Ketahui Perbedaan LDF, MDF, dan HDF Pada Serbuk Kayu

Dalam industry perkayuan, penggunaan bahan alternatif pengganti kayu solid atau kayu utuh bertujuan untuk menekan biaya produksi. Hal tersebut wajar saja terjadi, mengingat harga kayu solid yang begitu mahal dipasaran. Bukan hanya itu, bahkan proses pengolahan bahan kayu asli juga membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga dapat memakan banyak biaya operasional.

Belum lagi proses pengeringan bahan kayu solid yang haris dilakukan secara intens dan teliti, karena tidak boleh merusak papan kayunya. Begitu pun dalam proses pemasangannya yang harus benar-benar presisi dan hati-hati. Kendati sudah dilakukan dengan cara yang teliti dan presisi, namun tidak menutup kemungkinan juga bisa terjadi potensi berbagai masalah lho.

Baca juga : Deretan Jenis Kayu Terbaik dan Penggunaannya

Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat material kayu akan tetap bergerak mulai dari penyusutan hingga pemuaian, akibat adanya perubahan cuaca. Pergerakkan kayu itu sendiri akibat pola seratnya yang searah, sehingga bisa bergerak melengkung ke arah panjang maupun ke arah lebar tanpa ada pengikat.

Nah, guna mensiasati berbagai permasalahan tersebut, maka penggunaan bahan lain merupakan alternatif yang paling tepat. Adapun mengenai perbandingan istilah LDF, MDF, dan HDF pada serbuk kayu seperti dibawah ini.

Pengertian LDF

bahan kayu LDF

Istilah LDF adalah singkatan dari kata Low Density Fiberboard, yang merupakan material serbuk kayu dengan kualitas paling rendah. Dari sisi harga, tentu saja material LDF ini jauh lebih murah dibanding dengan kayu MDF mapun kayu HDF. Kendati demikian, kayu LDF masih cukup diminati untuk indutri perkayuan.

Pengertian MDF

bahan kayu MDF

Sedangkan MDF merupakan sebuah papan yang materialnya terbuat dari bahan serbuk kayu halus dan keras yang dicampir, kemudian akan dipress panas (hot press) dengan perekat serta kepadatan tertentu yang rata-ratanya dijual dengan ukuran panjang x lebar seukuran tripleks. Bahan yang satu ini memang yang paling populer, sehingga ideal dijadikan sebagai bahan utama untuk berbagai produk property seperti :

  • Lantai
  • Meja blok
  • Daun meja
  • Kusen, pintu, dan lain sebagainya

Istilah MDF itu sendiri merupakan singkatan dari (Medium Density Fiberboard), yang mana tingkat kepadatannya termasuk kedalam kelas menengah. Adapun mengenai keunggulan dan kekurangan MDF yang haru kalian seperti berikut :

Kekurangan MDF

  • Harga yang lebih murah dari segi bahan maupun proses produksinya
  • MDF juga cukup mudah diolah untuk berbagai produk property berbahan kayu
  • Tingkat risiko pecah dan keretakkannya tergolong cukup rendah
  • Dapat diukir dengan beragam motif sesuai pesanan

Kekurangan MDF

  • Tidak tahan terhadap air
  • Tidak tahan terhadap kelembapan, sehingga rawan pada masalah berjamur
  • Tingkat kekuatannya tidak terlalu kuat

Pengertian HDF

bahan kayu HDF

HDF adalah singkatan dari High Density Fiberboard, dimana cara pengolahannya tidak berbeda jauh dengan jenis MDF tadi. Ya, namun HDF akan dikompres terlebih dahulu dan dikeringkan dengan suhu yang lebih tinggi, agar menghasilkan panel kuat sehingga mampu menahan beban.

lantai laminasi
Contoh Pemasangan Lantai Kayu Laminasi (Laminated Flooring)

Mengingat akan hal itu, maka tak heran jika material HDF kerap digunakan untuk bahan baku pembuatan lantai laminasi (laminated flooring). Itu sebabnya, mengapa lantai laminasi selalu dijadikan alternati penggnati parket kayu solid yang memang harganya jauh lebih mahal.

