Pasir Beton Sebagai Material Penting Pada Konstruksi

Pasir beton adalah salah satu jenis pasir yang paling banyak dipakai dalam dunia konstruksi. Pasir beton mempunyai tekstur yang keras dan tajam dan sering digunakan dalam berbagai pengecoran struktural seperti kolom balok dan pelat lantai karena sifatnya yang kuat dan kokoh.

Pasir Beton merupakan butira batu kecil yang disebut pasir agregat umumnya terdiri dari batuan gneiss, batu granit, batu kapur serta mineral tajam lainnya. Pasir jenis ini mula-mula disaring kemudian dilakukan pencucian. Umumnya dilakukan penggerusan sebelum dilakukan pencucian.

Proses ini dilakukan untuk mengecek apakah ada bongkahan batu besar pada partikel tersebut. Pasir beton berukuran antara 0,075 – 5 mm, jika terdapat butiran berukuran lebih kecil dari 0,063 mm tidak lebih dari 5% berat. Pasir ini sebagian besar digunakan sebagai bahan penting dalam pengaspalan beserta penambahan semen. Dapat juga digunakan pada lapisan dasar, pipa dan media perataan untuk teras & kolam serta pembuatan jalan setapak dengan batu dari paving blok.

Pasir beton memiliki karakteristik yang khusus yaitu warnanya abu-abu gelap hingga kehitaman. Pasir ini memiliki tingkat kehalusan yang tinggi dan tidak membentuk gumpalan saat digenggam. Pasir beton yang halus menjadi salah satu agregat penting dan sangat cocok digunakan untuk menguatkan dan merekatkan batu, bata, plester dinding hingga pengecoran pondasi dan dinding. Teksturnya yang halus membuat hasil plesteran menjadi lebih baik dan halus.

Syarat Pasir Beton Yang Baik

Untuk mendapatkan kekuatan beton yang optimal maka pasir harus dapat memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1. Pasir Beton Harus Bersih

Pasir beton tidak boleh memiliki zat organik yang dapat menurunkan kualitas dari beton. Cara memeriksa pasir beton adalah dengan cara merendamnya pada cairan NaOH dengan kandungan 3%. Tinggi endapan pasir tidak kurang dari 70%. Pasir beton yang baik harus menunjukkan hasil dari cairan tidak boleh lebih gelap daripada larutan pembanding

2. Kadar butiran

Kadar butiran yang lewat ayakan 0,063 mm (kadar lumpur) tidak boleh lebih dari 5% berat.

3. Angka kehalusan

Angka kehalusan butir terletak antara 2,2 – 3,2 bila diuji dengan rangkaian ayakan 0,16 ; 0,315; 0,63; 1,25; 2,50; 0,5 dan 10 mm, fraksi yang lewat ayakan 0,3 mm minimal 15% berat.

4. Kekekalan Terhadap Larutan Sulfat

Bagian yang hancur terhadap NaSO4 tidak boleh lebih dari 12% berat. Sedangkan kekekalan terhadap larutan MgSO4 bagian yang hancur tidak boleh lebih dari 10% berat.

5. Reaksi Alkali Harus Negatif

Agar beton Anda memiliki tingkat keawetan yang tinggi maka kandungan alkali pada pasir beton haruslah negatif. Kandungan alkali pada pasir akan menyebabkan terjadinya reaksi kimia yang menyebabkan umur material Anda menjadi lebih lemah dan tidak tahan lama

Pemilihan jenis dan kualitas yang tepat sangat penting dilakukan dalam proses pengecoran beton. Dua jenis agregat halus dan agregat kasar diperlukan selama proses. Umumnya volume beton yang baik  mencapai 60% sampai 75%. Pasir beton dan agregat kasar dapat menghasilkan kombinasi yang keras.

Komposisi air dan semen menentukan proporsi agregat, susut, pengembangan, daya tahan, porositas dan kelayakan kerja beton. Dalam pembuatan beton biasanya digunakan mortar. Pasir dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil kemudian disaring untuk memastikan bahwa tidak ada partikel batuan besar yang dimasukkan. Setelah itu pencampuran semen dan air dilanjutkan mengisi ruang udara diantara agregat kasar.

