakan pensil pada ukuran tersebut sampai bertemu pada satu titik tepat di bagian tengah lantai.
Selanjutnya tempelkan benang sesuai dengan tanda garis yang sudah kamu buat tadi, kemudian gunting,
3. Coba Pasang Lantai Keramik Tanpa Semen

Agar posisi dan letak keramiknya sesuai dengan garis penanda yang telah dibuat tadi, maka kamu harus menempatkan keramik tersebut pada permukaan lantai tanpa menggunakan semen.
Jika sudah demikian, gunakan tile spacer agar ada jarak yang cukup diantara keramik yang sudah kamu letakkan di atas permukaan lantai.
Dengan melakukan teknik yang satu ini, maka tujuannya untuk memastikan peng-aplikasian dapat merata serta mencari bagian mana saja yang mungkin tidak bisa dipasang secara penuh.
4. Merendam Lantai Keramik Dalam Air

Langkah berikutnya yang jangan sampai kamu lewatkan, yakni merendam lantai keramik di dalam air. Lantas, apa tujuannya?
Ya, tahap perendaman ini bertujuan untuk membuat pori-pori keramik menjadi terbuka lebih lebar, sehingga dapat menyerap air dan bisa menempel dengan sempurna saat proses pemasangan nanti.
Setelah proses perendaman selesai, maka bersihkan keramik tersebut agar terbebas dari partikel kecil yang menempel seperti butiran kerikil dan pasir.
Sebab jika kondisinya sudah bersih, maka lantai keramik tersebut dapat menempel dengan sempurna lho.
artikel terkait -> Keunggulan dan Kekurangan Lantai Keramik
5. Memberikan Jarak Antara Keramik yang Berdasarkan Kualitasnya

Apabila kamu ingin mendapatkan hasil akhir lantai yang maksimal, maka penting sekali untuk memperhatikan kualitas dari keramik itu sendiri saat membelinya. Mengapa demikian?
Pasalnya, keramik dengan kualitas rendah akan sulit dipasang secara presisi meski sudah dibuat perhitungan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, maka kamu harus memberikan jarak sekitar 0,2 – 0,5 mm saat proses pemasangan lantai keramik.
6. Lapisi Seluruh Permukaan Lantai Dengan Semen Khusus

Selanjutnya kamu harus melapisi seluruh permukaan lantai dengan menggunakan semen khusus. Namun, pemberian semen khusus ini harus dilakukan secara bertahap dan jangan sekaligus langsung ya!
Bukan hanya itu, jangan lupa juga untuk menggunakan sarung tangan saat akan mengoleskan semen khusus secara tipis dan merata ke permukaan lantai.
Lakukan pemasangan lantai keramik satu per satu dengan menggunakan system tempel lalu tekan.
Dalam hal ini kamu bisa menggunakan papan atau palu kayu untuk menekan-nekan keramik tersebut secara perlahan.
Tapi perlu diingat, bahwa setiap satu baris keramik yang sudah tempel, maka pastikan semua permukaan lantainya sudah memiliki ketinggian yang sama.
7. Mengaplikasikan Nat Keramik

Tahap terakhir dalam proses pemasangan lantai keramik, yakni melakukan finishing dengan mengoleskan nat (semen oker).
Pada umumnya, pengolesan nat keramik ini baru bisa dilakukan setelah 2 sampai 4 hari kemudian.
Ya, hal itu bertujuan agar sisa udara yang ada di rongga keramiknya dapat keluar.
Jika sudah demikian, kamu pun bisa langsung memulai untuk mengoleskan nat di antara celah lantai keramik yang masih kosong.
Selesai, bagaimana cukup mudah dan simple bukan?
Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan dalam memasang lantai keramik seorang diri, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk menyewa jasa tukang.
