Definisi Lantai Mulai Dari Fungsi dan Jenis-jenisnya

Definisi Lantai Mulai Dari Fungsi dan Jenis-jenisnya

Bisa dipastikan bahwa sebagian besar rumah-rumah di sekitar kita terdapat lantai. Ya, terang saja demikian, sebab lantai itu sendiri merupakan salah bagian penting yang memang tidak bisa dipisahkan dari sebuah hunian. Dengan kata lain, pelapis lantai menjadi material akhir yang digunakan untuk menutupi struktur lantai dasar.

Dengan adanya bahan pelapis lantai, tentu saja akan memberikan kenyamanan maksimal saat kita berpijak di atasnya. Selain fungsi utamanya untuk memberikan rasa nyaman dalam berpijak, kehadiran lantai juga pastinya dapat memperindah tampilan rumah kita.

Bukan hanya itu, bahkan lantai rumah pun kerap digunakan untuk meletakkan berbagai barang-barang, seperti meja, lemari, kulkas, dan lain sebagainya.

Disamping untuk meletakkan barang-barang, tentunya penggunaan lantai pastinya akan mempermudah berbagai aktifitas kita, mulai dari berjalan, duduk, rebahan, dan sebagainya.

Seluk Beluk Lantai

Pada umumnya, beban yang diterima oleh lantai terkadang cukup besar sehingga memerlukan ketepatan desain dan pemilihan material yang tepat. Adapun mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dalam pemilihan material lantai, seperti tahan banting, tahan air, harga, tingkat kenyamanan, tingkat perawatan, dan tampilannya.

Akan tetapi, perihal lantai itu tidak melulu seputar interior saja. Dengan kata lain, eksterior lapisan bawah seperti paving, batu sika, dan lain sebagainya juga masih termasuk kedalam material penutup lantai. Ya, terdapat material lantai yang bisa dipasang pada interior dan eksterior, namun tergantung lagi pada kebutuhan dan ketersediaan bahan.

Jenis-jenis Lantai yang umum Digunakan

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan di atas tadi, bahwa ada banyak sekali jenis-jenis material lantai yang tersedia di pasaran. Tentu saja pada masing-masing material lantai tersebut memiliki ciri khas yang berbeda, mulai dari tingkat kekuatan, tingkat kekerasan, bentuk, warna, motif, hingga cara perawatan.

Adapun mengenai berbagai jenis-jenis lantai yang umumnya di gunakan pada sebuah hunian seperti berikut :

1. Lantai Plester

lantai plester

Memang tidak bisa dpungkiri lagi, bahwa lantai plester merupakan jenis lantai paling sederhana dan juga paling murah dari segi biaya. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat proses pengerjaan lantai plester ini tidak berbeda jauh dengan proses pengerjaan memplester dinding yang di-aci sampai halus.

Meski demikian, terdapat pula perbedaan pada diantara kedua proses pengerjaan tersebut. Ya, pada proses pengerjaan lantai, maka akan dilakukan langkah penggosokan sampai halus dan mengkilap. Dengan begitu, warna yang ditampilkannya akan sama dengan warna semen pasir dan cenderung lebih gelap.

Pada beberapa peneriapan yang dilakukan dengan merata (covering) dalam luas ruang, maka terdapat kelemahan saat terjadi retak karena tidak bisa diganti dengan material lain. Itu sebabnya, mengapa keretakan pada lantai plester harus ditambal dengan bahan yang sama, yakni pasir dan semen.

2. Lantai Keramik

lantai keramik

Pastinya kita sudah tidak asing lagi dengan jenis bahan lantai yang satu ini bukan? Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat sebagian besar rumah-rumah di Indonesia memang menggunakan bahan keramik sebagai penutup lantainya. Lantai keramik mempunyai fleksibilitas pemakaian yang tinggi, serta bisa diaplikasikan pada hampir seluruh bagian rumah.

Tak hanya kuat dan kokoh, bahkan lantai keramik juga tidak membutuhkan proses pemolesan dan mudah dirawat. Tak cuma itu, harga lantai keramik pun relatif murah ketimbang jenis-jenis material lantai lainnya.

Baca Juga : Inilah Warna Keramik yang Cocok Untuk Ruang Tamu

Seiring dengan perkembangan teknologi, lantai keramik menghadirkan berbagai macam warna, motif, dan ukuran sehingga bisa kita pilih sesuai dengan konsep hunian rumah. Terdapat berbagai macam motif keramik yang dapat kita jumpai dipasaran, mulai dari motif bebatuan, kayu-ayuan, dan masih banyak lagi.

Mengingat akan hal itu, maka tak heran juga jika keramik merupakan salah satu jenis lantai yang paling populer di pasaran. Tentu.

