Jenis thinner – Bagi yang terbiasa dengan kegiatan finishing, tentu saja mereka sudah tak asing lagi dengan sebuah material yang bernama thinner. Lalu, thinner itu apa sih?
Pada dasarnya, thinner merupakan bahan finishing yang kerap digunakan untuk mencairkan atau melarutkan cat solvent base.
Selain untuk mencairkan tekstur cat, thinner juga memiliki beragam manfaat lainnya lho. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi, yuk kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.
Beragam Fungsi Thinner

Dalam bidang finishing, thinner memiliki peran untuk menciptakan hasil akhir yang lebih maksimal terhadap objek finishingnya.
Dengan kata lain, fungsi utama dari thinner adalah untuk menurunkan tingkat kekentalan bahan finishing agar mudah diaplikasikan dengan menggunakan kuas maupun alat semprotan.
Saat hendak menggunakan bahan finishing dengan tingkat kekentalan yang tinggi, maka thinner dapat digunakan untuk menemukan titik viskositas fungsinya terlebih dulu sebelum digunakan.
Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar bisa mengontrol viskositas bahan-bahan finishing, serta untuk menciptakan hasil akhir yang maksimal.
Adapun mengenai berbagai manfaat lainnya dari thinner yang harus kamu ketahui seperti berikut:
- Untuk mengatur ketebalan dari lapisan bahan finishing
- Sebagai campuran zat untuk membersihkan karat pada besi
- Sebagai bahan pelarut
- Sebagai bahan pengkilap
- Sebagai penguap cat agar bisa cepat kering.
Baca juga: Rekomendasi Merk Obat Hama Kayu Terbaik & Daftar Harganya
5 Jenis Thinner yang Umum Digunakan
Setelah mengetahui pengertian dan fungsi thinner, mari kita lanjutkan ke pembahasan mengenai jenis-jenis thinner seperti berikut:
1. Thinner HG (High Gloss)
Di urutan pertama ada Thinner HG yang mana fungsinya kerap diaplikasikan untuk mengencerkan bahan finishing pada material kayu, besi, politur, dan lain sebagainya.

Pada penggunaannya, Thinner HG akan membantu untuk mempermudah pengaplikasian cat maupun bahan finishing ke permukaan objek.
Berkat kandungan kimia yang tepat, Thinner HG mampu melarutkan bahan finishing sehingga membuatnya menjadi lebih mudah digunakan dan menempel dengan sempurna pada permukaan objek.
Bukan hanya itu saja, bahkan Thinner HG pun bisa kamu gunakan untuk mencampurkan beragam jenis bahan finishing lainnya.
2. Thinner Nitrocellulose
Ini dia salah satu jenis thinner yang memang paling umum digunakan untuk menunjang kegiatan finishing.
Thinner Nitrocellulose biasa digunakan sebagai campuran untuk cat dan pernis nitrocellulose, yang mana fungsinya dapat meningkatkan kualitas cat dan pernis agar menghasilkan permukaan yang halus, rata, serta tahan lama.

Kabarnya, terdapat beberapa Thinner Nitrocellulose yang tersedia dipasaran, seperti thinner A, thinner super, dan thinner ND.
Meski demikian, ketiga jenis Thinner Nitrocellulose tersebut memiliki fungsi yang sama yaitu untuk memudahkan penggunaan pada permukaan objek.
Keunggulan dari Thinner Nitrocellulose adalah kemampuannya yang mampu meningkatkan daya rekat cat atau pernis nitrocellulose pada permukaan objek.
Pada penggunaannya, Thinner Nitrocellulose dapat membantu untuk membuat lapisan cat menjadi lebih rekat dan tahan lama.
Baca juga: Yuk, Kita Kenali Jenis-jenis Resin Beserta Fungsinya
3. Thinner PU (Polyurethane)
Ada dua jenis Thinner PU yang biasanya digunakan untuk kegiatan finishing, yakni Thinner PU dan Thinner PU Slow. Kedua thinner Thinner PU ini mempunyai perbedaan dari segi waktu pengeringan dan hasil akhir.

Bebicara soal jenis thinner yang cepat kering, maka Thinner PU ini adalah jawabannya. Bagaimana tidak? Sebab ia dapat kering dalam waktu kurang dari 12 jam saja lho.
Itu sebabnya, mengapa Thinner PU selalu diandalkan untuk pengerjaan proyek yang membutuhkan waktu singkat.
Akan tetapi, hasil akhir yang ditampilkan dari Thinner PU memang tidak sebagus dan sekuat jenis Thinner PU Slow.
Sesuai dengan julukannya, Thinner PU slow akan memakan waktu yang lebih lama agar bisa kering sempurna.
Meski memakan waktu yang lebih lama, namun Thinner PU slow dapat memberikan hasil yang lebih mengkilap dan kokoh ketimbang penggunaan Thinner PU.
4. Thinner Cobra

Umumnya, Thinner Cobra sering digunakan untuk mencairkan cat duco dan cat minyak pada proses finishing material kayu dan besi.
Tentunya ada alasan tersendiri, mengapa jenis Thinner Cobra ini biasa digunakan untuk mencairkan zat duco dan cat minyak. Ya, sebab kedua jenis cat tersebut memiliki tingkat kekentalan yang cukup tinggi, sehingga harus dicairkan agar bisa diaplikasikan dengan mudah.
Dengan menggnuakan Thinner Cobra, maka visikotas cat akan menurun dan membuatnya menjadi lebih mudah digunakan secara merata.
Bahkan yang lebih menariknya lagi, Thinner Cobra juga sangat efektif dalam membersihkan peralatan yang digunakan untuk mengecat.
5. Thinner Impala
Jenis thinner berikutnya yang akan dibahas, yakni bernama Thinner Impala. Jenis thinner ini biasa digunakan untuk mencairkan cat atau bahan pelapis lainnya seperti enamel dan varnish.

Mirip dengan jenis thinner cobra, Thinner Impala juga biasa digunakan untuk mengaplikasikan bahan pelapis pada permukaan material kayu dan besi.
Namun, keunggulan dari Thinner Impala ini adalah hasil akhirnya yang jauh lebih mengkilap serta tahan lama.
Mengenai fungsinya, Thinner Impala dapat memberikan perlindungan terhadap permukaan objek dari gesekan maupun korosi sehingga membuatnya menjadi lebih kuat dan awet.
Baca juga: Cara Mudah Memplitur Kayu Agar Tampilannya Mengkilap
Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan Thinner:
- Ketahui jenis thinner yang hendak digunakan
- Encerkan cat menggunakan thinner dengan porsi yang tepat
- Jangan sampai melakukan pengenceran secara berlebihan
- Membersihkan alat cat dengan menggunakan thinner
- Perhatikan tingkat keamanan
- Menjaga kualitas thinner.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai fungsi dan jenis-jenis thinner, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan penambah wawasan.
