Jenis Batu Split Beserta Penggunaannya

Batu split atau batu belah adalah jenis batu bangunan yang digunakan sebagai campuran beton. Batu split diperoleh dengan cara membelah atau memecah batu yang berukuran besar menjadi ukuran kecil menggunakan alat yang bernama stone crusher. Bongkahan batu yang dihancurkan tersebut akan menghasilkan batu split berbagai macam ukuran. Batu yang sudah dihancurkan tersebut kemudian akan dikelompokkan dan disortir berdasarkan ukurannya.

Batu split merupakan salah satu sumber daya alam yang paling mudah didapat, dan merupakan bahan baku utama yang digunakan oleh konstruksi, pertanian, dan industri lainnya. Meskipun nilainya relatif rendah, industri batu split merupakan penyumbang utama dan indikator kesejahteraan ekonomi suatu bangsa. Permintaan akan batu pecah sebagian besar ditentukan oleh tingkat aktivitas konstruksi, oleh karena itu sejalan dengan permintaan akan bahan bangunan.

Batu split berperan penting pada proses pembuatan beton cor. Caranya dengan mencampur batu split, pasir dan semen dengan menggunakan media air. Setelah tercampur maka adonan ini dicetak sesuai dengan kebutuhannya. Bahan campuran pada proses pengecoran sebenarnya bisa menggunakan batuan lain, akan tetapi dari segi kekuatan dan keamanan tentunya batu split paling cocok digunakan.

Jenis Batu Split Beserta Kegunaannya

Selama proses penghancuran menjadi batuan kecil, didapat ukuran batu split yang beranekaragam. Ukuran yang tidak sama kemudian dikelompokan dan disortir sesuai fungsinya. Berikut ini jenis batu split berdasarkan ukuran serta fungsinya yang umum dijual di pasaran :

 1. Batu Split Ukuran 0 – 5 mm.

Jenis ini merupakan jenis ukuran yang paling lembut dan sering disebut juga dengan istilah Abu Batu. Ukuran partikelnya menyerupai pasir lembut. sehingga banyak dibutuhkan untuk campuran dalam proses pengaspalan serta dapat digunakan sebagai pengganti pasir. Material batu split ukuran ini merupakan bahan utama untuk pembuatan gorong-gorong dan batako press.

2. Batu Split Ukuran 5 – 10 mm

Batu split jenis ini banyak digunakan untuk campuran dalam proses pengaspalan jalan, mulai dari jalan yang ringan sampai jalan kelas 1. Batu split jenis ukuran ini akan dicampur dengan aspal menjadi Aspal Mixed Plant atau secara umum disebut dengan aspal hot mixed. Jenis ini disebut juga dengan batu split ukuran 3/8 cm. 

3. Batu Split Ukuran 10 – 20 mm

Batu split jenis ini banyak digunakan untuk bahan  pengecoran segala macam konstruksi, mulai dari konstuksi ringan sampai konstruksi berat. Bangunan-bangunan yang menggunakan beton cor dari bahan batu split ukuran ini antara lain Jalan Tol, Gedung bertingkat, Landasan Pesawat Udara, Bantalan Kereta Api, Pelabuhan dan Dermaga, Tiang Pancang dan Jembatan dan sebagainya.

4. Batu Split Ukuran 20 – 30 mm

Material batu split jenis ini banyak digunakan untuk bahan pengecoran lantai dan pengecoran atau pembetonan horizontal yang lain.

5. Batu Split Ukuran 30 – 50 mm

Material batu split jenis ini biasanya digunakan pada penyangga bantalan kereta api, penutup atau pemberat pipa didasar laut, beton cor pemecah ombak serta untuk dasar badan jalan sebelum menggunakan material yang lain.

6. Batu Split Jenis Agregat A

Batu split jenis Agregat A ini merupakan campuran antara beberapa jenis ukuran baru split. Bahan campurannya terdiri dari abu batu, pasir, batu split ukuran 10-20 mm, batu split ukuran 20-30 mm dan batu split ukuran 30-50 mm.

