Jenis kayu Dermaga – Banyak orang masih sulit membedakan antara dermaga dan pelabuhan.
Tidak sedikit yang menganggap keduanya adalah fasilitas yang sama. Padahal, dermaga dan pelabuhan merupakan dua sarana dengan fungsi yang berbeda.
Dermaga adalah tempat sandar kapal untuk naik turun penumpang atau bongkar muat barang.
Sementara pelabuhan memiliki cakupan yang lebih luas karena mencakup area pengelolaan, keamanan, pergudangan, dan layanan transportasi. Jadi, dermaga hanyalah salah satu bagian dari pelabuhan.
Untuk kamu yang ingin memahami lebih dalam tentang material dan konstruksi dermaga yang tepat, bermutu.id menyediakan informasi dan rekomendasi bahan bangunan yang berkualitas.
Pengertian Dermaga & Pelabuhan

Dermaga adalah sebuah bangunan dengan fungsinya untuk merapatkan kapal yang hendak melakukan bongkar-muat barang, serta menaik-turunkan penumpang. Dengan kata lain, bangunan dermaga berperan sebagai penghubung kapal ke area darat.
Berbeda dengan pelabuhan, dimana ia memiliki fungsi layaknya terminal. Itu sebabnya, mengapa sebuah pelabuhan kerap di tempatkan di ujung laut, ujung sungai, maupun ujung danau.
Jadi, sebuah pelabuhan digunakan sebagai tempat menerima kapal, memindahkan kargo, dan memindahkan penumpang.
Berbicara soal dermaga, biasanya bangunan ini terdiri dari material kayu. Akan tetapi, kayu yang digunakan dalam membuat sebuah dermaga tentu bukanlah jenis kayu sembarangan.
Itu artinya, tidak semua jenis kayu yang tersedia dipasaran cocok dijadikan sebagai material untuk membangun dermaga.
Setidaknya ada tiga jenis kayu yang sangat ideal dijadikan sebagai material untuk membangun dermaga.
Nah, untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.
3 Jenis Kayu Terbaik Untuk Dermaga
1. Kayu Ulin

Tak hanya terkenal di Indonesia, kualitas dari kayu asal Kalimantan ini juga sudah tersohor di berbagai belahan negara lho.
Mengenai teksturnya, kayu ulin tampak terasa kasar dan sangat keras. Itu sebabnya, mengapa kayu ulin kerap dijuluki dengan nama “kayu besi“ sehingga proses pemotongannya pun tergolong cukup sulit.
Mengingat akan hal itu, maka wajar saja jika kayu ulin selalu diandalkan untuk menunjang berbagai kebutuhan konstruksi berat, termasuk pembangunan sebuah dermaga.
Pada tingkat kekuatannya, kayu ulin termasuk kedalam kelas I. Begitu pun dengan tingkat keawetannya yang juga masuk ke dalam kelas I. Berkat teksturnya yang sekeras besi, secara otomatis kayu ulin tidak akan mudah ditembus oleh rayap maupun hama serangga pemakan kayu lainnya.
Bahkan yang lebih hebatnya lagi, decking kayu ulin sudah terbukti tahan terhadap air laut, kelembapan dan perubahan cuaca ekstrim.
Bukan hanya itu, decking ulin juga memiliki aroma khas sehingga bisa membuat siapa saja yang menciumnya akan terbawa kedalam suasana nyaman dan natural. Mengenai asal-usulnya, pohon kayu ulin itu sendiri tumbuh subur di kawasan hutan tropis Kalimantan.
2. Kayu Bengkirai

Jenis kayu terbaik pertama yang cocok digunakan untuk membangun sebuah dermaga, yakni berupa kayu bengkirai. Ciri khas dari jenis kayu bengkirai adalah tampilannya yang berwarna kuning cerah, sehingga ia kerap dijuluki dengan istilah Yellow Balau.
Untuk tingkat kekerasannya, kayu bengkirai ini memiliki tekstur yang begitu padat dan keras sehingga membuatnya tidak mudah ditembus oleh rayap.
Tak berbeda jauh dengan kayu ulin, yang mana kayu bengkirai juga sering diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan outdoor, seperti dermaga, pinggiran kolam renang, taman, halaman, rooftop, dan lain sebagainya.
Artikel terkait: Decking Bengkirai Harga Grosir dan Eceran 2025
3. Kayu Merbau

Sebenarnya Kayu merbau banyak dijumpai di daerah Kalimantan dan Papua. Namun, kualitas kayu merbau Papua dinilai lebih bagus ketimbang kayu merbau Kalimantan.
Untuk tampilan fisiknya, Kayu Merbau tampil dengan mengusung warna merah kecokelatan yang berpadu dengan pola serat berbentuk lurus. Tentu saja penggunaan Kayu Merbau dapat menghadirkan kesan yang lebih mewah, elegan, namun masih tetap natural.
Selain tampilannya yang indah, Kayu Merbau juga sudah terbukti tahan terhadap serangan rayap maupun perubahan cuaca ekstrim.
Meski demikian, terdapat satu kekurangan dari Kayu Merbau yang harus diketahui. Decking Kayu Merbau ini biasanya akan mengeluarkan getah saat terkena air, sehingga tekstur permukaannya akan terasa lengket saat dipijak dengan kaki telanjang.
Kabar baiknya, karena getah tersebut akan hilang dengan sendirinya paling cepat dalam waktu 2 minggu, dan paling lambatnya sekitar 1 – 2 bulanan.
Artikel serupa: Decking Kayu Merbau Memiliki Tampilan yang Elegan, Cek Harganya Disini!
Itu dia beberapa jenis kayu terbaik yang direkomendasikan untuk pembangunan dermaga.
Setiap jenis kayu memiliki keunggulan masing-masing, tinggal sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lokasi dermaga yang akan dibangun.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin memesan material serta jasa pembuatan lantai dermaga, Anda bisa langsung menghubungi Marketing: Asrul untuk konsultasi dan penawaran.
Silakan hubungi kapan saja untuk diskusi dan pengecekan kebutuhan proyek dermaga Anda. Kami siap membantu.
