Fungsi skirting Plint – Sebagaimana yang sudah kita ketahui bahwa material untuk kebutuhan interior rumah itu ada banyak sekali jenisnya. Ya, berbeda jenis material tentu akan berbeda pula fungsinya. Seperti halnya plint, dimana masih banyak orang yang belum mengenal betul mengenai fungsinya.
Nah, secara kebetulan juga pada ulasan kali ini akan membahas seputar plint mulai dari fungsi hingga jenis-jenisnya. Maka dari itu, simaklah baik-baik ulasannya di bawah ini.
Fungsi Skirting Plint yang Jarang Diketahui

Manfaat Plint pertama yang harus kalian ketahui, yakni untuk menyembunyikan kabel-kabel listrik yang berserakan dan menjuntai panjang dari satu ruang ke ruangan lainnya. Sebagai instalasi koneksi yang harus ada di dalam ruangan, tentunya plint lantai merupakan pilihan paling tepat ketimbang harus menyembunyikan kabel di area plafon atau langit-langit.
Pada dasarnya, plint merupakan sebuah elemen dekorasi interior yang kerap diaplikasikan di bagian sudut pertemuan antara ujung lantai dan ujung dinding. Untuk meningkatkan nilai estetika pada bagian tersebut, maka penggunaan plint menjadi solusi yang terbaiknya.
Baca Juga : Apa Itu Reng Kayu? dan Untuk Apa Fungsinya?
Hal itu bukan tanpa alasan, karena keberadaan plint berperan untuk men-jembatani celah antara dinding dengan lantai rumah. Bukan hanya itu, keberadaan plint juga sangat membantu kita untuk mendapatkan gambaran atau estimasi bahwa harus ada jarak antara dinding dengan perabotan rumah. Alhasil, potensi gesekan perabot yang bersentuhan langsung ke bagian dinding bisa di minimalisir.
Dengan begitu, maka kondisi dinding akan terjaga dari berbagai kerusakan atau gesekan dari benda-benda lainnya. Dan yang pasti, kehadiran plint tersebut akan mempercantik dan mempermanis tampilan interior rumah.
Rekomendasi 6 Jenis Material Plint Terbaik
1. Plint Kayu Jati

Berbicara soal jenis kayu dengan kualitas terbaik di dunia, sudah pasti pikiran kita akan langsung tertuju pada jati bukan? Hal itu pun terbukti, yang mana kayu jati selalu menjadi andalan bagi para produsen maupun pengrajin kayu untuk dijadikan beragam produk property, termasuk plint.
Pada bagian terasnya, kayu jati ini tampil dengan warna emas gelap sedangkan bagian gubalnya mengusung warna krem atau bahkan putih kecoklatan. Tingkat keawetan kayu jati ini termasuk kedalam kategori kelas I sehingga membuatnya tahan terhadap serangan rayap, tidak mudah mengalami pelapukan, hingga tahan terhadap perubahan cuaca.
Namun perlu diingat, bahwa tidak semua tipe kayu jati menawarkan kualitas yang sama. Pasalnya kayu jati akan dibedakan lagi kedalam beberapa kelas berbeda, yakni grade A, grade B, dan grade C.
Sesuai dengan urutan kelasnya, dimana jati grade A memiliki kualitas yang lebih bagus ketimbang grade B dan grade C. Dengan demikian, maka tak heran jika kayu jati grade A dibanderol dengan harga yang lumayan mahal.
Untuk informasi pemesanan produk skirting plint kayu jati, silahkan hubungi marketing kami di nomor yang sudah tertera di atas website
2. Plint Kayu Merbau

Selain jati, merbau juga merupakan salah satu jenis kayu terbaik yang ideal digunakan untuk kebutuhan plint. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat tingkat kekerasan dan keawetan kayu merbau ini termasuk kedalam kategori kelas I dan kelas II.
Dengan demikian, maka tak heran jika merbau sangat ideal digunakan sebagai plint kayu untuk pemasangan lantai kayu. Adapun mengenai ciri khas dari decking merbau adalah tampilannya yang berwarna merah kecoklatan, dan memiliki pola serat berbentuk tegak lurus.
Tak hanya tampilannya yang indah, plint dari kayu merbau juga memiliki karakteristik yang tahan terhadap serangan rayap maupun perubahan cuaca. Bahkan yang lebih hebatnya lagi, tingkat pemuaian dan penyusutan pada kayu merbau ini tergolong rendah.
3. Plint Plastik

Plint yang terbuat dari bahan plastik memiliki sifat elastus dan ringan. Fungsinya pun tidak berbeda jauh dengan plint kayu solid, yang mana plint plastik ini berguna untuk melindungi area dinding dan anak tangga.
Saat akan diaplikasikan untuk anak tangga, biasanya permukaan plint plastik yang digunakan harus mempunyai tekstur kasar. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari anak tangga dari gesekkan, serta membuat permukaan tanggannya menjadi tidak licin saat dipijak.
Tentu saja penggunaan plint plastik pada anak tangga merupakan pilihan paling tepat untuk mengurangi risiko terpeleset, sehingga aman bagi anak kecil atau lansia. Plint plastik menghadirkan beragam varian warna yang tentunya dapat anda pilih sesuai dengan konsep ruangan.
4. Plint PVC

Dari segi karakteristiknya, plint PVC ini tidak berbeda jauh dengan jenis plint plastik. Namun, plint PVC memiliki tingkat kekuatan yang jauh lebih baik ketimbang plint plastik. Istilah PVC itu sendiri merupakan singkatan dari poly vinyl chloride, dimana ia adalah material thermoplastic yang mempunyai sifat elastis dan fleksibel.
Dengan menggunakan plint PVC, tentu saja akan membuat setiap sudut dinding di ruangan rumah anda akan tampak terlihat simetris. Bukan hanya itu, bahkan penggunaan plint PVC juga dapat meningkatkan nilai etstetika di dalam ruangan.
Baca Juga : Informasi Harga Plafon PVC Per Meter Terbaru
5. Plint Aluminium

Sebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa penggunaan plint pada lantai mampu melindungi dinding bagian bawahnya agar tidak mudah keropos. Dengan begitu, tentunya dinding ruangan memiliki jangka pemakaian yang lebih lama.
Itu artinya, kamu tidak perlu mengkhawatirkan untuk mengganti atau merenovasi karena dinding bawahnya tidak akan mengami keropos.
6. Plint MDF

Jenis material plint terbaik berikutnya yang paling recommended, yakni berupa Plint MDF dimana ia sejenis kayu olahan. Pemasangan Plint MDF ini dapat memudahkan proses pengacian pada sudut dinding. Lantas, apa yang dimaksud dengan proses pengacian?
Perlu kalian ketahui, acian tersebut merupakan proses finishing yang dilakukan setelah proses plesteran. Acian ini biasanya akan dilakukan untuk menutupi pori-pori di plesteran dinding.
Nah, itulah 6 jenis material plint terbaik yang paling laris dipasaran.
Dengan demikian, informasi diatas bisa kamu jadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum menggunakan plint untuk kebutuhan interior rumah.
