Pasir Pasang Pada Konstruksi Bangunan

Pasir merupakan material yang terfragmentasi dan terbentuk secara alami yang terdiri dari partikel sangat kecil dari batuan, karang, atau cangkang yang membusuk. Pasir digunakan untuk memberikan kekuatan dan pengisi pada bahan konstruksi seperti aspal dan beton. Pasir juga digunakan sebagai bahan dekoratif dalam lansekap. Jenis pasir tertentu bahkan digunakan dalam pembuatan kaca dan sebagai bahan cetakan untuk pengecoran logam. Pasir lainnya digunakan sebagai bahan abrasif  untuk pembuatan  amplas.

Pasir Pasang

Pasir pasang merupakan salah satu jenis pasir dengan tekstur yang halus dan ukuran butirannya yang kecil membuat pasir pasang sendiri bermanfaat untuk dicampur dengan pasir beton dan sebagai campuran utama dalam sebuah pondasi bangunan. Campuran antara pasir pasang dan beton akan membuat pondasi bangunan menjadi lebih kuat dan bisa dipakai juga menjadi plasteran dinding yang tekstur yang halus.

Pasir pasang memiliki tekstur yang lebih halus dibandingkan dengan pasir beton sehingga cocok dicampurkan sebagai bahan untuk membuat pondasi yang lebih kuat, dan plesteran yang lebih halus. Selain itu, pasir pasang juga bisa dicampurkan dengan semen perekat bata, batu alam, dan keramik. Pasir pasang ini memiliki ciri jika akan tetap menggumpal jika dikepalkan menggunakan telapak tangan.

Berdasarkan tempat perolehannya, pasir pasang dibagi menjadi beberapa berikut ini.

Pasir Pasang Gunung

Pasir pasang ini diperoleh dari hasil galian pada dataran tinggi atau pegunungan. Pasir pasang gunung ini mempunyai butiran yang kasar dan tidak terlalu keras. Pasir jenis ini memiliki kandungan pozolan yang akan mengeras dan menggumpal apabila dicampurkan dengan air dan kapur padam.

Pasir yang sumber penambangannya berasal dari pegunungan, umumnya memiliki kualitas yang jauh lebih baik bila dibandingkan dengan pasir yang ditambang dari sungai atau laut. Hal ini dikarenakan pasir yang berasal dari pegunungan memiliki kekerasan yang lebih dibanding pasir jenis lainnya. Kekerasan inilah yang akan membuat kokoh suatu bangunan. Selain itu, pasir ini memiliki kandungan lumpur yang sangat sedikit  sehingga membuat adonan plesteran atau cor-coran menjadi sempurna.

Selain itu, pasir ini tak mengandung senyawa kimia apapun jika dibandingkan pasir pantai yang mengandung garam sulfat (MgSO4), yang dapat mengakibatkan karat pada besi struktur.

Pasir Pasang Sungai

Pasir pasang sungai berasal biasanya ditambang di muara sungai. Pasir ini memiliki kualitas yang cukup baik asalkan tidak mengandung banyak lumpur dan berbagai bahan lainnya yang berada di dalam air. Pasir sungai merupakan hasil kikisan batuan yang keras dan tajam oleh aliran air secara terus menerus. Pasir dengan jenis ini bisa dimanfaatkan untuk bagian pekerjaan konstruksi pasangan. Ukuran pasir ini berkisar antara 0.063 hingga 5 mm sehingga hanya perlu melakukan satu kali ayakan dalam penggunaannya.

Pasir sungai banyak digunakan oleh masyarakat dikarenakan kekuatannya serta dirasa memiliki harga lebih murah. Harga murah ini dikarenakan melimpahnya jumlah pasir ini jika dibandingkan jenis lain serta mudahnya ketersediaan dari pasir ini. Agar menghilangkan kandungan lumpur dan kotoran lainnya pasir sungai harus melewati proses pencucian terlebih dahulu dengan menggunakan air bersih.