Pencampuran bahan ini tidak ada pedoman komposisi yang pasti atau baku dari masing-masing bahan. Komposisi disesuaikan dengan jenis penggunaannya. Batu split jenis Agregat A ini termasuk dalam jenis sirtu dan umumnya digunakan sebagai bahan pengecoran dinding, pembuatan dinding dan campuran bahan beton cor.

7. Batu Split Jenis Agregat B

Batu split jenis Agregat B ini merupakan campuran antara beberapa jenis ukuran baru split. Bahan campurannya terdiri dari tanah, abu batu, pasir, batu split ukuran 10-20 mm, batu split ukuran 20-30 mm dan batu split ukuran 30-50 mm. Bahan Tanah merupakan pembeda komposisi dengan batu split jenis Agregat A. Pencampuran bahan ini tidak ada patokan khusus komposisi yang pasti atau baku dari masing-masing bahan.

Komposisi disesuaikan dengan jenis penggunaannya. Batu split jenis Agregat B ini termasuk dalam jenis sirtu dan umumnya digunakan untuk bahan timbunan awal pengerasan jalan dengan tujuan untuk meratakan dan mengikat lapisan batu split yang digelar pada lapisan di atasnya.

8. Batu Split Jenis Agregat C

Batu split jenis Agregat C ini merupakan campuran antara beberapa jenis ukuran baru split. Bahan campurannya terdiri dari tanah, abu batu, pasir, batu split apa saja dan dengan komposisi yang tidak beraturan. Batu split jenis Agregat C ini sering disebut batu asalan yang pada umumnya digunakan untuk bahan timbunan untuk pengurukan lahan, reklamasi dan lain-lain.

9. Batu Gajah

Batu jenis ini sering disebut dengan boulder elephant stone karena ukurannya ukurannya identik dengan gajah. Batu gajah merupakan salah satu jenis batu split yang mempunyai ukuran paling besar dibandingkan dengan jenis batu split yang lain. Batu gajah berfungsi untuk menimbun lahan atau lokasi yang berdekatan dengan pantai. Batu gajah ini biasanya digunakan untuk membuat bahan beton pemecah ombak, bahan reklamasi pantai, bahan untuk membuat dermaga kecil atau yang paling umum digunakan untuk bahan pondasi bangunan.

Batu split merupakan komoditas bervolume tinggi dan bernilai rendah. Industri ini sangat kompetitif dan ditandai dengan banyaknya operasi yang melayani pasar lokal atau regional. Biaya produksi ditentukan terutama oleh biaya tenaga kerja, peralatan, energi, dan air serta biaya terhadap peraturan lingkungan dan keselamatan. Biaya ini bervariasi tergantung pada lokasi geografis, sifat simpanan, dan jumlah serta jenis produk yang diproduksi. Peningkatan produktivitas yang dicapai melalui peningkatan penggunaan otomatisasi dan peralatan yang lebih efisien terutama bertanggung jawab untuk mempertahankan harga pada tingkat ini.

Sumber daya batu jenis ini sangat besar. Batu split yang dihancurkan berperan sebagai agregat konstruksi pembangunan jalan termasuk pasir dan kerikil, terak besi dan baja, lempung. Ketersediaanya yang melimpah membuat batu jenis ini hampir menyokong semua pembangunan jalan.

Transportasi merupakan faktor utama dalam harga pengiriman batu pecah. Biaya pemindahan batu pecah dari pabrik ke pasar sering kali sama atau melebihi harga jual produk di pabrik. Karena mahalnya biaya transportasi dan banyaknya bahan curah yang harus dikirim, batu pecah biasanya dipasarkan secara lokal. Biaya transportasi yang tinggi menyebabkan penyebaran tambang yang luas, biasanya terletak di dekat daerah padat penduduk.

Peningkatan nilai tanah dikombinasikan dengan masalah lingkungan lokal seperti memindahkan tambang batu yang dihancurkan lebih jauh dari lokasi penggunaan menyebabkan meningkatnya harga bahan yang dikirim. Perlu solusi yang tepat dalam operasi melayani area pemasaran yang lebih besar agar didapat penyelesaian terhadap masalah biaya transportasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top