Membuat lantai semen plester – Selain pasir, semen juga menjadi salah satu jenis bahan yang kerap diandalkan untuk kebutuhan bangunan.
Ya, salah satu pengaplikasiannya untuk kebutuhan lantai. Lantai semen kini banyak diminati karena tampilannya yang terkesan simpel, namun masih tetap berestetika.
Disisi lain, biaya membuat lantai semen juga relatif lebih rendah karena tidak membutuhkan bahan pelapis seperti keramik, marmer, granit dan sebagainya.
Akan tetapi, proses pengerjaan lantai semen tidak bisa dilakukan secara asal-asalan.
Nah, secara kebetulan juga pada ulasan kali ini akan membahas seputar tips membuat lantai semen plester.
Tanpa banyak panjang lebar lagi, yuk simak langsung ulasan berikut.
4 Tahapan Membuat Lantai Semen
1. Persiapkan Permukaan Lantai Dasar
Pada tahapan pertama, permukaan lantai dasar harus benar-benar bersih dari debu, kotoran, maupun benda-benda asing lainnya.
Jika terdapat lubang atau keretakan, anda harus memperbaikinya terlebih dulu dengan menggunakan adukan semen.

Selain itu, permukaan lantai dasar juga harus dibasahi secukupnya sebelum proses plester dimulai.
Ya, hal tersebut bertujuan agar semennya bisa merekat dengan baik serta tidak cepat kehilangan air ketika diaplikasikan.
Permukaan lantai dasar yang dalam kondisi baik sangat membantu adonan semen plester agar bisa melekat sempurna, lebih rata, serta meminimalisir risiko retak rambut setelah kering.
Namun, penting juga bagi anda untuk mengetahui jenis-jenis semen yang akan digunakan pada lantai.
Artikel Terkait: Jenis-jenis Semen Bangunan
2. Membuat Adonan Semen Plester
Pada dasarnya, kualitas lantai semen plester dipengaruhi oleh komposisi adukan semen yang digunakan.
Biasanya perbandingan yang kerap digunakan, yakni satu bagian semen dan tiga atau empat bagian pasir halus.

Adapun pasir yang digunakan harus diayak terlebih dulu agar butirannya lebih halus, sehingga hasil lantainnya lebih rata dan tidak kasar.
Setelah itu, tambahkan air sedikit demi sedikit sampai tekstur adonannya terasa pas (tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental).
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, anda bisa menambahkan bahan aditif seperti bonding agent (cairan penguat semen).
Bahan tersebut berperan untuk meningkatkan daya rekat serta kekuatan lantai semen plester, terlebih untuk area yang banyak dilalui atau menahan beban berat.
Baca juga: Cara Pasang Lantai Kayu yang Benar
3. Teknik Aplikasi dan Perataan
Jika adonan semen sudah siap, tuangkan ke permukaan lantai secara bertahap, lalu ratakan dengan menggunakan roskam atau jidar.
Namun, pastikan ketebalan plester merata diseluruh area lantai agar tingkat ketinggiannya tidak berbeda.

Proses perataan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan berulang-ulang.
Jangan sampai dilakukan dengan terburu-buru, karena lantai yang diratakan secara tergesa-gesa biasanya akan menimbulkan gelombang atau bekas alat.
Agar permukaan lantainya lebih halus, lakukan proses pengacian tipis ketika plesternya setengah kering.
Atau, anda juga bisa menggosok permukaan lantai dengan menggunakan roskam besi sampai menghasilkan efek halus dan mengkilap.
4. Perawatan dan Finishing
Ketika lantai semen plester sudah mengering, banyak yang beranggapan bahwa proses pengerjaannya telah selesai.
Padahal, lantai semen yang kering harus dijaga kelembapannya dalam beberapa hari lho.

Anda bisa menyiram lantainya dengan air dengan skala ringan, atau menutupnya menggunakan plastik agar proses pengeringan berlangsung perlahan.
Ya, sebab pengeringan yang terlalu cepat bisa menyebabkan lantai mudah retak serta mengurangi tingkat kekuatannya.
Setelah tekstur lantainya kering dan benar-benar keras, biasanya membutuhkan waktu sekitar 1 atau 2 minggu sebelum tahap finishing dilakukan.
Pada tahap finishing, gunakan cat epoxy untuk memperkuat sekaligus meningkatkan keindahan tampilan lantai semen.
Baca selengkapnya: Mengenal Fungsi Epoxy Lantai Berdasarkan Jenisnya
Nah, itu dia ulasan singkat mengenai tahapan membuat lantai semen plester, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan penambah wawasan.
