Jenis wall cladding – Pada dasarnya, cladding merupakan elemen lapisan tambahan yang biasa dipasang di bagian luar dinding bangunan.
Selain dapat meningkatkan nilai estetika, keberadaan cladding juga berperan sebagai perlindungan terhadap bangunan utama.
Akan tetapi, hal tersebut tergantung pada jenis material yang digunakan sebagai cladding. Ya, sebab jenis cladding memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai jenis-jenis wall cladding, yuk simak langsung ulasannya di bawah ini.
Jenis Material Wall Cladding
1. Cladding Kayu

Bagi anda yang lebih suka dengan tampilan bernuansa natural, maka cladding dari material kayu merupakan pilihan paling tepat.
Namun, bahan kayu yang digunakan untuk material cladding bukanlah jenis sembarangan.
Adapun jenis-jenis kayu yang cocok untuk dijadikan wall cladding, seperti kayu merbau, kayu bengkirai, dan kayu ulin.
2. Cladding Logam
Cladding logam seperti logam memiliki keunggulan yang meliputi tahan karat dan anti rayap.
Tak hanya itu, material logam juga memiliki bobot yang cenderung ringan sehingga dapat memudahkan proses pemasangan.

Bahkan yang lebih hebatnya lagi, cladding logam memiliki ketahanan terhadap api maupun pengaruh cuaca ekstrim.
Disisi lain, cladding logam akan menciptakan tampilan yang lebih modern dan kontemporer. Nah, karena hal inilah yang membuat cladding logam selalu diaplikasikan pada bangunan komersial seperti kantor.
3. Cladding Kaca
Pada umumnya, cladding kaca kerap diaplikasikan pada gedung-gedung pencakar langit maupun bagunan komersil karena dapat memberikan kesan modern dan elegan.

Bahkan, cladding kaca juga dapat memaksimalkan pencahayaan alami dari sinar matahari, sehingga akan menghemat penggunaan lampu.
Akan tetapi, cladding kaca memang tidak teralu tahan terhadap benturan keras. Selain itu, cladding kaca juga membutuhkan perawatan yang intens untuk menjaga tampilannya agar tetap bersih.
4. Cladding Batu Alam
Salah satu kelebihan dari cladding batu alam ini terdapat pada daya tahan dan kekuatannya yang sangat mumpuni.

Terdapat berbagai jenis batu alam yang ideal dijadikan sebagai cladding, seperti granit, marmer, hingga btu sabak.
Dengan menggunakan cladding batu alam, tentu saja tampilan eksterior rumah akan kental dengan nuansa natural dan elegan.
Terlebih cladding batu alam tahan terhadap cuaca ekstrim, serta tidak membutuhkan perawatan yang rumit.
Berbagai Fungsi Utama Cladding

1. Meningkatkan Nilai Estetika
Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa fungsi utama dari penggunaan cladding dapat meningkatkan nilai estetika pada hunian.
Namun, hal tersebut tergantung pada material yang digunakan sebagai secondary skin. Pasalnya, setiap jenis material memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Baca juga: Serba-Serbi Wall Gypsum yang Menarik Untuk Dibahas
2. Sebagai Isolasi Termal
Selain membuat tampilan rumah menjadi menarik, ternyata penggunaan cladding juga berperan sebagai isolasi termal.
Dengan menambahkan lapisan secondary skin, maka pengaliran udara panas antara interior dan eksterior bisa diminalisir.
Sehingga hal ini dapat mengurangi kebutuhan akan penggunaan alat pemanas dan pendingin ruangan.
3. Perlindungan Dari Pengaruh Cuaca
Cladding mampu memberi perlindungan tambahan bagi bangunan rumah dari berbagai pengaruh cuaca, seperti paparan sinar matahari, hujan, dan angin.
Lebih dari itu, bahkan cladding juga berperan sebagai pengatur masuknya pencahayaan alami ke dalam ruangan rumah.
Melalui pengaturan orientasi dan ukuran bukaan, pastinya cladding bisa mengurangi efek silau sekaligus meningkatkan kualitas cahaya di dalam ruangan.
4. Meningkatkan Privasi dan Keamanan
Fungsi berikutnya dari penggunaan cladding, yakni dapat meningkatkan privasi dan keamanan.
Pada desain rumah yang memiliki bukaan luas seperti area balkon, tentunya secondary skin berperan sebagai penghalang agar tidak terlihat oleh orang-orang dari luar.
Tahapan Pemasangan Cladding
- Persiapan Kondisi Dinding Utama
Sebelum memasang cladding, pastikan dulu dinding utama dalam kondisi rata dan tidak terdapat retakan maupun kerusakan.
Bila diperlukan, beri lapisan waterproofing yang berperan sebagai pelindung dinding dari kelembapan.
- Pemasangan Rangka
Biasanya cladding akan dipasang pada rangka yang terbuat dari bahan kayu maupun logam.
Rangka tersebut berperan sebagai penopang cladding sekaligus membantu menciptakan ruang ventilasi antara cladding dan dinding utama, sehingga dapat memberikan sirkulasi udara yang baik.
- Pemasangan Cladding
Pemasangan cladding pada rangka harus menggunakan sekrup, paku, atau media perekat khusus yang tergantung jenis materialnya.
Adapun proses pemasangan cladding harus dilakukan dengan cermat, untuk memastikan setiap bagiannya terpasang dengan rapi dan kokoh.
- Lakukan Finishing
Jika material cladding sudah terpasang dengan benar, maka tahap terakhir yang harus dilakukan adalah finishing.
Kegiatan finishing yang dimaksud seperti pengecatan, pemberian lapisan pelindung, serta pembersihan untuk mendapatkan tampilan yang lebih maksimal sekaligus melindunginya dari kerusakan.
Plus Minus Menggunakan Cladding
Nilai Plus:
- Memberikan perlindungan ekstra dari pengaruh cuaca ekstrim, kelembapan, dan polusi
- Dengan menggunakan material cladding yang tepat, tentunya tampilan rumah menjadi lebih menarik
- Dapat membantu dalam menjaga suhu ruangan, meningkatkan efisiensi energi, serta mengurangi penggunaan AC
- Material cladding yang modern cenderung lebih tahan lama dan mudah dirawat
Nilai Minus:
- Pemasangan cladding membutuhkan biaya yang cukup besar, terlebih jika menggunakan material kayu atau batu alam
- Apabila tidak dipasang dengan benar, maka berpotensi terjadi kebocoran dan kelembapan yang dapat merusak strukturnya
- Beberapa jenis cladding seperti kayu memang membutuhkan perawatan khusus agar tidak mudah mengalami kerusakan.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai seluk beluk seputar jenis wall cladding, mulai dari jenis, fungsi, hingga plus minusnya.
Bagaimana, apakah anda juga berminat untuk menggunakan wall cladding pada hunian?
