sirtu

Harga Sirtu di Bandung 2021

Apa yang Dimaksud Dengan Sirtu?

Dibandingkan dengan jenis material bangunan lainnya, sirtu ini memang masih terasa asing ditelinga masyarakat. Perlu kalian ketahui, sirtu itu merupakan singkatan dari pasir dan batu. Ya, terang saja demikian, sebab sirtu itu sendiri terdiri dari campuran bahan pasir dan batu. Sehingga tak heran jika material yang satu ini sering disebut dengan istilah sirtu. Namun, ada juga yang menyebut sirtu dengan istilah “grave” atau “base course”.

Dari asal-muasalnya, sirtu terjadi akibat adanya akumulasi pasir dan batuan yang terendapkan di daerah-daerah relatif rendah seperti lembah. Kendati demikian, ada juga sirtu yang berasal dari satuan konglomerat atau breksi di daerah-darah dataran tinggi. Sejatinya, sirtu berasal dari dua bagian yan memiliki ukuran besar, dimana materialnya terdiri dari batuan beku, metamorf, dan sedimen.

Kemudian semua jenis material tersebut akan ter-erosi dari batuan induknya yang bercampur menjadi satu dengan material halus. Saking kuatnya proses ubahan atau pelapukan pada batuan dan jauhnya transportasi, maka terciptalah sebuah material berupa batuan berbentuk elip (bulat) dengan ukuran yang bervarasi, mulai dari ukuran yang kecil hingga yang besar.

Sedangkan dairi segi fungsinya, sirtu hanya digunakan sebagai bahan bangunan terutama untuk campuran beton, dan juga sedang pengalian yang dilakukan secara manual atau tradisional tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang ada. Nah, sebelum membahas lebih jauh lagi seputar sirtu, ada baiknya jika kita membahas dulu daftar harga sirtu di Bandung. Maka dari itu, simaklah baik-baik ulasan di bawah ini.

Harga Sirtu di Bandung

Jenis MaterialJumlah SatuanHarga
Sirtum3Rp 80.000 – Rp 90.000
Pasir Batu1 truk engkelRp 850.000
Sirtu1 truk trontonRp 1.600.000
Base Course Am3Rp 120.000 – Rp 130.000
Base Course Bm3Rp 100.000 – Rp 130.000

Fungsi Sirtu Dalam Konstruksi Bangunan

Memang tidak bisa dpungkiri lagi, bahwa pertumbuhan pesat infrastruktur di tingkat global telah menjadikan beton sebagai bahan konstruksi yang paling banyak digunakan dan umum digunakan di seluruh dunia. Tentuya hal tersebut dapat menciptakan tekanan yang sangat besar pada industri beton untuk memproduksi beton dalam jumlah besar, dalam memenuhi permintaan pembangunan infrastruktur yang terus meningkat. Terlebih pada biaya produksi beton yang tergantung pada dari bahan baku penyusunnya seperti semen, agregat (kasar dan halus) dan air.

Diantara bahan baku penyusunnya, pasir sungai yang membentuk sekitar 35% dari volume beton berperan penting dalam menentukan biaya beton. Sumber pasir sungai yang menipis dan pedoman lingkungan yang ketat tentang pertambangan, secara bertahap mampu mengalihkan perhatian industri beton ke arah alternatif agregat halus yang sesuai yang dapat menggantikan pasir sungai sekarang ini . Sirtu pun hadir sebagai alternatif yang layak untuk mengganti pasir sungai, dimana saat ini kerap digunakan sebagai agregat halus dalam beton. .

Baca juga : Harga Pasir Pasang di Bandung

  • Sirtu Sebagai Campuran Beton

Efektivitas beton tergantung pada bahan dan konsistensinya. Pastinya, kita tidak ingin mendapatkan campuran yang menyusut atau menjadi rapuh ataupun encer. Terdapat 4 material lainnya yang dibutuhkan, seperti semen, pasir, kerikil, dan air. Dengan menambahkan air, maka akan terbentuk pasta yang berfunsgi sebagai mengikat semua bahan hingga campuran mengeras. Kekuatan beton berbanding terbalik dengan rasio air / semen.

Disamping itu, sirtu juga sangat membantu dalam mengurangi serta membatasi jumlah penyusutan yang terjadi pada beton saat diawetkan. Untuk membuat beton lebih kuat, tambahkan lebih banyak semen atau lebih sedikit pasir. Semakin dekat Anda membuat rasio menjadi satu banding satu pasir ke semen, semakin kuat peringkatnya. Hal terebut juga berlaku sebaliknya.

