Pertanyaan Dan Permasalahan Umum Seputar Genteng Beton

Genteng beton pertama kali digunakan pada pertengahan abad ke-19 di Eropa dengan cara mencampurkan semen, pasir, dan air.  Pigmen warna ditambahkan pada genteng beton untuk mensimulasikan agar terlihat seperti tanah liat. Genteng beton awal ini dibuat dengan menggunakan tangan terkadang sesekali dibuat dengan mesin semi-otomatis.

Inovasi selama beberapa dekade terakhir telah menghasilkan produksi secara otomatis, membuat genteng beton lebih ekonomis daripada produk atap lainnya. Hingga kini banyak rumah yang dibangun dengan genteng beton generasi pertama ini masih tetap berdiri kokoh membuktikan keawetannya.

Apa Kelebihan Dari Genteng Beton?

Genteng beton mampu bertahan seumur hidup sebuah rumah, maksudnya selama suatu rumah berdiri selama itu pula genteng beton tak terganti. Bandingkan dengan genteng komposisi lainnya, betapa pendek umur produk lain jika dibandingkan dengan jenis ini. Genteng beton memiliki ketahanan api Kelas A dan tahan terhadap kerusakan akibat hujan es dan angin kencang, biasanya mencapai level ketahanan hujan es Kelas 3 minor.

Genteng beton dapat menahan angin dengan kecepatan lebih dari 125 mil per jam yang mana kecepatan ini dapat menerbangkan sebagian besar atap berbahan lain. Pengujian juga menunjukkan sistem genteng beton ketika dipasang sesuai dengan standar bangunan, melebihi persyaratan beban gempa saat ini untuk bahan bangunan.

Seberapa Mahal Genteng Beton?

Saat ini harga genteng beton lebih kompetitif jika dibandingkan jenis genteng lain berbasis minyak tanah seperti aspal. Dibandingkan dengan aspal yang tahan cuaca, genteng beton menawarkan alternatif yang terjangkau dan ekonomis, mengingat pertimbangan dalam hal keawetan. Atap genteng beton sudah membuktikan mampu bertahan 100 tahun digunakan di Eropa.

Pilihan Apa Yang Dapat Saya Miliki Ketika Memilih Genteng Beton?

Ada banyak pilihan gaya dan warna yang tersedia dari genteng beton. Tidak sebatas pelindung matahari, genteng beton dapat pula digunakan pada iklim dingin asalkan sesuai standar yang telah ditentukan. Desain genteng beton modern dapat menyerupai tampilan genteng tanah liat tradisional, kayu, bahkan batu. Seperti tanah liat, permukaan genteng beton dapat bertekstur atau halus, ujung genteng beton dapat seragam atau tidak rata.

Anda dapat memilih genteng satu warna, warna campuran atau kombinasi dari dua atau lebih corak yang ditempatkan.Penggunaan pigmen yang dicampurkan pada semen putih atau abu-abu dapat menghasilkan hampir semua warna yang diinginkan, termasuk putih cerah, pastel, dan corak warna lainnya.

Seberapa Sulit Merawat Genteng Beton?

Pemeriksaan visual tahunan genteng beton dapat membantu melindungi dari tumpukan daun di dasar genteng. Perlu diperhatikan pertumbuhan lumut saat musim hujan dapat menimbulkan efek pembendungan air hujan.

Lumut dan ganggang tidak merusak genteng beton tetapi pembersihan berkala diperlukan untuk menghilangkannya serta penggunaan biosida plus penambahan strip seng dapat digabungkan untuk memperlambat pertumbuhan organisme ini. Perlu juga pemeriksaan setelah terjadi angin kencang, gempa bumi, atau hujan es. Pemeriksaan visual juga harus dilakukan untuk memastikan tidak ada genteng yang retak, pecah, atau lepas..

Dengan melihat informasi tentang genteng beton diatas, belum tentu genteng jenis ini merupakan pilihan terbaik untuk digunakan. Inilah yang perlu Anda ketahui beberapa permasalahan umum tentang genteng beton yang mungkin akan Anda temui serta solusi yang dapat dihindari dari permasalahan tersebut..

