cara menghitung bahan bangunan renovasi rumah

Bagaimana Sih Cara Menghitung Bahan Bangunan Renovasi Rumah?

Belakangan ini dengan hadirnya beragam model dan desain rumah minimalis sedang memang banyak digandrungi dalam desain ruang tamu, terlebih bagi para millennial.

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa rumah merupakan tempat ternyaman di dunia yang bisa gunakan untuk beristirahat maupun berkumpul bersama keluarga tercinta. Dalam sebuah hunian meliputi berbagai ruang yang dibutuhkan, dimana pada setiap ruangnya memiliki fungsi berbeda.

Bahkan area ruang juga akan dibedakan lagi kedalam dua tipe, yakni ruang yang bersifat privat dan semi-privat. Nah, ruang semi-privat tersebutlah yang kerap menjadi pusat kegiatan keluarga di dalam rumah.

Baca Juga : Dekorasi Wallpaper Dinding Kamar Tidur yang Nyaman

Bukan hanya itu, ruang semi-privat juga dapat memberikan kesan pertama bagi para tamu yang datang berkunjung ke rumahmu. Ruang semi-privat meliputi ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, dan area dapur.

Namun, area tersebut juga kerap di aplikasikan dalam satu ruangan besar dengan sekat sebagai pembatas pada setiap ruangannya. Akan tetapi, di samping sekat yang solid akan memakan banyak ruang, pemberian sekat pun dapat menghalangi pandangan lho!

Nah, bagi kamu yang hendak merenovasi rumah, secara kebetulan juga pada kesempatan kali ini akan membahas tentang cara menghitung bahan bangunan renovasi rumah. Maka dari itu, simaklah baik-baik ulasannya di bawah ini.

Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah

1. Buatlah Skala Prioritas Renovasi Rumah

Buatlah Skala Prioritas Renovasi Rumah

Dengan mengikuti kemauan diri sendiri ataupun saran dari orang lain, justru akan menambah biaya renovasi rumah yang akan kamu keluarkan! Oleh karenanya, mending kamu membuat skala prioritas ketika hendak merenovasi rumah. 

Contohnya seperti penambahan kamar tidur, reparasi atap yang rusak, pergantian keramik, mengganti kusen, dan lain sebagainya.

Dengan membuat skala prioritas tersebut, maka kamu akan terhindar dari godaan-godaan di tengah proses renovasi rumah. Alhasil, biaya renovasi rumah yang kamu keluarkan menjadi lebih efisien. 

Baca Juga : Ide Dekorasi Kamar Tidur Sederhana yang Sedap Dipandang Mata

2. Berbelanja Material di Toko yang Terpercaya

Berbelanja Material di Toko yang Terpercaya

Sebenarnya ada banyak sekali toko material yang menawarkan kemudahan bagi konsumen yang akan melakukan renovasi rumah, dengan cara mengangsur untuk pembelian material bangunan di tokonya. Tentunya hal itu akan saling menguntungkan satu sama lainnya, dimana kamu bisa mengalokasikan dana renovasi secara bertahap.

Sedangkan untuk pihak toko material, ia akan terbantu dengan pembelian stock bahan secara rutin untuk memenuhi target penjualan stock dari supplier mereka. Agar bisa berjalan dengan istem pembayaran tempo tersebut, maka kamu harus memiliki hubungan yang baik dulu dengan si pemilik toko material. 

3. Jangan Asal-asalan Dalam Memilih Kontraktor dan Jasa Tukang

Jangan Asal-asalan Dalam Memilih Kontraktor dan Jasa Tukang

Guna mendapatkan kenyamanan dalam proses dan hasil yang berkualitas, tentu saja kamu harus memilih kontraktor yang profesional. Itu artinya, kamu tidak boleh asal-asalan dan harus lebih selektif dalam memilih kontraktor yang berpengalaman, terpercaya, dan profesional. 

Jika budget yang kamu miliki itu memang terbatas, maka kamu bisa menggunakan jasa tukangnya saja. Walaupu terkesan tradisional, namun para tukang tersebut akan lebih mudah untuk diajak berdiskusi atau nego dalam rencana dan progres bangunan dari segi biaya. 

Artikel Menarik Lainnya : Inspirasi Desain Plafon Untuk Kamar Tidur Minimalis

4. Hitunglah Biaya Jasa Tukang

Hitunglah Biaya Jasa Tukang

Umumnya terdapat dua metode pembayaran jasa tukang yang berlaku dan harus diperhatikan ketika kamu menghitung biaya renovasi rumah. Dua metode pembayaran yang dimaksud, yakni pembayaran harian dan pembayaran borongan.

