Jenis resin – Belakangan ini penggunaan resin semakin diminati untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bidang konstruksi hingga kerajinan tangan. Lantas, resin itu apa sih?
Perlu diketahui, resin merupakan sebuah material berbentuk cairan yang bisa dicetak kemudian dibiarkan sampai kering dan keras.
Hingga saat ini, kebanyakan orang hanya mengetahui bahwa resin hanya terdiri dari satu jenis saja, yakni yang berwarna kuning.
Padahal, sebenarnya resin terdiri kedalam berbagai jenis dengan fungsinya masing-masing lho.
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai jenis-jenis resin dan fungsinya, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.
5 Jenis Resin Paling Umum Digunakan
1. Resin Epoxy
Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa Resin Epoxy merupakan salah satu jenis resin yang paling umum digunakan.
Hal itu bukan tanpa alasan, karena Resin Epoxy cocok digunakan untuk kebutuhan kerajinan tangan maupun bidang konstruksi bangunan.
Bahkan, kualitas Resin Epoxy adalah yang paling bagus ketimbang jenis resin lainnya lho. Pasalnya, Resin Epoxy sudah terbukti tidak mudah mengalami pecah dan tahan terhadap goresan.

Ditambah lagi dengan tingkat kejernihannya yang begitu tinggi, sehingga ketika dipadukan dengan material lain akan membuat tampilannya sangat memukau.
Resin Epoxy terdiri dari serat karbon, serat kaca, dan aramid. Selain kokoh dan mengkilap, aroma pada Resin Epoxy juga tidak terlalu menyengat sehingga nyaman saat digunakan.
Akan tetapi, Resin Epoxy bisa mengalami perubahan warna menjadi kekuningan ketika terpapar suhu yang sangat panas.
Dalam bidang konstruksi, bianya Resin Epoxy sering digunakan sebagai pengikat semen dan mortar, rigid foams, memadatkan permukaan pasir pada pengeboran minyak, hingga pelapis lantai.
Artikel serupa: Mengenal Fungsi Epoxy Lantai Berdasarkan Jenisnya
2. Resin Polyester
Hal yang menjadi pembeda antara Resin Polyester dengan resin epoxy adalah tampilannya. Ya, Resin Polyester memiliki tampilan yang tidak terlalu bening dan agak kekuningan.

Selain itu, jenis Resin Polyester juga memiliki aroma yang lebih menyengat sehingga cukup mengganggu untuk pernafasan.
Itu sebabnya, mengapa pada saat proses penggunaan Resin Polyester harus menggunakan masker. Agar bisa mengering dengan sempurna, biasanya Resin Polyester harus diberi hardener.
Adapun penggunaan Resin Polyester yang umumnya diaplikasikan sebagai pelapis lantai, casting, hingga pelapis material lainnya.
Dengan kata lain, Resin Polyester tidak cocok digunakan untuk kebutuhan kerajinan tangan. Pasalnya, Resin Polyester akan terasa sanat lengket jika tidak didukung dengan proses finishing yang baik.
3. Resin Akrilik
Selajutnya ada jenis Resin Akrilik atau yang biasa disebut dengan termoplastik. Pada penggunaannya, Resin Akrilik harus dicampurkan dengan material lainnya, seperti bubuk kering, polimer, monomer meilmetakrilat, katalis, cairan tipis, hingga peroksida organik.

Disisi lain, metode penggunaan Resin Akrilik melalui tekanan hidrolik untuk menekan gelembung udara. Nah, proses rumit inilah yang membuatnya hanya dapat diaplikasikan oleh tenaga profesional.
Secara umum, Resin Akrilik kerap dimanfaatkan untuk membuat lapisan pelindung, aksesoris, furniture, wadah, hingga gigi palsu. Adapun Resin Akrilik kemasan 1 kg yang dijual dengan harga sekitar Rp 140 ribuan.
Baca juga: Berikut Jenis-jenis Akrilik Beserta Fungsi & Harga
4. Resin Upcast

Pada umumnya, jenis Resin Upcast selalu diberi label dengan nomor seri 3126 atau 108. Namun sayang, Resin Upcast memiliki tampilan yang agak buram.
Selain itu, Resin Upcast juga akan berubah warna menjadi kekuningan ketika terkena paparan sinar matahari.
Mengenai fungsinya, Resin Upcast biasa digunakan untuk pelapis kerajinan yang sangat tipis. Bahkan, Resin Upcast dapat dicampurkan dengan pewarna kemudian digunakan sebagai pelapis bangku taman hingga perahu.
5. Resin Vinyl Ester

Jenis resin berikutnya yang akan dibahas, yakni bernama Resin Vinyl Ester. Jenis esin ini dibuat dengan cara esterifikasi (proses reaksi) antara resin epoxy dengan asam monokarboksilat tak jenuh.
Mengingat akan hal itu, maka tak heran jika Resin Vinyl Ester memiliki toleransi peregangan yang cukup baik. Toleransi tersebut dapat menimbulkan Resin Vinyl Ester tahan terhadap benturan serta risiko keretakan.
Resin Vinyl Ester sering digunakan untuk pembuatan suku cadang mobil, penguat jembatan, fascia gedung, aplikasi militer, dan lain sebagainya.
Baca juga: Lantai Vinyl Informasi Harga dan Berbagai Motif kayu Menarik
Demikianlah penjelasan singkat mengenai jenis-jenis resin beserta fungsinya, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum menggunakannya.