Untuk pengujian lumpur, Anda dapat mengambil segenggam pasir dan memasukkan ke dalam botol air. Beri air lalu kocok-kocok pasir tersebut. Setelah itu diamkan botol dan biasanya ndapan lumpur akan berpisah dengan pasir. Jika endapan lumpur banyak, maka kualitas pasir sungai bisa dikatakan kurang baik. Cara ini juga bisa diaplikasikan ke pasir yang berasal dari gunung. Karena, ada beberapa penjual yang mencoba curang dengan mencampur pasir gunung dan tanah.

Fungsi Pasir Sungai

1. Campuran Spesi.

Spesi merupakan hasil dari campuran semen dan pasir pada konstruksi yang digunakan untuk merekatkan batu bata satu sama lainnya pada suatu konstruksi bangunan.

2. Plester.

Lapisan pada dinding memerlukan plester sebelum dilakukan proses pengecatan. plester atau pelur tersebut merupakan campuran dari semen dan pasir dengan tekstur yang lebih halus.

3. Pemasangan Keramik

Untuk merekatkan keramik membutuhkan campuran jenis pasir ini

4. Pengeras Jalan.

Pasir ini merupakan salah satu bahan utama yang dibutuhkan sebagai campuran perekat pada proyek pengerasan jalan baik itu menggunakan beton, paving blok maupun aspal.

5. Pembuatan Beton

Beton merupakan campuran antara semen, komponen kasar dan halus serta air. Komponen halus tersebut diperoleh dari pasir jenis ini sedangkan bagian kasar berasal dari batuan

Untuk mendapatkan pasir sungai dengan kualitas terbaik disarankan membelinya pada saat musim hujan. Alasannya karena pada pasir ini lebih bersih serta kualitasnya masih bagus akibat aliran dari hulu sungai. Namun dari segi harga biasanya pasir ini lebih mahal dibandingakan pada saat musim kemarau mengingat proses penambangan pasir saat musim hujan lebih sulit dilakukan.

Pasir Laut

Pasir laut merupakan pasir yang ditambang di kawasan laut baik itu pinggir pantai maupun lepas pantai. Pasir laut mengandung komponen utama kalsium yang berasal dari organisme laut seperti kerang dan terumbu karang. Selain itu terdapat pula magnesium serta silica yang berasal dari aliran air sungai yang menuju ke laut. Pasir laut mengandung garam sulfat (MgSO4) yang sangat agresif terhadap semen. Bila bereaksi dengan semen, maka akan menghasilkan senyawa-senyawa yang sedikit demi sedikit dapat merusak bangunan.

Jika tidak dilakukan proses apapun, pasir laut memang benar tidak dapat dijadikan material bahan bangunan. Tetapi jika material ini telah distabilisasi yaitu dicuci dengan cara dinetralkan kandungan garam sulfat-nya pasir laut tetap dapat dijadikan bahan bangunan.

Pasir laut memiliki karakteristik yang hampir sama dengan pasir gunung yaitu memiliki kekerasan yang cukup baik dan butiran yang rata sehingga dapat dipakai di plesteran atau beton.

Secara umum pasir laut dapat dibedakan atas dua kondisi yaitu pasir laut yang tidak dipengaruhi pasang surut (pinggir pantai) dan pasir laut yang terendam atau dipengaruhi oleh kondisi air laut (air pasang surut). Pasir laut pinggir pantai adalah pasir laut yang terdampar ± 50 meter dari air pasang dan tidak akan tergenang kembali.

Pasir laut pinggir pantai ini mempunyai kandungan kadar garam yang lebih sedikit dibandingkan pasir laut yang dipengaruhi air pasang. Bahan-bahan kimia dan limbah-limbah yang ada pada pasir laut ini surut lebih banyak dibandingkan pasir laut yang dipengaruhi pasang surut

Pasir laut banyak dilakukan penelitian karena keterbatasan pasir darat terutama untuk daerah luar Pulau Jawa yang mana jumlah gunung berapinya lebih sedikit. Pasir laut sangat melimpah keberadaannya sehingga membutuhkan penelitian mendalam sebagai alternatif pengganti pasir gunung dan pasir sungai.

Penggunaan pasir laut sebagai campuran pasir darat menjadi alternatif yang baik dalam upaya peningkatan sumber daya alam. Pasir laut sudah mendapat perhatian khusus dari pemerintah serta sedang banyak dicari oleh negara-negara maju.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top