perbandingan kayu merbau dan ulin

Kayu Merbau VS Kayu Ulin

Kayu menjadi salah satu jenis material yang selalu diandalkan dalam berbagai bidang konstruksi, property, furniture, souvenir, dan masih banyak lagi. Bukan hanya itu, bahkan material yang satu ini juga kerap dimanfaatkan untuk kebutuhan obat-obatan herbal, kosmetik, kertas, dan lain sebagainya.

Dengan manfaatnya yang bersifat multifungsi, maka tak heran juga jika material kayu begitu populer dipasaran. Material kayu itu sendiri terdiri dari beragam jenis, yang mana masing-masingnya memiliki kualitas tersendiri. Secara otomatis, harga yang ditawarkan pada masing-masing jenis kayu tersebut tentunya akan berbeda pula.

Nah, secara kebetulan pada kesempatan kali ini akan mebahas dua jenis kayu yang memang paling populer, yakni kayu merbau dan kayu ulin.

Untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai perbandingan kedua jenis kayu tersebut, mari kita simak saja langsung pembahasannya di bawah ini.

Asal Usul Kayu Merbau

pohon kayu merbau

Pohon merbau tumbuh dengan ukuran sedang hingga mencapai 50 meter, panjang batangnya sekitar 20 meter, sedangkan ukuran gemangnya berada di kisaran 160 cm – 250 cm. Tak hanya itu saja, ia juga memiliki akar papan berbanir yang cukup tinggi dan tebal.

Biasanya bagian luar (pepagan) pada pohon merbau tampil dengan warna abu-abu terang dan cokelat pucat, serta memiliki tekstur halus yang disertai dengan bintik-bintik kecil lentisel.

Baca Juga : Perbandingan Kayu Keruing dan Kayu Ulin

Selain itu, bagian kulit pohon merbau pun cenderung bersisik dan mengelupas. Terdapat pula dua pasang anak daun, kecuali pada daun bagian ujungnya yang hanya mempunyai satu pasang anak daun saja.

Mengenai penyebarannya, keberadaan pohon merbau untuk pertama kalinya hanya ada di negara Tanzania dan Madagaskar. Seiring dengan berjalannya waktu, penanaman pohon merbau terus menyebar ke berbagai belahan negara seperti India Selatan, Myanmar, Malaysia, Indonesia, Australia Utara, hingga Polinesia.

Adapun mengenai keberadaan pohon merbau di Indonesia yang dapat kita temukan di berbagai daerah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Pulau Jawa.

Karakteristik Kayu Merbau

  • Bagian terasnya memiliki warna cokelat atau kuning cokelat hingga cokelat merah, namun terkadang cenderung hitam. Sedangkan bagian gubalnya tampil dengan wana kuning pucat dan kuning muda.
  • Kayu merbau mempunyai tingkat keawetan yang tinggi serta tahan terhadap serangan rayap dan jamur.
  • Tingkat penyusutan dan pemuaian terhadap kayu merbau tergolong cukup rendah.
  • Tekstur pada kayu merbau ini terasa kasar dan agak licin saat diraba.
  • Memiliki arah serat kayu yang lurus
  • Kayu merbau termasuk golongan kayu sangat keras

Manfaat Kayu Merbau Untuk Property Indoor dan Outdoor

1. Lantai Kayu (Parket)

parket merbau

Kayu merbau tampil dengan warna merah kecokelatan dan pola serat yang lurus. Hasilnya, hal tersebut membuat kayu merbau sangat cocok dijadikan bahan baku untuk pembuatan lantai kayu atau parket. Tak hanya tampilannya yang indah, bahkan kayu merbau juga sudah terbukti kuat dan tahan lama.

Dengan menggunakan parket merbau, tentu saja tampilan rumahmu akan tampak lebih indah, mewah, elegan, dan natural. Namun, produk parket merbau itu sendiri akan dibedakan lagi kedalam beberapa tipe. Baca selengkapnya…

2. Wood Decking (Lantai Kayu Outdoor)

deckin merbau

Sebenarnya wood decking juga masih termasuk kedalam jenis produk parket. Namun, yang membedakan produk parket dengan wood decking itu terdapat pada cara penempatannya. Ya, apabila produk parket biasa ditempatkan di area indoor, maka produk wood decking akan ditempatkan di area outdoor.