Akan tetapi, beberapa ahli beton merekomendasikan untuk menggunakan 26% pasir, 41% kerikil, 11% semen, dan 16% air. Sedangkan volume yang kurang dari 6% adalah aliran udara. Air entrainment merupakan campuran yang ditambahkan ke dalam campuran selama produksi untuk membantu campuran dalam menahan efek merusak dari siklus freeze-thaw. Campuran tersebut sangat di semua beton yang diekspos ke elemen eksterior.

  • Sirtu Sebagai Bahan Pengurukan

Fungsi lain sirtu yaitu untuk pengurukan. Batu Sirtu mempunyai sifat licin karena bentuk batunya yang bulat maka cocok juga digunakan untuk pengurukan lantai rumah, lahan parkir atau lainnya yang akan segera di timpa coran atau pemasangan keramik diatasnya.

  • Sirtu Sebagai Bahan Jalan Beton

Sirtu juga sering digunakan pada konstruksi jalan beton. Sirtu menjadi material yang harus ada untuk lapisan pondasi bawah. Lapisan ini terdiri dari campuran 50% batu pecah dan juga 50% batu bulat. Lapisan ini disertai dengan pasir bergradasi dan proporsi tertentu yang kemudian ditempatkan di atas tanah dasar. Umumnya, bahan yang dipakai pada jenis pondasi jalan beton ini adalah pasir dan agregat. Pasir merupakan agregat halus, dimana ciri khasnya memiliki ukuran yang sangat halus, yakni 0,25 sampai dengan 4,75 mm.

Agregat ini berupa kerikil yang bentuknya seperti batu pecahan dari alam maupun koral, serta memiliki tekstur yang sangat keras sehingga untuk memecahkannya dibutuhkan mesin khusus. Batu ini sangat kuat untuk menunjang fungsi pondasi lapisan bawah pada jalan beton. Ukuran batu pecah ini adalah maksimal 50 mm. Untuk menunjang semua pekerjaan di atas, maka dibutuhkan alat-alat khusus berupa alat angkut dan juga kereta dorong. Sementara alat penghampar agregat, yakni berupa mistar pelurus. Bukan hanya itu, terdapat juga alat pemadat yang digunakan bisa berupa mesin gilas maupun tamper dan timbris.

Sebelum sirtu diaplikasikan untuk jalan beton, maka dipersiapkan dulu tanah dasarnya. Pertama, dilakukan dulu pekerjaan untuk memperoleh elevasi dan kekuatan tanah dasar sesuai rencana. Tahap ini dilakukan mulai dari pembersihan, pembentukan badan jalan, pemadatan badan jalan serta pemadatan tanah dasar. Setelah tahap di atas lalu dilakukan tahap penghamparan sirtu atau lapis pondasi agregat. Pekerjaan ini meliputi pengangkutan, penghamparan, dan yang tak kalah penting adalah pemadatan agregat.

Artikel Terkait : Harga Pasir Beton di Bandung

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Sirtu

1. Lakukan Pengepalan Sirtu

Untuk mengetahui kualitasnya, silahkan genggam sirtu kemudian lepaskan, lalu perhatikan apakah pasirnya terasa lengket di tangan atau tidak. Jika kamu bisa membersihkannya dengan hanya menepuk kedua tangan, maka sirtu terebut bisa dikatakan memiliki kualitas bagus. Namun, jika setelah pasir dilepas masih terasa lengket ditangan, itu berarti bahwa sirtu tersebut memiliki kandungan lumpur yang tinggi dimana hal ini tidak cocok digunakan untuk bahan bangunan.

2. Masukkan Sirtu Kedalam Air

Selain dengan cara yang diatas tadi, kamu juga bisa mengetahui kualitas sirtu dengan memasukkannya ke dalam air. Setelah dimasukkan ke dalam air, coba kamu perhatikan apakah ia larut dalam air. Jika larut, maka sirtu sirtu tersebut memiliki banyak kandungan lumpur, namun jika sirtu tidak mudah larut dalam air itulah yang harus kamu pilih.

Pemilihan sirtu  yang baik dapat menentukan hasil bangunan yang maksimal, diskusikan secara jelas dengan pekerja bangunan mengenai rencana pembangunannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top