Perihal pembayaran ini, kamu bisa menyesuaikannya dengan skala proyek renovasi. Dengan kata lain, metode pembayaran harian lebih efisien apabila renovasi huniannya tergolong minor atau minim. 

Namun jika renovasi rumahnya tergolong skala besar, maka kamu harus memilih metode pembayaran borongan. Dengan demikian, maka biaya renovasi rumah yang dikeluarkannya sudah pasti dan tidak akan ditagih lagi meski proses pengerjaan tidak sesuai waktu akibat faktor cuaca atau hal lainnya.

Perlu kamu catat, bahwa biaya renovasi rumah untuk jasa tukang tersebut belum termasuk dengan biaya belanja bahan material ya!

5. Lakukan Sistem Pembayaran Borongan Penuh

Lakukan Sistem Pembayaran Borongan Penuh

Jika biaya renovasi rumah yang di atas tadi hanya menjangkau untuk pembayaran jasa tukangnya saja, kamu pun dapat memilih opsi lain dengan sistem borongan penuh yang mencakup pembayaran jasa tukang dan bahan material. 

Untuk kamu yang tidak ingin ribet dan memiliki uang lebih, maka sistem borongan penuh ini merupakan pilihan paling bijak. Dengan begitu, kamu tidak perlu repot-repot lagi untuk belanja bahan material bangunan karena sudah menjadi tanggung jawab si pemborong.  

6. Prioritaskan Rencana Jangka Panjang

Prioritaskan Rencana Jangka Panjang

Untuk renovasi jangka panjang, akan lebih baik jika kamu menggunakan bahan material yang lebih berkualitas. Nah, saat akan membuat anggaran biaya renovasi rumah, pastikan kamu sudah menentukan penggunaan material bangunan yang berkualitas bagus.

Walapun harganya cenderung mahal, hal itu sangat sebanding dengan tingkat ketahanan dan keawetannya. 

7. Manfaatkan Material Bekas yang Masih Layak Pakai

Manfaatkan Material Bekas yang Masih Layak Pakai

Agar biaya operasional lebih hemat, maka kamu bisa memanfaatkan material bekas di rumah yang ada seperti kayu bekas, seng, dan lain sebagainya. Jika kondisi daun pintu, genteng, maupun kaca di rumahmu masih bagus, tidak ada salahnya kamu manfaatkan untuk lebih menghemat biaya renovasi. 

8. Lebih Cermat Dalam Menghitung Biaya Renovasi Rumah

Lebih Cermat Dalam Menghitung Biaya Renovasi Rumah

Saat menghitung biaya renovasi rumah, tentu saja kamu harus lebih cermat lagi dalam menyusun semua komponen pekerjaan, mulai dari tahapan awal, penentuan bahan material, sampai tahapan finishing.

Agar lebih maksimal, silahkan berdiskusi dengan para tukang, kontraktor, maupun toko material yang ada di sekitar tempat tinggal. Dalam penyusunan biaya renovasi rumah, kamu harus mem-prioritaskan material utama yang hendak dibeli.

Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat kebutuhan sekunder seperti dekorasi bisa disusul dikemudian hari. 

Setelah kamu menentukan biaya renovasi rumah, maka fokuskan untuk mengikuti rencana renovasi prioritas dan tidak tergoda oleh keinginan-keingnan lain yang muncul ketika proses pengerjaan renovasi. 

Dengan mengikuti tips yang satu ini, maka biaya renovasi rumahnya akan sesuai dengan budget dan terhindar dari hal-hal yang berbau pemborosan. 

9. Konsultasikan Dengan Para Ahlinya

Konsultasikan Dengan Para Ahlinya

Tidak semua orang yang hendak merenovasi rumahnya itu memiliki waktu luang untuk memantau proses pengerjaan. Bahkan, ada pula sebagian dari mereka yang sama sekali tidak ingin ribet dalam urusan belanja bahan material bangunannya. 

Jika kamu juga termasuk salah satu orang yang tidak memiliki waktu luang, maka kamu harus berkonsultasi dengan para ahli bangunan. Pasalnya, mereka ini sudah paham betul dengan seluk-beluk seputar konstruksi bangunan. 

Dengan berkonsultasi pada ahlinya, mereka pun akan memberikan saran mengenai patokan harga renovasi rumah yang berkualitas dan sesuai dengan kondisi keuanganmu.

Selain itu, kamu juga bisa meminta saran darinya perihal perkiraan harga dan material apa saja yang dibutuhkan, agar terhindar dari kecurangan oleh pihak kontraktor. 

Nah, itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam menhitung biaya bahan bangunan renovasi rumah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top