Jenis-jenis aluminium – Pada dasarnya, aluminium termasuk kedalam jenis logam ringan yang bersifat reaktif. Itu sebabnya, mengapa material aluminium mudah teroksidasi dengan oksigen.
Meski bersifat ringan, namun aluminium memiliki tekstur yang kokoh, tahan karat, serta mudah dibentuk. Sehingga tak heran jika aluminium bisa dibentuk berupa lembaran maupun batangan.
Material aluminium sering digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konstruksi bangunan, pembuatan badan pesawat terbang, kabel bertegangan tinggi, dan masih banyak lagi.
Contact Us
Hendi Darmawan
Dengan senang hati, saya akan melayani anda untuk berbagai Informasi Produk, Permintaan Sample, atau Permintaan Survey Lokasi.

Nah, secara kebetulan juga pada kesempatan kali ini akan membahas seputar jenis-jenis aluminium. Tanpa banyak panjang lebar lagi, yuk kita simak saja langsung ulasannya berikut.
9 Jenis Aluminium
1. Aluminium Murni

Aluminium Murni merupakan logam yang mempunyai sifat ringan, lunak, ringan, kokoh, dan mudah dibentuk. Adapun mengenai tingkat kemurnian aluminium yang dimiliknya mencapai 99,0% dan 99,9%, sedangkan tingkat kekuatan tensilnya mencapai 90 Mpa.
Baca juga: Peran Baja Ringan Pada Konstruksi Bangunan
2. Aluminium Manganese Alloy (Al-Mn)

Menurut informasi yang didapat, Aluminium Manganese Alloy ini merupakan gabungan dari aluminium seri 3000. Sehingga penambahan Mn dapat meningkatkan kekuatannya terhadap korosi, serta meningkatkan titik lebur perpaduan aluminium.
Pada umumnya, jenis Aluminium Manganese Alloy ini kerap digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan produk peralatan dapur, panel, dan lain sebagainya.
3. Aluminium Tembaga Alloy (Al-Cu)
Sesuai dengan namanya, ia merupakan perpaduan antara aluminium dengan tembaga sehingga memiliki tekstur keras dan kokoh. Bahkan yang lebih hebatnya lagi, Aluminium Tembaga Alloy ini mampu menyamai sifat dari baja lunak lho.

Akan tetapi, jenis Aluminium Tembaga Alloy ini mudah rapuh dan rentan terhadap korosi. Adapun mengenai pemanfaatan Aluminium Tembaga Alloy yang biasa digunakan untuk konstruksi keling dan konstruksi pesawat terbang.
4. Aluminium Silikon Alloy (Al-Si)

Perpaduan Aluminium Silikon Alloy benar-benar menghadirkan karakteristik yang begitu kokoh. Pasalnya, pada proses pembekuan Aluminium Silikon cair hampir tidak terjadi keretakan.
Sehingga tak heran jika Aluminium Silikon Alloy sering digunakan sebagai bahan logam las dalam proses pengelasan.
5. Aluminium Magnesium Alloy (Al-Mn)

Berbicara soal jenis aluminium yang tahan terhadap korosi, maka Aluminium Magnesium Alloy ini adalah jawabannya.
Hal itu bukan tanpa sebab, karena ia terbuat dari aluminium seri 5000 yang memiliki daya tahan terhadap korosi. Berkat kandungan magnesium didalamnya, ia mampu bekerja dengan baik meski berada di temperatur yang sangat rendah.
Nah, karena sifat tersbebutlah yang membuat Aluminium Magnesium Alloy sering digunakan untuk tangki penyimpanan gas alam maupun konstruksi skala berat.
6. Aluminium Seng Alloy (Al-Zn)

