Berbagai Model Railing Pagar Untuk Mempercantik Tangga Hunian

Railling Pagar Tangga
5/5 - (1 vote)

Railing pagar tangga – Sebenarnya istilah railling memang masih belum familiar bagi masyarakat secara umum.

Namun dari segi fungsi, biasanya railling kerap diaplikasikan sebagai pembatas atau pagar di area tangga.

Tak hanya berperan sebagai pengaman, keberadaan railling juga tentunya dapat meningkatkan nilai estetika pada tangga hunian.

Akan tetapi, hal tersebut tegantung pada jenis bahan material yang digunakan untuk railling tangga.

Nah, berikut dibawah ini ada beberapa jenis material terbaik untuk railling tangga.

Model Railing Tangga yang Berdasarkan Bahannya

1. Railing Kayu

Railling Kayu

Ini dia salah satu jenis material railling tangga yang dapat menciptakan kesan klasik dan elegan.

Sehingga railling kayu mudah dipadukan dengan berbagai material lainnya, seperti logam, kaca, besi dan sebagainya.

Untuk mendapatkan tampilan yang lebih serasi, sebaiknya anda menggunakan papan kayu sebagai pijakan tangganya.

Baca selengkapnya: Review Harga Papan Tangga Kayu Jati & Merbau

2. Railing Stainless Steel

Apabila railling kayu identik dengan kesan klasik, maka railling dari bahan stainless steel dapat menciptakan kesan yang lebih modern dan minimalis.

Railling Stainless Steel

Hal itu bukan tanpa alasan, karena material stainless steel memiliki tampilan yang bersih, rapi, serta futuristik.

Bahkan yang lebih hebatnya lagi, railling stainless steel tahan terhadap karat dan pengaruh cuaca ekstrim, sehingga tidak membutuhkan perawatan yang rumit.

Akan tetapi, railling stainless steel memang tidak cocok diaplikasikan pada ruma bergaya tradisional.

Disisi lain, railling stainless steel juga kerap terasa dingin ketika cuaca sedang dingin.

3. Railing Besi Tempa

Railling Besi Tempa biasanya dirancang dengan desain yang lebih rumit, sehingga memiliki nilai estetika yang begitu tinggi.

Railling Besi Tempa

Tak hanya unggul dari segi tampilannya saja, railling Besi Tempa juga dikenal karena tingkat ketahanan dan kekuatannya yang sangat baik.

Sehingga railling Besi Tempa cocok diaplikasikan untuk tangga indoor maupun outdoor.

Meski terkenal kuat, namun Besi Tempa harus diberi lapisan cat anti karat karena sifatnya yang rentan terkena karat.

Selain itu, railling Besi Tempa juga menawarkan harga yang cenderung mahal terlebih untuk desain custom.

Baca juga: 5 Model Teralis yang Berdasarkan Material Bahannya

4. Railing Aluminium

Berbicara soal material yang bobotnya ringan, maka bahan aluminium merupakan pilihan paling tepat.

Railling Aluminium

Dengan bobotnya yang relatif ringan, tentu saja dapat memudahkan proses pemasangan railling tangga.

Disamping harganya yang relatif murah, railling dari aluminium juga tahan terhadap korosi yang membuatnya cocok untuk tangga di area indoor dan outdoor.

Namun sayang, railling aluminium memang tidak sekuat bahan besi tempa maupun kayu.

Tak hanya itu, railling aluminium juga memiliki tampilan desain yang terkesan simpel dan monoton.

5. Railing Kaca

Material terbaik berikutnya yang bisa anda gunakan untuk membuat railling tangga, yakni berupa kaca.

Railling Kaca

Railling dari bahan kaca memang dapat menampilkan kesan yang lebih mewah dan modis, serta memberikan efek luas terhadap ruangan.

Tentu saja railling kaca sangat ideal diaplikasikan untuk bangunan rumah bergaya kontemporer, karena dapat mempertegas kesan yang lebih modern.

Untuk membuat railling kaca, sebaiknya gunakan jenis kaca tempered karena teksturnya yang kuat dan mampu menahan beban berat.

Artikel serupa: Ternyata Ini Alasan Genteng Kaca Mulai Banyak Diminati

4 Pertimbangan Dalam Membuat Railing Tangga

1. Utamakan Faktor Keamanan

Keamanan tentunya menjadi faktor utama sebelum membuat railling tangga.

Perlu diketahui, ukutan tinggi railling tangga biasanya berada dikisaran 90 cm sampai 110 cm. Ukuran tersebut cukup ideal untuk memastikan kenyamanan serta keamanan pada railling tangga.

Selain itu, pastikan juga material railling yang anda gunakan memiliki struktur yang kuat dan kokoh.

Hindari desain railling dengan celah yang terlalu lebar, karena dapat membahayakan keselamatan terutama untuk anak-anak.

Idealnya, jarak antar tiang railling tangga itu tidak lebih dari 12 cm.

2. Tentukan Material yang Tepat

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa bahan material railling tersedia kedalam berbagai jenis.

Tentu saja pada masing-masing jenis material tersebut memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari tingkat kekuatan, ketahanan, tekstur, harga dan tampilan.

Dalam hal ini, anda harus memilih material railling yang sesuai dengan gaya desain rumah.

3. Sesuaikan Dengan Desain Rumah

Mengingat setiap jenis material railling memiliki karakteristik tersendiri, maka penting bagi anda untuk menyesuaikannya dengan desain rumah.

Sebagai contoh, railling dari besi tempa dan kayu solid lebih cocok digunakan untuk rumah bergaya klasik.

Lain halnya dengan railling dari stainless steel yang ideal untuk rumah bergaya kontemporer, sedangkan railling kaca dapat diaplikasikan untuk tampilan rumah modern.

4. Biaya dan Perawatan

Dari segi harga, railling besi tempa dan kayu solid memang lebih mahal dibandingkan dengan stainless steel, kaca, maupun aluminium.

Oleh karena itu, pilihlah railling tangga yang harganya sesuai dengan budget anda.

Disisi lain, ada beberapa jenis material railling yang membutuhkan perawatan intensif. Ya, salah satunya kayu solid yang harus diberi lapisan cat untuk mencegah serangan rayap dan pelapukan.

Tak hanya kayu, material besi tempa juga membutuhkan lapisan cat khusus anti karat secara berkala, sedangkan material kaca, alumunium, dan stainlees steel lebih mudah dalam perawatannya.

Nah, itu dia berbagai poin yang harus anda pertimbangkan sebelum menggunakan railling tangga.

Scroll to Top