tanaman puring

Mengenal Lebih Jauh Lagi Tentang Tanaman Puring

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa setiap masing-masing jenis tanaman hias memiliki wujud dan karakteristik yang berbeda. Ya, begitupun dengan tanaman puring, dimana ia juga mengusung karakteristik yang tidak dimiliki oleh jenis tanaman hias lainnya.

Tanaman puring tampil dengan warna daun yang pekat serta penuh corak. Tak hanya indah dipandang, bahkan jenis tanaman yang satu ini juga memiliki daun lebat. Tentu saja kehadiran tanaman puring dapat menambahkan nuansa sejuk pada sebuah hunian.

Nah, untuk mengetahui seluk beluk dari tanaman puring, mending kita simak saja langsung ulasannya dibawah ini.

Fakta-fakta Menarik Tanaman Puring yang Harus Kamu Ketahui

1. Keindahan Warna Daun Puring

foto@canva.com

Tanaman puring memang terkenal dengan keindahan daunnya yang begitu sedap dipandang. Sebab tak hanya terdiri dari satu warna saja, yang mana daun puring mengusung perpaduan warna-warna berbeda namun tampak serasi.

Bukan hanya itu, daun puring juga mempunyai warna dasar yang dihiasi corak dengan warna yang berbeda pula dibagian tengahnya. Biasanya urat-urat yang ada di daun puring menonjolkan warna-warna yang lebih cerah daripada warna di pinggiran daunnya.

Adapun mengenai berbagai varian warnanya seperti kuning, hijau, jingga, merah, hingga perpaduan dari keempat warna tersebut. Semakin tua usianya, maka warna daun puring ini juga akan berubah menjadi lebih pekat lho.

2. Bentuk Daun yang Beragam

foto@canva.com

Tak hanya menyediakan warna yang bervariasi, ternyata bentuk daun puring pun sangat beragam. Ya, mulai dari bentuk memanjang, oval, bergelombang, hingga yang helai-helainya terpisah. Adapun beberapa jenis tanaman puring yang termasuk tanaman herbal seperti :

  • Spirale yang memiliki daun mengeriting
  • Andrenaum yang daunnya berbentuk oval
  • Majesticum yang memiliki panjang daun sekitar 25 cm

3. Asal-usul Tanaman Puring

foto@canva.com

Menurut informasi yang didapat, tanaman puring ini berasal dari kawasan tropis yang tersebar di kawasan Asia Tenggara, Asia Pasifik, dan Australia. Mengingat berpredikat sebagai tanaman tropis, tentu saja tanaman puring membutuhkan pencahayaan alami yang cukup untuk tetap bertahan hidup.

Nah, karena hal itulah yang membuat tanaman puring lebih cocok ditempatkan di area outdoor alias di luar ruangan. Pasalnya, penurunan kualitas cahaya bisa menyebabkan daun tanaman puring menjadi rontok lho!

Baca Juga : Jenis-jenis Tanaman Hias Terpopuler 2021

Kebalikannya, apabila semakin banyak cahaya yang terserap olehnya, maka akan semakin pekat pula warna-warna daun yang ditampilkannya. Jika kamu tinggal di daerah dengan suhu yang cenderung dingin dan tidak banyak terekspos oleh matahari, maka cara penanamannya harus dilakukan di dalam rumah kaca (greenhouse).

4. Tidak Membutuhkan Perawatan yang Intensif

foto@canva.com

Beralih ke perawatannya, terdapat beberapa poin penting yang harus kamu ketahui. Selain harus mendapatkan paparan sinar matahari, tanaman puring juga harus di tempatkan diarea yang lembap.

Nah, poin tersebutlah yang kerap diabaikan oleh para pemiliknya, sehingga membuat daun-daun puring menjadi layu dan mengering. Agar membuatnya tetap tumbuh sehat di kondisi lembap, tentu saja kamu harus menyiramnya secara rutin.

Dengan demikian, tanaman puring bisa diperbanyak secara efektif melalui cara setek batang.

5. Mempunyai Segudang Manfaat Untuk Kesehatan

foto@canva.com

Ini dia salah satu keunggulan dari tanaman puring yang tidak dimiliki oleh jenis tanaman hias lainnya. Berdasarkan dari hasil penelitian, tanaman puring mengandung sejumlah zat yang diklaim bagus untuk kesehatan tubuh, seperti alkaloids, flavonoid, dan saponins.

Kandungan tersebut sering dijadikan tanaman herbal yang dapat mengatasi berbagai gangguan kesehatan, seperti susah buang air besar, diare, demam, hingga penyakit sifilis.

6. Tanaman Puring Memiliki Kandungan Toksin

foto@canva.com

Dibalik berbagai kandungan zat positifnya, ternyata tanaman puring juga memiliki kandungan toksin alias racun yang cukup berbahaya lho!

Menurut informasi yang didapat, kandungan racun pada tanaman puring ini terdapat pada bagian akar, batang, dan daunnya. Ya, kandungan racun tersebut bernama “Deoxy Ingenol”, yang apabila tertelan bisa menyebabkan berbagai gejala, seperti rasa terbakar di area mulut dan tenggorokan.

Tak hanya pada akar, batang dan daunnya, ternyata getah tanaman puring juga memiliki racun yang dapat menimbulkan eksema atau iritasi pada kulit.

Tips Menanam Tanaman Puring

foto@canva.com
  • Bibit puring hasil cangkokan harus ditanam dengan posisi tegak lurus
  • Jika ditanam pada pot, kamu bisa langsung menanamnya dan memanfaatkan tanah di media tanam
  • Apabila ingin ditanam di tanah, maka beri jarak sekitar 30 – 50 cm pada setiap lubangnya
  • Setelah selesai, kamu harus menyiramnya secara rutin (jika musim kemarau, maka tanaman puring harus disiram sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan sore hari)
  • Jangan lakukan penyiraman secara berlebihan, karena bisa membuat akarnya menjadi busuk
  • Tahap terakhir, tancapkan kayu atau besi agar bunga puring bisa tumbuh tegak.

Nah, setelah mengetahui seluk beluknya, bagaimana, apakah kamu berminat untuk merawat tanaman puring dirumah?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top