Masalah Pada Genteng Beton

Berikut ini adalah 6 masalah umum genteng beton yang harus Anda waspadai sebelum Anda memutuskan memasang genteng beton di rumah Anda.

1. Berat

Salah satu masalah pertama yang hadir pada genteng beton adalah beratnya. Jika dibandingkan dengan bahan atap lain seperti aspal, tanah liat, komposit, dan logam, genteng beton jauh lebih berat. Genteng beton dapat memiliki berat mulai dari 1 kg hingga 3 kg per meter persegi.

Artinya setiap rumah dengan atap genteng beton perlu memiliki penopang struktur yang cukup untuk dapat menahannya. Jika tidak, berat genteng beton bisa menyebabkan masalah integritas struktural. Bahkan, dalam beberapa kasus, sebuah bangunan mungkin tidak diperbolehkan menggunakan genteng beton akibat masalah berat.

2. Penampilan Fisik

Seperti hampir semua jenis bahan atap, genteng beton hadir dalam berbagai gaya dan desain. Ini memberi pemilik rumah kebebasan untuk memilih genteng untuk semua jenis gaya rumah yang mereka inginkan.

Namun seperti kebanyakan bahan lainnya, pola, cat, dan desain ini dapat mulai pudar seiring berjalannya waktu, terutama saat terkena kondisi cuaca yang buruk. Hal-hal seperti suhu tinggi, hujan lebat dan angin kencang juga dapat mempercepat kerusakan genteng menimbulkan tampilan atap yang kusam dan tidak menarik. Walaupun atapnya bisa dicat ulang tetap saja menambah kegiatan perawatan tambahan dan biaya tambahan pula.

3. Tingkat Perawatan

Genteng beton merupakan bahan berpori, ia dapat menyerap air dengan cepat sehingga dapat menyebabkan pembentukan jamur dan lumut yang membuat bagian atap menjadi tidak menarik secara fisik. Oleh karena itu, untuk mencegah penyerapan air tersebut, genteng beton memerlukan pelapis khusus untuk mencegah masuknya kelembapan.

4. Penyerapan Air

Ketika berbicara tentang material konstruksi di rumah seharusnya Anda menghindari material berpori. Bahan-bahan ini seperti genteng beton cenderung menyerap kelembapan jika tidak dirawat dengan benar. Tanpa pelapis dan perawatan lainnya, air hujan, kelembapan dari dedaunan yang gugur dapat meresap ke dalam material. Hal ini menyebabkan masalah seperti jamur, lumut, dan bahkan mungkin kerusakan pada genteng beton.

Masalah lainnya, resapan air bisa membuat genteng beton yang sudah berat menjadi semakin berat. Akibatnya, lebih banyak tekanan diberikan pada keseluruhan struktur rumah dan dapat menyebabkan masalah struktural yang serius.

5. Lapisan Bawah Perlu Perhatian

Meskipun genteng beton adalah pilihan atap yang cukup tahan lama tidak demikian dengan lapisan bawahnya. Rata-rata, genteng beton Anda akan bertahan hingga 50 tahun, sedangkan pelapisnya hanya akan bertahan sekitar 20 tahun.

Ini berarti Anda harus sering mengganti lapisan ini, yang menambah pemeliharaan dan biaya dari atap genteng beton. Proses mengganti lapisan bawah atap juga bisa agak membosankan dan memakan waktu serta membuat Anda tidak bisa mengerjakan proyek lain di dalam dan di sekitar rumah Anda.

6. Biaya

Meskipun genteng beton sendiri tidak terlalu mahal, masih ada beberapa hal yang dapat menambah biaya genteng beton dari waktu ke waktu. Pertama, selain membeli produk dan menyewa kontraktor atap, Anda mungkin perlu melakukan pekerjaan tambahan untuk rumah Anda agar dapat menopang atap genteng beton secara fisik.

Kemudian, Anda perlu untuk mengecat ulang setelah memudar dan mengganti genteng yang retak atau rusak. Tentunya, ada juga penggantian bahan pelapis setiap 20 tahun yang jelas-jelas membuat biaya penanganan semakin bertambah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top