Perbedaan decking WPC dan kayu – Secara fungsi, decking biasanya diaplikasikan sebagai pelapis lantai di area outdoor seperti teras, taman, balkon, rooftop, kolam, dan sebagainya.
WPC dan kayu solid menjadi material yang memang paling cocok untuk dijadikan lantai decking. Lantas, mana yang lebih bagus diantara keduanya?
Nah, untuk mengetahui seputar perbedaan decking WPC dan decking kayu, yuk simak langsung ulasan dibawah ini.
4 Perbedaan Decking WPC dan Kayu
1. Tingkat Ketahanan Terhadap Cuaca
Untuk ketahanan terhadap air dan kelembapan, sebenarnya decking WPC lebih unggul dari deck kayu.
Hal itu bukan tanpa alasan, karena WPC terbuat dari campuran serbuk kayu, plastik polimer, dan bahan aditif lainnya.

Berkat campuran bahan tersebut, deck WPC tidak mudah mengalami pelapukan meski sering terkena air maupun kelembapan dalam jangka panjang.
Itu sebabnya, mengapa decking WPC cocok diaplikasikan pada area outdoor yang sering terpapar air seperti kolam renang.
Disisi lain, tingkat ketahanan deck kayu tergantung pada jenis kayu yang digunakan. Ya, beberapa jenis kayu keras seperti ulin atau bengkirai kerap diandalkan untuk kebutuhan decking.
Meski demikian, tetap saja ia memerlukan perlindungan tambahan dan perawatan berkala untuk menjaga ketahanannya terhadap cuaca.
Artikel Terkait: 5 Jenis Lantai Kayu Outdoor Paling Indah dan Unik
2. Tampilan Visual
Deck WPC dibuat dengan tekstur, warna, dan motif yang menyerupai kayu sehingga dapat memberikan kesan natural dan kehangatan.
Bahkan, ia juga tersedia kedalam berbagai varian warna yang bisa anda pilih sesuai gaya eksterior rumah.

Namun jika dilihat dari jarak dekat, tampilan decking WPC memang tidak senatural deck kayu asli.
Meski tidak senatural kayu asli, deck WPC tetap banyak diminati karena ketahanannya yang lebih baik dibanding kayu.
Apabila anda yang menyukai kesan autentik, disarankan menggunakan decking kayu solid karena setiap papannya memiliki warna dan pola yang berbeda-beda.
Tak seperti decking WPC yang tampilan warna dan seratnya terlihat seragam.
3. Proses Perawatan
Soal perawatan, decking WPC cenderung lebih mudah dirawat untuk penggunaan sehari-hari.
Permukaannya bisa dibersihkan dengan air dan sabun ringan untuk menghilangkan berbagai kotoran.

Meski lebih mudah, bukan berarti juga bahwa decking WPC tidak perlu diberi perawatan rutin. Ya, perawatan rutin tetap harus dilakukan untuk menjaga tampilan deck WPC.
Tak seperti deck kayu solid yang memerlukan perhatian ekstra, terlebih jika dipasang di area yang langsung terpapar oleh sinar matahari dan air hujan.
Deck kayu solid harus diberi lapisan coating atau bahan pelindung secara berkala untuk meningkatkan ketahanan, sekaligus menjaga warna aslinya agar tidak mudah memudar.
Baca juga: Ini yang Membedakan Lantai Vinyl dan SPC Flooring
4. Harga
Sebenarnya Harga Decking WPC maupun deck kayu cukup bervariasi karena tergantung kualitas, ukuran, ketebalan, jenis material, dan brand.
Namun, ada beberapa jenis deck kayu yang harganya bisa lebih tinggi karena faktor kualitas, karakteristik, dan ketersediaan.

Selain harga materialnya, anda juga harus mempertimbangkan biaya lain seperti jasa pasang, rangka, dan aksesoris pendukung lainnya.
Pada penggunaan jangka panjang, deck WPC merupakan pilihan paling tepat karena proses perawatannya yang lebih simpel.
Sementara itu, deck kayu bisa dijadikan investasi menarik karena dapat meningkatkan nila jual sebuah property.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai perbedaan decking WPC dan deck kayu.