Artikel Terkait : Mengenal Lantai Laminated

Berbagai Istilah Lain Pada Kayu Olahan

Selain LDF, MDF, dan HDF, ternyata masih banyak lagi istilah lain yang terdapat pada kayu olahan lho. Adapun mengenai istilah lainnya pada kayu olahan kayu yang harus kalian ketahui seperti berikut :

1. Veneer (Vinir)

veneer kayu

Veneer alias vinir merupakan irisan tipis dari kayu yang mempunyai serat bagus, serta fungsinya untuk melapisi permukaan kayu yang terlihat kurang menarik seperti jenis PB (Particle Board). Biasanya bahan veneer ini akan diaplikasikan pada berbagai produk furniture. Dari sisi materialnya, veneer terbuat dari bahan batang kayu pilihan dengan kualitas bagus.

Tentu saja jenis kayu yang digunakannya pun harus memiliki pola serat indah, sehingga dapat mempertegas kesan artistik pada sebuah furniture. Proses pengirian batang kayu untuk bahan veneer tersebut sangat beragam, ada yang dipotong melebar dahulu baru diiris, namun ada juga yang dipotong miring.

Dikarenakan ukurannya yang terbatas untuk pembuatan veneer yang lebar, maka irisan-irisan terebut akan di sambung. Ya, proses penyambungannya pun dilakukan dengan cara di silang, lalu di beri lem menggunakan lilin. Namun, sekilas sambungan tersebut tampak tidak terlihat.

Ukuran ketebalan veneer yang umumnya digunakan berkisar 0,2 mm, 0,3 mm, dan 0,6 mm. Kendati demikian, veneer juga bisa digunakan dengan irisan yang lebih tebal atau lebih tipis untuk kebutuhan tertentu. Veneer yang lebih tipis biasanya digunakan untuk furniture dan pelapis dinding, sedangkan veneer yang lebih tebal kerap digunakan untuk pelapis penutup lantai.

2. Plywood (Kayu Lapis)

plywood

Bahan plywood juga lebih terkenal dengan istilah “kayu lapis”, yang berupa lembaran-lembaran irisan kayu tipis bertumpuk hingga mencapai ketebalan tertentu. Lembaran kayu tipis tersebut nantinya akan disatukan dengan menggunakan lem khusus, kemudian diolah menggunakan mesin sehingga membentuk lembaran papan.

Terdapat pula beragam macam kayu yang dapat digunakan untuk dijadikan panel plywood, entah itu kayu kera maupun kayu yang bertekstur lunak. Menurut informasi yang didapat, kekuatan utama pada plywodd ini ada di bagian serat yang tegak lurus. Ya, jika lembar pertamanya berserat horizontal, maka lembar diatas seratnya adalah vertikal, kemudian diatasnya lagi berserat horizotal dan seterusnya.

Dengan kata lain, pada setiap lapisan kayu akan dipasang berselang-seling serat kayunya. Hasilnya, pola seperti itu akan membuat teksturnya tampak kaku dan kokoh bagi susunan lembar-lembar kayu untuk menahan beban serta memperlambat masalah keretakkan. Umumnya, satu lembar plywood terdiri dari lapisan kayu dalam jumlah ganjil lho.

Itu artinya, jika lapisan paling bawah seratnya adlaah horizontal, maka serat yang paling atasnya adalah vertikal. Namun, ada juga beberapa plywood yang lapisan terluarnya berupa kayu dengan serat bagus. Nah, jenis plywood seperti inilah yang paling banyak digunakan untuk finishing transparan.

3. Blockboard

blockoard

Blockboard terdiri dari potongan kayu kecil yang berukuran 4 hingga 5 cm, yang kemudian akan dipadatkan menjadi lembaran papan. Potongan kayu yang digukanan harus memiliki tekstur lunak. Adapun mengenai ketebalan blockboard yang terbagi lagi menjadi dua bagian, yakni ketebalan 15 mm dan 18 mm.

Sedangkan ukuran panjang dan lebarnya sekitar 240 cm x 120 cm, yang mirip dengan ukuran tripleks. Jenis olahan kayu yang satu ini memang banyak diminati untuk bahan baku pembuatan lemari dan rak. Dikarenakan blockboard terbuat dari bahan kayu bertekstur lunak, tentu saja daya tahannya pun tidaklah terlalu kuat.

Itu sebabnya, mengapa harga blockboard lebih murah jika dibandingkan degan harga triplek. Kendati demikian, namun plywood ini dinilai masih lebih baik ketimbang jenis particle board.

Deikianlah ulasan singkat seputar perbandingan LDF, MDF, HDF, dan material lainnya pada olahan kayu, sehingga bisa kita jadikan sebagai bahan penambah wawasan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top