Reng Kayu – Sebagian besar bangunan di Indonesia menggunakan material kayu untuk pondasi kerangka atap. Pada proses penyusunan konstruksi rangka atap, tentu diperlukan beragam material. Ya, salah satunya berupa kayu reng.
Lantas, apa fungsi dari kayu reng tersebut..??? Nah, untuk mengenal lebih jauh lagi seputar kayu reng dan fungsinya, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.
Pengertian Reng
Reng merupakan sebuah komponen struktur atap yang diaplikasikan sebagai tempat bertumpunya susunan penutup atap. Pada umumnya jarak antar reng akan disesuaikan dengan ukuran penutup atap. Contohnya seperti genteng keramik, maka jarak antar reng tersebut akan dibuat seukuran dengan gentengnya.

Disamping itu, reng juga menjadi salah satu komponen atap dengan bentuk serta ukuran profil yang paling kecil. Adapun posisi reng yang dibuat membentang atau melintang di atas kasau dan juga akan disesuaikan dengan keperluan penutup atap.
Baca juga : Review Jenis-jenis Genteng dan Spesifikasinya
Pada umumnya, reng kayu hanya digunakan untuk bangunan dengan sistem rangka atap konvensional yang menggunakan genteng sebagai penutup atap. Sedangkan untuk jenis penutup atap lainnya seperti asbes dan seng, maka tidak perlu menggunakan reng kayu.
Dalam proses pemasangannya, maka kita harus mengukur dulu ukuran genteng yang nantinya akan disesuaikan dengan jarak antar reng. Tentu saja pemasangannya pun haruslah tepat dan presisi, agar genteng tersusun dengan rapi serta tidak mudah goyang.
Fungsi Reng Kayu
Sebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa fungsi utama dari reng kayu ini sebagai tempat bertumpunya susunan material genteng. Tak hanya itu, ternyata reng kayu juga memiliki fungsi lain yang jarang diketahui. Adapun mengenai fungsi lain dari reng kayu seperti berikut:
- Reng kayu dapat digunakan sebagai sambungan ke kayu kaso atau kayu usuk
- Reng kayu bisa digunakan untuk memperkuat sistem konstruksi atap rumah
- Reng kayu dapat difungsikan sebagai pegatur jarak antar tiap genteng, yang bertujuan agar genteng bisa dipasang dengan rapi dan lebih terikat antara satu dengan yang lainnya.
Jenis-jenis Reng Kayu Terbaik yang Paling Recommended
Saat hendak memilih reng untuk menunjang rangka atap rumah, sebaiknya pilih jenis reng kayu yang kuat dan kokoh. Hal itu bukan tanpa alasan, karena tidak semua jenis kayu reng yang ada di pasaran tahan terhadap cuaca tropis khas Indonesia.
Lantas, jenis reng kayu seperti apakah yang memiliki kualitas bagus…??? Adapun mengenai jenis-jenis reng kayu terbaik yang direkomendasikan untuk kamu seperti dibawah ini:
1. Reng Kayu Jati Belanda

Dalam industri perkayuan, tentu saja kayu jati belanda ini sudah bukan lagi hal yang asing. Ya jelas demikian, sebab kayu jati belanda atau kayu pinus ini sangat mudah untuk kita jumpai dipasaran. Pada bagian terasnya, kayu jati ini tampil dengan warna kuning cerah sedangkan bagian gubalnya mengusung warna krem atau bahkan putih kecoklatan.
Itu sebabnya, mengapa kayu jati belanda tidak mudah ditembus oleh rayap, tidak mudah mengalami pelapukan, hingga tahan terhadap perubahan cuaca sehingga sangat cocok dijadikan reng kayu sebagai penopang rangka atap rumah. Meski tidak sekokoh kayu jati asli, namun kayu jati belanda ini sudah terbukti cukup kokoh dan kuat lho.
Baca Juga : Berbagai Fakta Menarik Tentang Kayu Jati Belanda
2. Reng Kayu Ulin

Dari segi teksturnya, kayu ulin ini tampak terasa kasar dan sangat keras. Saking kerasnya, bahkan kayu ulin kerap dijuluki dengan nama “kayu besi“ sehingga proses pemotongannya pun tergolong cukup sulit. Dengan demikian, maka tak heran jika kayu ulin sangat ideal dijadikan reng untuk menopang beban material genteng.
Untuk tingkat kekuatannya, kayu ulin ini termasuk kedalam kelas I. Begitu pun dengan tingkat keawetannya yang juga masuk ke dalam kelas I. Dengan teksturnya yang sekeras besi, secara otomatis reng kayu ulin tidak akan mudah ditembus oleh rayap maupun hama serangga pemakan kayu lainnya. Bahkan yang lebih hebatnya lagi, reng kayu ulin sudah terbukti tahan terhadap kelembapan dan perubahan cuaca ekstrim lho.
3. Reng Kayu Bengkirai

Kayu bengkirai mempunyai ciri khas dari segi tampilannya, yakni mengusung warna kuning kecoklatan. Itu sebabnya, mengapa kayu bengkirai sering disebut dengan istilah yellow balau. Kayu bengkirai juga mempunyai tekstur padat, yang mana ia dapat kering dalam waktu mulai dari 12 hari sampai 1 bulan pada suhu normal untuk kemudian diolah lagi menjadi berbagai kebutuhan properti dan konstruksi.
Bukan hanya itu, bahkan kayu bengkirai juga mempunyai tekstur yang agak kasar dengan bobotnya yang lebih berat ketimbang kayu jati maupun kayu lainnya sehingga membuatnya sering digunakan untuk pondasi rangka atap.
Berdasarkan pernyataan dari Departemen Kehutanan RI, yang menyebutkan bahwa bengkirai merupakan jenis kayu dengan tingkat kekuatan kelas l dan ll yang kualitasnya hampir setara dengan kekuatan kayu jati.
Artikel Menarik Lainnya : Review Perbandingan Kayu Bengkirai dan Kayu Keruing
4. Reng Kayu Glugu (Kayu Kelapa)

Selain memiliki pola serat yang indah, ternyata struktur kayu kelapa juga tergolong cukup keras. Apalagi setelah melalui proses pengawetan, yang mana struktur kayu kelapa akan menjadi lebih kokoh dan tahan banting.
Dengan strukturnya yang cukup keras, maka tak heran juga jika kayu kelapa kerap digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan rangka atap rumah. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat kayu kelapa sudah terbukti kuat sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Bukan hanya itu, tingkat pemuaian dan penyusutan pada kayu kelapa ini tergolong sangat rendah.
5. Reng Kayu Meranti

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa kayu meranti terkenal dengan tingkat keawetannya yang begitu mumpuni. Terlebih untuk jenis kayu meranti merah, yang mana daya tahannya itu jauh lebih baik ketimbang meranti putih maupun meranti kuning.
Dalam industri perkayuan, kekuatan kayu akan dikategorikan menjadi lima tingkatan. Ya, semakin kecil tingkatan kelasnya, maka kekuatan kayu tersebut akan semakin bagus. Tingkat kekuatan jenis kayu meranti merah termasuk kedalam golongan kelas II – IV, sehingga daya tahannya mampu mencapai 11 tahun.
Untuk tingkat keawetannya, kayu meranti merah termasuk ke dalam kelas III – IV yang dapat bertahan hingga 10 tahun. Adapun proses pengawetan kayu meranti yang biasanya menggunakan campuran minyak diesel dan kreosot.
Nah, itulah beberapa jenis reng kayu terbaik yang direkomendasikan sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan referensi.