3. Lantai Marmer

lantai marmer

Untuk kalian yang ingin rumahnya menonjolkan sisi kemewahan, maka penggunaan lantai marmer ini merupakan pilihan paling tepat. Ya, sebab lantai marmer memiliki kilauan bening sehingga dapat menciptakan nuansa mewah dan elegan.

Lantai marmer pada umumnya tampil dengan tekstur dan pola yang tidak beraturan. Dari segi harga, lantai marmer memang lebih mahal diantara jenis bahan lantai lainnya. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat ketersediaan bahan bakunya yang terbatas.

Selain dapat menghadirkan nuansa mewah dan elegan, lantai marmer juga sudah terbukti kuat dan tahan lama lho. Akan tetapi, ada satu kelemahan pada lantai marmer yang harus kalian ketahui, yakni memiliki pori-pori relatif besar.

Itu artinya, lantai marmer membutuhkan perawatan yang ekstra. Mengapa demikian? Pasalnya, lantai marmer memiliki sifat yang mudah menyerap cairan serta meninggalkan noda apabila tidak segera dibersihkan.

4. Lantai Granit

lantai granit

Seperti halnya lantai marmer, yang mana granit juga termasuk kedalam golongan material lantai kelas atas. Namun, pori-pori pada lantai granit lebih rapat sehingga membuatnya tidak mudah menyerap cairan maupun kotoran.

Penggunaan lantai granit pun dapat menghadirkan nuansa mewah dan elegan pada sebuah hunian. Bukan hanya itu, lantai granit juga sangat kokoh dan tahan lama. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kini telah hadir granit buatan yang menyuguhkan beragam motif dengan harga lebih murah.

5. Lantai Kayu

lantai kayu

Lantai kayu atau yang biasa disebut dengan istilah parket (parquete), merupakan bahan penutup lantai yang terbuat dari kayu solid (kayu utuh). Dengan demikian, maka tak heran juga jika penggunaan lantai kayu parket dapat menghadirkan nuansa natural namun tetap elegan.

Tak hanya indah dipandang, lantai kayu juga sudah terbukti kokoh sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Terlebih jika diberi perawatan yang tepat, dimana daya tahannya bisa mencapai ribuan tahun lho.  

Adapun mengenai produk lantai kayu parket yang terbagi lagi kedala dua tipe berbeda, yakni lantai kayu indoor dan outdoor.

Jenis Lantai Kayu Indoor

  • Parket Solid Jati
parket solid jati

Produk parket yang satu ini terbuat dari 100% kayu jati asli, sehingga tingkat kekuatannya sudah tidak diragukan lagi. Bahkan kayu jati juga menempati urutan pertama dari segi keindahannya.  

Nah, karena hal itulah yang membuat parket solid jati ini dibanderol dengan harga yang mahal. Namun, tidak semua tipe parket solid akan dijual dengan harga dan kualitas yang sama. Sebab produk parket solid jati akan dibedakan lagi berdasarkan kelasnya, yaitu grade A, B, dan C.

  • Parket Solid Merbau
parket solid merbau

Kayu merbau banyak didapat dari daerah Papua, karena kualitas kayu merbau Papua memang memenuhi industri perkayuan. Ya, karakteristik kayu yang satu ini memiliki tekstur keras dan berwarna merah kecoklatan, sehingga sangat ideal dijadikan bahan baku untuk lantai kayu parket. 

Tak hanya dijadikan dijadikan lantai kayu indoor, kayu merbau juga cocok digunakan untuk produk lantai kayu outdoor alias decking. 

Baca selengkapnya di -> Daftar Harga Lantai Parket Jati dan Merbau di Bandung 2021

Lantai Kayu Outdoor (Decking)

decking

Istilah decking mengacu pada produk lantai kayu outdoor, karena memang pemasangannya dilakukan di area luar ruangan. Mulai dari taman, halaman, balkon, rooftop, hinga pinggiran kolam renang.

Decking sangat cocok diaplikasikan di area outdoor karena karakteristiknya yang tahan air, tahan terhadap perubahan cuaca, dan anti rayap. Itu sebabnya, mengapa tingkat pemuaian dan penyusutan pada decking tergolong cukup rendah. 

Baca selengkapnya di -> Jenis-jenis Decking Kayu

6. Lantai Kayu Sintetis

lantai kayu sintetis

Terdapat dua jenis lantai kayu sintetis yang tersedia dipasaran, yakni lantai laminasi (laminated flooring) dan lantai vinyl. Dari sisi kualitas, tentu saja kedua lantai kayu sintetis ini berada jauh dibawah parket solid. Namun dari segi harga, maka lantai kayu sintetis ini lebih murah dibanding parket solid.

Nah, itulah beberapa jenis-jenis lantai yang paling umum digunakan untuk sebuah hunian, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan referensi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top