Kabarnya, Aluminium Seng Alloy ini memiliki tingkat kekuatan yang paling tinggi diantara jenis aluminium lainnya.
Hal itu bukan tanpa alasan, karena ia merupakan perpaduan aluminium seri 7000 yang diberi tambahan Mg, Cu, dan Cr. Sehingga tak heran jika Aluminium Seng Alloy selalu diandalkan untuk pembuatan sayap dan bodi pesawat terbang.
Artikel Serupa: Mengenal Jenis-jenis Seng Beserta Daftar Harga Terbarunya
7. Aluminium Magnesium Silikon Alloy (Al-Mg-Si)

Aluminium Magnesium Silikon Alloy mempunyai sifat yang tahan terhadap korosi, serta tingkat kekuatannya yang cukup baik.
Dikarenakan materialnya merupakan perpaduan dari aluminium seri 6000, maka wajar saja jika Aluminium Magnesium Silikon Alloy ini sering digunakan untuk material konstruksi maupun bingkai arsitektur.
8. Aluminium Besi Alloy (Al-Fe)

Dikarenakan kandungan besi yang ada didalamnya, maka tingkat kekuatan tensilnya dapat menurun secara signifikan. Meski tingkat kekuatan tensil menurun, namun tingkat kekerasan pada Alumunium Besi Alloy ini terbilang cukup baik.
Baca juga: Besi Hollow Pilihan Tepat Untuk Rancangan Bangunan
9. Aluminium Lithium Alloy (Al-Li)

Penggabungan antara lithium dengan aluminium menjadikan massa jenisnya menjadi berkurang, namun mengalami peningkatan terhadap modulus elastisitas sebesar 4% litihium.
Akan tetapi, jenis Aluminium Lithium Alloy ini sudah tidak lagi diproduksi karena tingkat reaktivitas lithium yang tinggi sehingga dapat meningkatkan biaya operasi dan mengancam keselamatan para pekerja.
Kelebihan & Kekurangan Aluminium Untuk Bahan Bangunan
Kelebihan:
* Memiliki Bobot yang Ringan
Material aluminium memang memiliki bobot yang lebih ringan ketimbang baja maupun besi. Tentu saja hal ini dapat memudahkan para pekerja saat mengerjakan sebuah konstruksi bangunan yang menggunakan aluminium.
* Memiliki Bentuk & Ukuran yang Stabil
Aluminium tidak mudah mengalami pemuaian maupun penyusutan, sehingga dalam penggunaannya tidak akan terpengaruh oleh perubahan cuaca.
Dengan kata lain, semua material yang berbahan Aluminium dapat diaplikasikan untuk area indoor maupun outdoor.
* Tahan Terhadap Serangan Rayap
Tak seperti material kayu, dimana bahan alummunium tahan terhadap serangan rayap. Itu sebabnya, mengapa semua bahan bangunan yang berbahan alamunium dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.
* Harganya yang Relatif Murah
Kelebihan berikutnya dari Aluminium yang akan dibahas, yakni menawarkan harga yang relatif lebih murah dibanding material lainnya. Meski menawarkan harga yang lebih murah, namun kualitas pada material berbahan aluminium ini tidaklah murahan lho.
Kekurangan:
* Tampilan Desainnya yang Monoton
Material bangunan yang terbuat dari aluminium memang memiliki keterbatasan dalam urusan desainnya. Sehingga tak heran jika hal tersebut membuat terkesan monoton dan membosankan.
* Berpotensi Mengalami Kebocoran
Disamping tampilan desainnya yang monoton, ternyata material bangunan berbahan aluminium juga berpotensi mengalami kebocoran. Seperti halnya kusen aluminium, sehingga pada proses pemasangannya dibutuhkan karet untuk mencegah adanya kebocoran. Bahkan, karet tersebut juga memerlukan perawatan secara berkala karena sewaktu-waktu bisa terlepas dari rangka kusen yang nantinya berpotensi terjadi kebocoran.
Demikianlah ulasan singkat mengenai jenis-jenis aluminium beserta kelebihan dan kekurangannya, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan pertimbangan saat hendak membelinya.

