toko Bermutu

Building material Solution

Layanan Penjualan & jasa Berbagai Produk bahan Bangunan, Melayani pemesanan Eceran dan Harga Grosir untuk di Jual kembali.

Deretan Jenis Plastik Pada Bahan Bangunan dan Konstruksi

jenis bahan plastik bangunan

Jenis bahan plastik bangunan – Plastik yang selama ini kita kenal merupakan salah satu jenis material sintetis yang mempunyai sifat lentur dan fleksibel. Ya, karena sifat tersebutlah yang membuat material plastik cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk dalam bidang konstruksi dan bangunan.

Setidaknya ada beberapa jenis bahan plastik yang kerap digunakan pada bidang konstruksi dan bangunan. Tentu saja pada masing-masing jenis bahan plastik tersebut mempunyai karakteristiknya tersendiri.

Nah, buat kamu yang ingin tahu seputar jenis-jenis bahan plastik untuk konstruksi dan bangunan, yuk kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

9 Jenis Material Plastik Paling Umum

1. Polyvinyl Chloride (PVC)

Polyvinyl Chloride atau yang biasa disingkat dengan nama PVC, merupakan sejenis termo plastik yang bahannya terbuat dari monomer vinyl klorida terpolimerisasi.

Polyvinyl Chloride (PVC)

Material Polyvinyl Chloride mempunyai stabilitas kimia serta tingkat ketahanan yang cukup baik. Namun, bahan plastik yang satu ini tidak terlalu tahan terhadap paparan panas yang ekstrim.

Menurut informasi yang didapat, Polyvinyl Chloride akan mengalami pemuaian dan penyusutan jika terkena suhu panas yang melebihi 100 derajat celcius. Itu sebabnya, mengapa material Polyvinyl Chloride lebih cocok digunakan pada suhu dibawah 60 hingga 80 derajat celcius. Adapun mengenai material PVC yang biasa digunakan untuk pembuatan pipa, kusen jendela, pintu, pelapis lantai, dinding, hingga plafon.

Artikel serupa: Informasi Harga Plafon PVC Per Meter Terbaru 2023

2. Polyethylene (PE)

Seperti halnya PVC, jenis plastik Polyethylene juga terbuat dari bahan monomer vinyl terpolimerisasi. Lantas, apa yang dimaksud dengan monomer? Perlu diketahui, monomer merupakan senyawa sederhana yang bisa dipolimerisasi menjadi senyawa makromolekul.

Polyethylene (PE)

Sehingga nantinya ia akan diproses melalui tiga tahap, yakni proses tekanan tinggi, proses tekanan menengah, dan proses tekanan rendah. Jenis plastik Polyethylene memang memiliki tingkat stabilitas kimia serta ketahanan air yang terbilang baik.

Namun, tingkat kekuatannya tidaklah terlalu baik. Meski demikian, plastik Polyethylene masih tetap fleksibel ketika digunakan pada suhu rendah. Tak hanya itu, terdapat pula penambahan sejumlah karbon hitam yang berguna untuk memperkuat ketahanan usia pakainya.

3. Polystyrene (PS)

Polystyrene (PS)

Dari segi materialnya, Polystyrene ini terbuat dari bahan monomer styrena yang sudah dipolimerisasi. Nah, karena hal inilah yang membuatnya memiliki kelebihan transmisi cahaya, perwarnaan yang mudah, stabilitas kimia yang lebih bagus, tahan terhadap air, tahan cahaya, serta menawarkan harga yang murah.

Akan tetapi, ada juga kekurangan dari jenis plastik Polystyrene yang harus kamu ketahui. Ya, kekurangannya adalah teksturnya yang kaku, tingkat kekuatan impak yang rendah, tidak tahan terhadap panas, serta sifatnya yang mudah terbakar.

4. Polypropylene (PP)

Selanjutnya ada jenis plastik Polypropylene yang bahannya terbuat dari monomer akrilik terpolimerisasi. Sehingga tak heran jika jenis plastik yang satu ini memiliki bobot ringan serta tahan terhadap panas.

Polypropylene (PP)

Bahkan yang lebih menariknya lagi, Polypropylene sudah terbukti tahan terhadap air. Meski demikian, Polypropylene juga memiliki beberapa kelemahan yang harus dipertimbangkan.

