Jenis lantai beton – Selain dikenal karena sifatnya yang kokoh dan tahan lama, lantai beton juga memiliki fleksibilitas desain yang bisa disesuaikan dengan beragam gaya arsitektur.
Mulai dari gaya minimalis, modern, kontemporer, dan lain sebagainya. Melalui sentuhan finishing yang tepat, lantai beton memang terlihat lebih berestetika sekaligus fungsional.
Namun, ada beberapa jenis lantai beton yang masing-masingnya memiliki karakteristik tersendiri lho.
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai jenis-jenis lantai beton, yuk simak langsung ulasan diawah ini.
4 Jenis Lantai Beton
1. Lantai Beton Poles (Polished Concrete)
Sesuai dengan namanya, jenis lantai beton ini dibuat dengan menggunakan mesin poles untuk menghasilkan permukaan yang halus dan mengkilap.
Adapun proses pemolesannya yang dilakukan secara bertahap menggunakan abrasif berlian, hingga mendapatkan tingkau kilauan tertentu.

Lantai Beton Poles biasanya diaplikasikan pada Gedung komersial, showroom, Gudang, atau rumah yang bergaya industrial modern.
Berkat permukaannya yang mengkilap, sehingga dapat memantu dalam memantulkan cahaya agar ruangan terlihat lebih terang.
Selain itu, keunggulan lantai Beton Poles juga terdapat pada perawatannya yang mudah serta tahan terhadap goresan.
Bahkan, ia tidak membutuhkan lapisan material lantai tambahan seperti keramik maupun marmer.
Namun, proses pembuatan lantai Beton Poles memang memerlukan peralatan khusus untuk mendapatkan hasil yang merata sekaligus tahan lama.
Baca juga: Jenis Lantai Kayu Outdoor
2. Lantai Beton Ekspos (Exposed Concrete Floor)
Tak seperti beton poles, justru Lantai Beton Ekspos terlihat lebih natural karena mempertahankan tekstur khas beton.
Umumnya Lantai Beton Ekspos diaplikasikan pada rumah bergaya modern minimalis atau kontemporer.

Berkat tampilannya yang simple namun berkarakter, sehingga Lantai Beton Ekspos semakin banyak diminati oleh para desainer interior.
Keunggulan lantai ini terdapat pada tampilannya yang nyentrik, serta biaya finishing yang relatif rendah.
Tak hanya itu, ia juga memiliki daya tahan yang sangat baik dalam menopang beban berat maupun penggunaan intensif.
Namun, dibutuhkan lapisan sealer tambahan agar permukaan lantainya lebih tahan terhadap tumpahan noda dan mudah dibersihkan.
3. Lantai Beton Cap (Stamped Concrete)
Lantai Beton Cap biasanya diberi motif atau tekstur tertentu ketika masih dalam kondisi basah.
Ya, Teknik stamping tersebut dapat memungkinkan permukaan beton yang mirip bata, kayu, batu alam, hingga pola unik lainnya.

Jenis Lantai Beton Cap umumnya diaplikasikan pada area outdoor, seperti taman, teras, jalur perjalan kaki, serta pinggiran kolam renang.
Selain tampilannya yang estetis, Lantai Beton Cap juga meiliki tingkat ketahanan tinggi terhadap pengaruh cuaca dan perubahan suhu.
Melalui Lantai Beton Cap, anda bisa memilih beragam motif maupun warna yang sesuai dengan gaya rumah.
Dibandingkan dengan material batu alam asli, proses pemasangan Lantai Beton Cap relatif lebih terjangkau.
Untuk menjaga warna dan teksturnya tetap awet, dibutuhkan pelapisan pelindung secara berkala.
4. Lantai Beton Self-Leveling
Selanjutnya ada jenis Lantai Beton Self-Leveling yang merupakan campuran beton khusus, dimana ia dirancang untuk mengalir sekaligus meratakan permukaan secara otomatis.

Ya, material ini umumnya digunakan untuk memperbaiki lantai lama yang tidak rata, atau sebagai lapisan dasar sebelum pemasangan lantai finishing lainnya.
Tak hanya untuk meratakan, Beton Self-Leveling juga bisa diaplikasikan sebagai lantai akhir pada ruang industri atau rumah sakit karena dapat memberikan permukaan lantai yang halus dan rata.
Kelebihan Lantai Beton Self-Leveling ini terdapat pada proses pengerjaannya yang relatif singkat, namun hasilnya tetap presisi.
Meski demikian, persiapan permukaan lantai dasar harus dilakukan dengan benar agar lapisannya bisa menempel dengan sempurna dan tidak mengalami retak.
Itu dia beberapa jenis lantai beton yang bisa anda pilih sesuai dengan kebutuhan proyek.
