Jenis Kusen Pintu Yang Umum Digunakan

Kusen pintu merupakan bagian penting dalam hal keamanan suatu bangunan yang kadang sering diabaikan. Tidak peduli seberapa kuat pintu dan kuncinya, jika engsel pintu dipasang ke dalam kusen yang tipis, ia dapat ditendang dengan mudah oleh seseorang yang berniat untuk melakukannya. Sebagian besar kunci dan baut menonjol pada kusen pintu dan mengandalkannya sebagai penyangga, untuk itu memilih rangka yang tepat adalah bagian penting untuk memastikan pintu Anda terpasang dengan aman. Kusen dapat juga digunakan untuk menyekat dinding bangunan atau pemisah antar ruangan.

Kusen pintu dasar terdiri dari dua tiang yang dipasang secara vertikal sejajar di kedua sisi pintu, dengan ambang pintu (dorpel) membentuk palang di bagian atas dan ambang yang membentuk bagian ambang di lantai di bawahnya. Apa pun bentuk pintunya, meskipun tidak standar, kusen perlu memberikan segel untuk pintu saat ditutup, sehingga kusen akan dirancang dengan mengutamakan hal itu. Hal ini agak mengganggu stabilitas, terutama jika bentuk pintunya tidak rata atau tidak teratur.

Kusen pintu umumnya menggunakan bahan yang terbuat dari kayu. Ini merupakan bahan tercepat dan termurah untuk membingkai pintu akan tetapi kayu rentan terhadap kerusakan seperti retak di bawah tekanan dan melemah seiring waktu. Beberapa kusen pintu memiliki lapisan baja penguat yang mencegah hal ini terjadi.

Jenis Kusen Pintu

Kusen pintu dapat dibuat dari bahan material seperti kayu, aluminium, dan uPVC. Berikut ini penjelasan masing-masing kelebihan dan kekurangannya:

1. Kusen Kayu

Kusen berbahan kayu ini paling banyak digunakan karena selain mudah dijumpai kusen ini memiliki nilai estetis jika diproses dengan tepat. Kayu memiliki sifat yang elastis, awet dan tahan terhadap beban yang tegak lurus. Kusen dari bahan kayu memberikan penampilan bagus dan natural dengan tampilan serat-serat kayu yang dimilikinya. Selain itu, kayu mempunyai nilai penyekat panas yang baik dan pada umumnya tahan terhadap pengaruh cuaca. Sifat-sifat seperti ini tidak dipunyai oleh bahan-bahan logam atau bahan-bahan lain yang bisa dibuat.

Kelebihan Kusen Kayu :

  • Variasinya yang beragam membuat kusen kayu dapat diterapkan pada semua tipe bangunan baik itu gaya tradisional maupun modern
  • Kayu memiliki tampilan alami seperti serat dan corak yang khas dibanding bahan kusen lainnya. Hal ini dapat menambah nilai estetis bagi penggunanya.
  • Bahan baku yang melimpah dan beranekaragam seperti kayu jati, kayu akasia, kayu mahoni, kayu kamper dan lainnya.
  • Kayu lebih fleksibel untuk diubah bentuknya sesui desain, seperti bentuk lurus atau melengkung dan sebagainya.
  • Kayu dapat menahan panas atau dingin dari luar ruangan.

Kekurangan kusen kayu:

  • Mudah dimakan rayap. Kelemahan ini yang paling utama dari penggunaan kusen kayu.
  • Membutuhkan perawatan secara berkala dengan cat atau coating agar tetap awet.
  • Sifat alami kayu yang mudah menyerap air menyebabkan volume kayu dapat berubah-ubah sehingga mengakibatkan pintu sulit dibuka karena salah satu sudutnya memuai. Hindari penggunaan kayu nangka untuk bahan kusen karena sifatnya yang sangat menyerap air.

2. Kusen Alumunium

Saat ini kusen pintu mengalami perkembangan, tidak hanya kusen pintu yang terbuat dari material kayu saja melainkan kita juga bisa menemukan kusen yang terbuat dari material alumunium. Alumunium banayk dipilih dan digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif bahan pengganti kayu untuk pembuatan kusen. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya perumahan yang menggunakan kusen alumunium.