Untuk kelemahannya yang pertama, ia memiliki tingkat kekakuan yang buruk saat berada dalam suhu rendah. Tak hanya itu, resistansi udara pada Polypropylene juga terbilang cukup buruk. Oleh karenanya, material Polypropylene lebih cocok digunakan untuk area indoor saja.

Seiring dengan perkembangan zaman, kini plastik Polypropylene diproduksi dengan campuran poletilen dan polyvinyl chloride.

Baca juga: Mari Kita Berkenalan Dengan 9 Jenis Aluminium

5. Polyrmethyl Methacrylate (PMMA)

Sesuai dengan namanya, jenis plastik ini terbuat dari bahan Polyrmethyl Methacrylate yang sudah dipolimerisasi. Namun, masyarakat lebih mengenal plastik Polyrmethyl Methacrylate dengan sebutan gelas organik.

Polyrmethyl Methacrylate (PMMA)

Keunggulan dari Polyrmethyl Methacrylate ini adalah mempunyai transmisi cahaya yang baik, kekuatan tinggi pada suhu rendah, tidak mudah menyerap air, tahan terhadap panas, mudah diproses. Serta usia pemakaian yang cukup baik.

Mengingat akan hal itu, maka tak heran jika bahan bangunan yang terbuat dari Polyrmethyl Methacrylate selalu dibanderol dengan harga mahal. Adapun mengenai kekurangan Polyrmethyl Methacrylate, yakni tingkat resistensi abrasivenya yang buruk.

6. Resin Fenolik (PF)

Pada proses pembuatan Resin Fenolik, maka bahan fenol dan aldehida akan dipolimerisasi dibawah pengaruh katalis asam. Dari segi teksturnya, Resin Fenolik memang lebih halus namun tetap kokoh.  

Resin Fenolik (PF)

Selain itu, Resin Fenolik juga telah diberi tambahan yang berupa bahan pengisi serta bahan pengawet. Sehingga tak heran jika plastik ini tahan terhadap cahaya, tahan air, tahan panas, anti korosi, isolasi listrik, serta memiliki kekuatan rohesi yang lebih bagus.

Dibalik beberapa kunggulannya, terdapat satu kekurangan dari jenis plastik Resin Fenolik ini. Ya, kekurangan plastik Resin Fenolik adalah tingkat kekakuannya yang begitu buruk.

7. Wood Plastic Composite (WPC)

Wood Plastic Composite atau WPC merupakan gabungan antara bahan plastik dan kayu. Kedua bahan tersebut diproses dengan cara dilebur, kemudian diolah sedemikian rupa sehingga terciptalah sebuah material yang bernama WPC.

Wood Plastic Composite (WPC)

Untuk komposisinya, material WPC terdiri dari serat plastik sebanyak 50% dan serbuk kayu 50%. Hasilnya, WPC tampil dengan tingkat kekuatan yang begitu mumpuni.

Tak hanya kokoh dan kuat, bahkan material WPC juga dapat menampilkan keindahan yang tidak kalah dengan material kayu asli. Plastik WPC biasanya digunakan untuk pembuatan plafon, panel dinding, dan lantai.

Baca selengkapnya: Seperti Inilah Keunggulan & Kekurangan Lantai WPC

8. Resin Silikon Organik (SI)

Resin Silikon Organik (SI)

Resin Silikon Organik diproses dengan ara menghidrolisis beberapa jenis monomer silikon organik. Alhasil, plastik ini memiliki sifat yang tahan terhadap panas, tahan air, tahan dinding, serta anti korosi.

Kendati demikian, plastik Resin Silikon Organik memiliki kinerja mekanik dan kekuatan kohesif yang terbilang buruk. Tapi untungnya, kelemahan tersebut bisa diakali dengan menambahkan resin sintetis, serat gelas, asbes, dan lain sebagainya.

9. Resin Polyester (PR)

Resin Polyester (PR)

Jenis bahan plastik berikutnya yang biasa digunakan pada konstruksi dan bangunan, yakni berupa Resin Polyester. Plastik ini diproses dengan cara meng-kondensasi alkohol diatomik dan asam diatomik.

Adapun mengenai keunggulan dari Resin Polyester, yaitu memiliki kapasitas ikatan yang bagus, elastis, warna yang lebih baik, fleksibel, tahan panas, serta tahan terhadap air.

Itu dia jenis-jenis bahan plastik yang paling umum digunakan dalam bidang konstruksi dan bangunan.

Bagaimana, apakah kamu juga tertarik untuk menggunakan jenis-jenis plastik tersebut?

Scroll to Top