Ciri Khas Kayu Bengkirai – Berbicara soal jenis kayu keras, sudah pasti bengkirai menjadi salah satu yang paling populer di Indonesia.
Hal itu bukan tanpa alasan, karena kayu bengkirai memiliki struktur yang sangat padat dan kokoh sehingga cocok untuk kebutuhan konstruksi skala besar.
Mengenai asal usulnya, kayu bengkirai kebanyakan berasal dari kawasan hutan tropis Kalimantan.
Nah, secara kebetulan juga pada ulasan kali ini akan membahas ciri-ciri kayu bengkirai.
Tanpa banyak panjang lebar lagi, yuk simak langsung ulasan berikut.
4 Ciri Khas Kayu Bengkirai
1. Kuat dan Kokoh
Sebagaimana yang sudah disebutkan diatas tadi, bahwa kayu bengkirai dikenal karena strukturnya yang padat dan keras.

Tingkat kekuatan kayu bengkirai termasuk kedalam kelas 1-2, sehingga ia mampu menopang beban berat dan tekanan dalam jangka panjang.
Dengan strukturnya yang sangat padat dan rapat, membuat kayu bengkirai tidak mudah retak, patah, atau melengkung meski digunakan di area yang memiliki intensitas aktivitas tinggi.
Tentunya kayu ini selalu diandalkan sebagai material utama untuk struktur bangunan seperti rangka atap, tiang, balok, hingga decking kayu (lantai kayu outdoor).
Artikel serupa: Spesifikasi Decking Bengkirai
2. Tahan Cuaca dan Rayap
Tak hanya mampu menopang beban berat, kayu bengkirai juga sudah terbukti tahan terhadap perubahan cuaca seperti paparan sinar matahari dan guyuran hujan.
Bagaimana tidak? Sebab kayu ini cenderung stabil ketika terkena sinar matahari langsung dan kelembapan tinggi, sehingga ideal digunakan untuk kebutuhan outdoor yang berhadapan dengan cuaca.

Bahkan yang lebih hebatnya lagi, kayu bengkirai memiliki ketahanan alami terhadap serangan rayap dan jamur.
Kendati tidak sepenuhnya kebal, namun tingkat ketahanannya terbilang cukup baik ketimbang jenis kayu kelas menengah.
Melalui sentuhan finishing pelindung atau coating yang tepat, daya tahan kayu bengkirai bisa mencapai hingga puluhan tahun lamanya.
3. Tampilan yang Berestetika
Untuk tampilan visualnya, kayu bengkirai mengusung warna kuning kecokelatan yang dapat memberikan kesan hangat dan natural.
Akan tetapi, biasanya warna kayu kayu bengkirai bisa berubah menjadi abu-abu agak perak terlebih jika digunakan di area outdoor.

Meski demikian, justru perubahan warna tersebut yang dianggap sebagai nilai estetika tersendiri.
Disisi lain, pola serat kayu bengkirai cenderung berbentuk lurus dan sedikit berpadu dengan tekstur yang agak kasar.
Nah, karakter inilah yang membuatnya terkesan kokoh dan maskulin, sehingga ideal untuk konsep bangunan yang mengutamakan kesan kuat dan solid.
Dengan lapisan finishing yang tepat, bahkan tampilan serat kayu bengkirai akan terlihat lebih hidup sekaligus meningkatkan nilai visual bangunan secara keseluruhan.
Baca juga: Perbandingan Kayu Bengkirai dan Ulin
4. Memiliki Bobot Berat
Ciri khas berikutnya dari kayu bengkirai yang harus diketahui, yakni memiliki bobot yang cukup berat. Pasalnya, serat kayu bengkirai yang tinggi membuat bobotnya relatif berat.
Berkat bobotnya yang berat, kayu ini menjadi lebih stabil ketika digunakan sebagai elemen struktural, terlebih untuk konstruksi yang memerlukan kekuatan tinggi.

Dikarenakan bobotnya yang berat, tentu selama proses pengangkatan dan pemasangan kayu bengkirai membutuhkan tenaga ekstra.
Meski berat, kayu bengkirai yang terpasang dengan baik sangat minim pergerakan, tidak mudah menyusut, serta lebih stabil ketimbang jenis kayu ringan.
Itu sebabnya, mengapa kayu bengkirai selalu diandalkan untuk kebutuhan outdoor maupun struktur bangunan permanen.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai ciri khas kayu bengkirai, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan penambah wawasan.