Kelebihan Pasir Beton

Banyaknya masyarakat menggunakan pasir beton pada konstruksinya tak lepas dari kelebihan yang ditawarkan dari pasir beton berikut ini :

1. Tingkat Kehalusannya Tinggi

Pasir ini memiliki ukuran relatif kecil, yang membuat pasir terasa sangat halus dimana ketika digunakan sebagai material untuk bahan bangunan, pasir ini  mampu merekatkan antar material secara optimal atau sempurna. Dengan komposisi yang tepat maka hasil rekatan akan sangat kuat.

2. Cocok Dipakai Untuk Semua Bidang Konstruksi

Pasir beton sangat cocok digunakan untuk semua jenis konstruksi mulai dari pembuatan plesteran dinding hingga campuran bahan pembuatan pondasi rumah. Bisa juga digunakan untuk menguatkan atau merekatkan bagian bangunan yang lainnya asalkan komposisi bahan campuran yang digunakan juga tepat terutama pada komponen semennya.

3. Harganya Relatif Terjangkau

Pasir beton memiliki harga relatif terjangkau, tidak berbeda jauh memang dibanding pasir jenis lain yang lebih murah pun ada. Namun dalam hal kekuatan dalam konstruksi, pasir ini tentu yang paling utama dipilih.

4. Mudah Dijumpai

Hampir semua penjual material pasti menyediakan pasir beton, pasir ini bukan produk terbatas seperti halnya pasir merah yang hanya ada di kawasan Jawa Barat atau kawasan lainnya. Pasir ini bisa didapatkan secara mudah di daerah manapun dengan harga terjangkau.

5. Hasil Bangunan Kokoh

Sesuai namanya, pasir ini bisa memberikan hasil akhir atau finishing yang cukup kokoh pada pembuatan beton. Bagi Anda yang mungkin lebih tertarik dalam membuat beton sendiri jika dibandingkan dengan membeli jadi. Pasir ini bisa dijadikan sebagai komponen tambahan sehingga dapat menghemat biaya.

6. Mudah Digunakan

Penggunaan yang mudah membuat pasir ini banyak diminati untuk membuat beton precast. Cukup dengan membeli material-material yang dibutuhkan kemudian mencampurkan pasir ini maka sudah bisa menghasilkan beton kuat sendiri.

Kekurangan Pasir Beton

Selain kelebihan yang telah disebutkan diatas, perlu diketahui bahwa pasir beton memiliki kekurangan diantarnya:

1. Tidak Dapat Menggumpal

Jenis pasir ini akan buyar ketika digenggam di tangan tidak seperti pasir lain yang langsung membentuk gumpalan. Sehingga pada proses atau pengaplikasiannya sendiri membutuhkan waktu yang agak lama untuk menunggu agar nantinya pengerjaan tersebut bisa benar-benar padat dan siap pakai.

2. Monoton Dari Segi Warna

Tidak seperti pasir merah yang akan menghasilkan warna merah pada bangunan sehingga tampak lebih cantik, maka pasir ini warnanya cenderung monoton yaitu sebatas warna abu-abu gelap sampai dengan kehitaman. Membuat hasil pengerjaan dengan memakai pasir ini dirasa kurang menarik sehingga harus ditambah dengan finishing lainnya untuk meningkatkan keindahan bangunan tersebut.

Pasir ini sebagian besar digunakan di seluruh dunia karena kekuatan dan penggunaannya. Pasir ini dapat menambah volume pada proses pembuatan beton. Meskipun pasir adalah agregat umum yang dapat membuat beton, Anda juga dapat mencampur semen dengan kerikil, batu pecah, atau bahkan bagian beton lama.

Jumlah air yang dicampur secara berurutan bergantung pada bahan agregat, tetapi Anda akan membutuhkan 15 hingga 20 persen air. Kualitas beton pun tidak akan sebaik menggunakan pasir beton. Pasir dan agregat berguna untuk mengurangi biaya dan juga membatasi jumlah penyusutan yang terjadi pada beton.

Semakin banyak air yang Anda gunakan untuk mengolah beton, semakin lemah campuran beton tersebut. Untuk mencuci pasir beton caranya dengan memasukkan pasir ke dalam drum, tambahakan air lalu diberi penutup, aduk rata kemudian diamkan sebentar, dan tuangkan cairannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top