Kayu merbau pun kerap digunakan sebagai bahan baku untuk produk wood decking, karena karakteristiknya yang tahan terhadap perubahan cuaca dan kelembapan. Menariknya lagi, decking kayu merbau juga sudah terbukti tahan terhadap serangan rayap lho. Umumnya decking kayu merbau akan di tempatkan di area-area outdoor seperti :

  • Taman
  • Halaman
  • Balkon
  • Rooftop
  • Samping kolam renang.

3. Kusen Jendela & Pintu

kusen kayu merbau

Tak hanya ideal dijadikan untuk produk parket dan wood decking, kayu merbau juga sering dimanfaatkan untuk pembuatan kusen jendela serta pintu. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat keindahan warna dan pola serat pada kayu merbau ini dapat menyuguhkan nilai estetika tinggi pada sebuah hunian.

Dengan demikian, maka tak heran jika jenis kayu yang satu ini selalu diburu oleh para produsen furniture maupun poperty.

Setelah mengetahui seluk-beluk kayu merbau, mari kita lanjutkan ke pembahasan tentang kayu ulin

Asal usul Kayu Ulin

pohon kayu ulin

Penyebaran pohon kayu ulin di Indonesia kebanyakan berasal dari kawasan hutan tropis Kalimantan. Masyarakat Suku Dayak sering menyebut kayu ulin dengan istilah “bulian” atau “kayu besi”, dikarenakan teksturnya yang memang sekeras besi.

Nah, karena hal itulah yang membuat kayu ulin sering digunakan oleh masyarakat Suku Dayak untuk pembuatan atap rumah dan jembatan. Bahkan, tak jarang pula kayu ulin dimanfaatkan untuk pembuatan kapal perahu.

Menurut para ahli tanaman, yang menyebutkan bahwa pohon ulin termasuk kedalam jenis pohon dengan pertumbuhan yang lambat. Itu sebabnya, mengapa ketersediaan kayu ulin tidak pernah mencukupi kebutuhan industri perkayuan. Secara otomatis harga kayu ulin di pasar pun melambung tinggi.

Tak hanya karena faktor pertumbuhannya yang lambat, kelangkaan kayu ulin juga dikarenakan belum banyak masyarakat kita yang melakukan pembudidayaan terhadap pohon ulin. Dengan kata lain, kebutuhan kayu ulin hanya tergantung pada ketersediaannya di alam yang telah ada selama beratus-ratus tahun.

Kayu dari pohon ulin terkeal dengan karakteristiknya yang tahan terhadap perubahan cuaca, kelembapan, dan tahan terhadap pengaruh air laut. Adapun mengenai beragam jenis kayu ulin yang tersedia dipasaran seperti :

  • Ulin Tando yang memiliki warna coklat kemerahan
  • Ulin Lilin yang memiliki warna cokelat gelap
  • Ulin Tembaga dengan warna yang cenderung kekuningan
  • Ulin kapur yang memiliki warna cokelat muda.

Karakteristik Pohon Kayu Ulin

  • Bagian batangnya berbentuk lurus yang berbanir dengan tajuk bulat dan rapat
  • Pohon ulin mempunyai percabangan yang mendatar
  • Pohon ulin biasanya tumbuh di ketinggian 5 meter hingga 4 meter diatas permukaan laut dengan kontur tanah yang datar hingga miring
  • Pertumbuhan pohon ulin sangat lambat
  • Tahan terhadap perubahan cuaca dan kelembapan

Manfat Kayu Ulin Untuk Konstruksi dan Property

1. Plafon & Wood Decking

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa kayu ulin tahan terhadap perubahan cuaca dan pengaruh air laut. Bukan hanya itu, bahkan jenis kayu yang satu ini juga tahan terhadap serangan rayap serta tingkat pemuaian dan penyusutannya yang rendah. Dengan demikian, maka tak heran jika kayu ulin cocok dijadikan bahan baku pembuatan plafon kayu (lambersering) dan wood decking.

Untuk kelengkapan informasi seputar produk lantai kayu ulin, silahkan Cek Disini

2. Pembuatan Atap Rumah dan Jembatan

Mengingat tingkat pemuaian dan penyusutannya yang begitu rendah, tentu saja kayu ulin selalu dilibatkan dalam berbagai bidang konstruksi seperti pembuatan atap rumah dan jembatan.

Nah, seperti itulah perbandingan antara kayu merbau dan kayu ulin, sehingga bisa kita jadikan sebagai bahan untuk penambah wawasan.

Jangan lupa untuk selalu nongkrong di Bermutu.id, agar kamu tidak ketinggalan informasi-informasi terbaru seputar dunia property.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top