Kelebihan Kusen Alumunium:

  • Tahan keropos, anti rayap, dan anti air.
  • Tidak terjadi perubahan bentuk akibat cuaca. Alumunium lebih tahan lama dan tidak menyusut seperti kayu sehingga perubahan bentuk akibat cuaca bisa dihindari.
  • Banyak variasi warna yang bisa dipilih. Warna yang bisa dipilih mulai dari hitam, coklat, putih, merah, biru, kuningb ahkan kusen alumunium dapat dicat dengan warna dan motif kayu sehingga tampilannya menyerupai kayu.
  • Desain dapat dibuat sesuai pesanan.
  • Bobotnya yang ringan, tapi kuat.
  • Perawatan yang mudah untuk mencegah korosi.

Kelemahan Kusen Alumunium :

  • Pemasangan kusen alumunium perlu keterampilan dan ketelitian. Teknik pemasangan ini menggunakan kekuatan sekrup ficher yang dibor dan ditanam bersama kusen merapat ke sekeliling dinding tembok kusen. Pemasangan dengan sistem ficher ini apabila terjadi kesalahan dalam pengeborannya maka dapat berakibat fatal.
  • Sambungan yang kurang baik pada siku kusen dengan kaca jendela menyebabkan air hujan mudah masuk. Penyambungan dan pemasangan karet penyekat antara kaca jendela dan kusen alumunium harus dari bahan berkualitas dan tahan lama.

3. Kusen uPVC

Unplasticized Polyvinyl Chloride (uPVC) adalah suatu materi bangunan berbahan plastik yang dibuat tanpa menggunakan plasticizer, namun dengan penambahan stabilizer dan modifier yang membuatnya menjadi materi yang padat, keras, dan tidak fleksibel. Secara sederhana bisa dikatakan uPVC merupakan PVC yang telah dihilangkan sifat keplastikannya.

Walaupun namanya identik dengan plastik yang rapuh, kusen uPVC dilengkapi dengan rangka yang terbuat dari besi sehingga memiliki kekuatan yang lebih dari kusen kayu dan alumunium. Selain itu, terdapat juga kusen uPVC yang terbuat dari materi metal karbon sehingga bersifat lebih kuat dan kaku membuat kusen jenis ini lebih diminati saat ini.

Kelebihan Kusen uPVC  :

  • Anti rayap dan tidak mengalami korosi.
  • Tahan terhadap cuaca, sehingga tidak akan mengalami kembang susut.
  • Bentuk dapat dipesan sesuai keinginan karena pembuatan bisa langsung di pabrik.
  • Kedap suara sehingga bisa mengurangi kebisingan dari luar yang akan masuk ke dalam ruangan.

Kelemahan Kusen uPVC :

  • Teknik pemasangannya cukup susah
  • Pada saat pembuatan dimensi harus sudah benar karena jika sudah tercetak tidak dapat diubah lagi.

Satu perbedaan besar yang dapat dibuat oleh bahan yang berbeda adalah kemampuannya untuk mentransfer panas ke dalam dan ke luar rumah. Logam, misalnya, adalah konduktor panas yang sangat baik dan dapat dengan mudah bertindak sebagai jembatan termal yang sangat efektif. Kusen pintu logam dapat dibuat dengan penahan panas, yang akan membantu mencegahnya sambil tetap memberikan tampilan yang Anda inginkan. Kayu sebaliknya, adalah konduktor panas yang buruk dan melakukan pekerjaan yang cukup baik untuk menjaga panas masuk atau keluar rumah Anda  seperti halnya uPVC, fiberglass dan bahan serupa.

Bentuk dan bahan yang berbeda dapat mengubah kekuatan kusen pintu, menjadi lebih baik atau lebih buruk. Memilih bahan yang tepat tidak hanya akan membuatnya terlihat bagus dari waktu ke waktu tetapi akan menentukan ketahanannya dar waktu ke watku sepadan dengan waktu dan uang yang Anda keluarkan untuk itu. Kusen pintu persegi panjang menawarkan struktur penyangga yang kuat dan mengubah atau menambahkan sudut tambahan pada kusen dapat menambah titik lemah yang dapat dimanfaatkan.

Demikianlah penjelasan mengenai kusen pintu yang umum digunakan oleh masyarakat. Semoga menjadi informasi bermanfaat bagi Anda yang akan mulai menggunakan kusen pintu dalam bagian rencana pembangunan Anda.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top